29.1 C
Luwuk
Sabtu, Oktober 17, 2020

Aktivis KAMI Diborgol, Lieus: Polisi Stop Jadi Alat Kekuasaan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Tolak UU Ciptaker, Massa Bentrok Dengan Aparat Didepan Gedung DPRD Kab Banggai

Berdaulat.id - Tak hanya di Ibukota, Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) atau Omnibus Law pun terjadi di berbagai daerah...

Ketua MPR RI : Pemulihan Ekonomi Bisa Dimulai Jika Kita Menang Lawan Covid-19

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo kembali menegaskan pembatasan sosial yang terus meluas dan berkepanjangan telah menimbulkan ekses sangat serius pada...

Tuntaskan Kasus Jiwasraya, DPR Desak Kejagung Panggil Eks Bos Bapepam-LK

Berdaulat.id - Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan menegaskan kepada pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk memanggil semua pihak yang terlibat...

Menpan RB Bahas Anggaran Dengan Komisi II DPR

Berdaulat.id - Ketua Komisi II DPR RI Dolly Kurnia memimpin Rapat Kerja dengan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala Komisi Aparatur...

Berdaulat.id – Perlakuan polisi terhadap sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yakni Sekretaris Komite Eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, deklarator KAMI, Jumhur Hidayat dan Anton Permana serta sejumlah aktivis lainnya, mengundang reaksi keras dari berbagai pihak.

Pemakaian baju tahanan dengan mengikat tangan mereka menggunakan borgol plastik, dianggap sangat merendahkan martabat dan sengaja dilakukan polisi sebagai tindakan dengan maksud menghinakan para tersangka.

Begitu disampaikan koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma kepada wartawan, Jumat (16/10/20).

Padahal, menurut Lieus, belum pernah ada koruptor di negeri ini, yang sudah terang-terangan merugikan negara milyaran bahkan triliunan rupiah, diperlakukan seperti itu oleh polisi.

“Tidak ada koruptor yang ditangkap polisi dan dipamerkan ke publik dengan tangan diborgol,” kata Lieus.

“Perlakuan polisi itu sungguh disayangkan. Mereka ini bukan koruptor, juga bukan pelaku kriminal. Mereka ditangkap hanya karena menyatakan pendapat yang berbeda dengan kehendak pemerintah. Kenapa mereka diperlakukan seperti itu? Ini jelas perlakukan yang sangat tidak adil dari aparat kepolisian dalam penegakan hukum,” ujar Lieus.

Apalagi, kata Lieus, para aktivis itu jangankan diborgol, ditahan saja tidak pantas.

“Masak sih di negeri yang katanya menganut demokrasi, orang ditahan hanya karena menyatakan pendapat yang berbeda dari kehendak pemerintah?” tanyanya.

Lieus menyebut, kecuali pendapat para aktivis itu yang berbeda dengan kehendak pemerintah, para aktivis yang ditahan itu adalah orang-orang baik.

“Saya sangat yakin kecintaan mereka pada bangsa dan negara ini sangat besar. Karena itulah mereka berani mengambil resiko meski harus berhadap-hadapan langsung dengan penguasa,” katanya.

Ditambahkan Lieus, jika dengan memborgol itu polisi bermaksud ingin menciptakan efek jera dan membuat takut, itu jelas salah besar.

“Bagi para aktivis yang mencintai negeri ini, kata takut sudah tidak ada dalam kamus mereka,” tegas Lieus.

Karena itu Lieus meminta polisi menghentikan semua tindakan represif terhadap pihak-pihak yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah.

“Polisi berhentilah menjadi alat kekuasaan. Jadilah aparat keamanan yang mengayomi seluruh warga negara dengan adil,” pinta Lieus.

Seperti diketahui, Syahganda Nainggolan, Junhur Hidayat, Anton Permana langsung ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 15 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sangkaan itu mengakibatkan mereka langsung ditahan dengan dipakaikan baju tahanan, lengkap dengan borgol plastik yang mengikat tangan mereka. Perlakukan polisi inilah yang mengundang reaksi keras dari berbagai pihak. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

PAN Sesalkan Perlakuan Polisi Terhadap Aktivis KAMI

Berdaulat.id - Anggota Fraksi PAN DPR RI Guspardi Gaus menyesalkan perlakukan Mabes Polri terhadap aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dipertontonkan...

Aktivis KAMI Diborgol, Lieus: Polisi Stop Jadi Alat Kekuasaan

Berdaulat.id - Perlakuan polisi terhadap sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yakni Sekretaris Komite Eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, deklarator KAMI, Jumhur...

Jakarta Di Guyur Hujan Lebat

Berdaulat.id-Hujan deras disertai angin kencang dan petir/kilat mengguyur sejumlah wilayah DKI Jakarta sore ini.Jumat (16/10/2020). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan...

DPR Minta Wartawan Bangun Citra Positif Kinerja Parlemen

Berdaulat.id - Anggota Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong,Wakil Ketua BURT DPR RI A. Dimyati Natakusumah, Kepala Persidangan Ibu Damayanti, Kepala Biro...

Hamburkan Uang Negara, Pertamina Didesak Batalkan Pembentukan Subholding

Berdaulat.id - Pembentukan subholding di PT Pertamina menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya, dalam pembentukan subholding-subholding tersebut, Konsultan Pertamina yakni Price Waterhouse Coopers...