29.1 C
Luwuk
Senin, November 30, 2020

Andi Irfan Jadi Tersangka Kasus DjokTjan, Komisi III DPR: Ini Bukanlah Akhir

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Rupiah Anjlok, Dollar Kian Merajalela

Berdaulat.id,- Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap mata uang dollar yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis sore kian melemah. dimana nilai...

Kementerian Agama : Perjalanan Umrah Kini Bebas PPN 1%

Berdaulat.id - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar mengapresiasi terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.03/2020 tentang Kriteria dan/atau Rincian Jasa Keagamaan...

Kampus PTDII Klarifikasi Berita yang Sebutkan Pengurus Positif Corona

Berdaulat.id - Rektorat Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (PTDII) menyayangkan pemberitaan di www.transparansinews.com yang menuliskan 'Salah Salah Satu Pengurus Positif Corona, Wilayah...

Ketua MPR: Musibah Banjir Tidak Boleh Mengganggu Semangat Belajar Anak-Anak

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan bantuan kepada anak-anak PAUD korban banjir bandang di Sukabumi. Bantuan berupa alat tulis, susu,...

Berdaulat.id – Andi Irfan Jaya menjadi tersangka teranyar dalam pusaran suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra ke Pinangki Sirna Malasari. Mantan kader Partai NasDem itu disebut-sebut sebagai perantara uang dari Djoko Tjandra ke Pinangki.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto menilai penetapan status tersangka Andi Irfan bukanlah akhir dari penyelesaian kasus Djoko Tjandra. Pasalnya, masih ada beberapa orang yang terlibat dalam hal ini. Pertama, keterlibatan Rahmat yang juga bersama-sama dengan Pinangki, Anita Kolopaking dan Andi Ifran menemui Djoko Tjandra.

“Jadi saya kira, dengan penetapan tersangka dan penahanan Andi Irfan ini satu langkah kedepan dalam kasus Djoko Tjandra. Namun, ini bukanlah akhir dari segalanya karena masih ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat. Dan Ini saya kira tentunya hasil daripada keikusertaan masyarakat selalu mengawasi proses penyidikan kasus ini dan saya harapkan kasus ini biar terang benderang untuk ke depannya,” kata Wihadi saat dihubungi wartawan Kamis (3/9/20).

Di sisi lain, Politikus Gerindra ini pun mengingatkan kepada penyidik Kejagung untuk menelusuri keterlibatkan oknum di Mahkamah Agung (MA) yang dinilainy DPRa ada hubungannya dengan Djoko Tjandra. Karena alasan utama DjokTjan datang ke Indonesia karena ingin mengurus fatwa MA terkait kasus hukumnya.

“Saya juga ingin ingatkan adanya keterlibatan Mahkamah Agung (MA) dalam masalah fatwa yang diurus itu juga bisa terungkap siapa sebenarnya yang sudah dihubungi di MA dan Ini sekali lagi bisa menjadi pintu masuk menyelesaikan kasus ini,” tegas Anggota MKD DPR ini.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung langsung menahan Andi Irfan Jaya usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi dari Djoko Soegiarto Tjandra ke Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Andi dititipkan di Rumah Tanahan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tersangka (Andi Irfan Jaya) akan dilakukan penahanan dengan jenis penahanan rutan ini dan akan ditempatkan di Rutan KPK,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Rabu (2/9/20).

Kejagung telah melakukan koordinasi dengan KPK untuk menitipkan Andi. Penitipan ini merupakan bagian dari fungsi koordinasi supervisi antarpenegak hukum.

“Kami koordinasi untuk menempatkan tersangka AI (Andi Irfan Jaya) dilakukan penahanan di rutan KPK terhitung hari ini,” ujar Hari.

Kejaksaan Agung menetapkan Andi Irfan Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberian gratifikasi yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dalam permintaan pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dari Djoko Tjandra.

“Hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, maka pada hari ini penyidik telah menetapkan satu tersangka lagi dengan inisial AI (Andi Irfan),” kata Hari.

Andi selama ini dikenal sebagai salah seorang teman dekat Jaksa Pinangki dan merupakan politisi dari Partai NasDem di Sulawesi Selatan.

“Disangka melakukan tindak pidana korupsi sesuai Pasal 15 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...