29.1 C
Luwuk
Selasa, Maret 5, 2024

Anggota DPR M.Nabil Haroen : Pemerintah Jangan Impor APD, Mari Berdayakan Industri Dalam Negeri

Baca juga

Berdaulat.id – Terkait dengan rencana Gugus Tugas Covid-19 yang mendatangkan 1 juta Alat Pelindung Diri (APD) dari Korea Selatan. Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengatakan pemerintah akan mendatangkan 1 juta APD dari Korsel, dengan syarat pemerintah mengirim/mengembalikan APD tersebut dengan mengirim kembali produksi dalam negeri.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDI-P M. Nabil Haroen menyampaikan beberapa catatan kepada pemerintah, dan disampaikan ke publik antara lain, Pemerintah harus menimbang ulang rencana impor APD dari Korea Selatan. Kita wajib berdayakan industri lokal dan dorong pengusaha Indonesia untuk memproduksi APD dengan kualitas yang bagus, standar internasional. Apalagi, format kerjasamanya dengan mengembalikan lagi ke Korea Selatan, produksi APD dalam negeri. Ini logikanya sangat aneh.

Kalau impor bahan baku untuk produksi APD dan fasilitas kesehatan, itu mungkin saja. Sepanjang, bahan baku lokal tidak tersedia. Saya berharap, tidak ada yang mengambil untung besar di tengah krisis. Jangan sampai ada permainan ekspor impor untuk kepentingan pribadi.Berdayakan pengusaha lokal, dorong kualitas industri dalam negeri.

Kita punya ribuan pengusaha yang bisa mensuplai APD dalam jumlah besar. Apalagi, sebagian juga ada yang standar internasional, yang mensuplai kebutuhan pasar internasional. Kenapa kita tidak mendukung mereka, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus jika produksinya berlebih, untuk ekspor di pasar internasional. Pemerintah harus hadir mengasistensi mereka, mendukung keberlangsungan usaha.

Pemerintah harus menjamin pengusaha dengan regulasi dan skala ekonomi yang jelas. Jika tidak ada regulasi yang jelas, serta strategi fiskal yang tidak terarah, maka pengusaha akan bingung. Pemerintah harus memastikan regulasi yang jelas, hingga menjamin pelaku industri untuk tetap beroperasi. Dengan demikian, kebutuhan domestik terpenuhi, sekaligus kita bisa mensuplai pasar internasional. (Prasetyo).

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru