29.1 C
Luwuk
Senin, Oktober 19, 2020

Anggota Komisi VI Sebut UU Ciptaker Beri Kemudahan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Anies Di Pusaran Fitnah

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)Pujian dan cacian itu hal biasa. Terutama bagi seorang pemimpin. Dipuji tidak terbang, dicaci tidak...

Pogba Dikabarkan Telah Tentukan Pilihan

Berdaulat.id - Masa depan penyerang Manchester United, Paul Pogba seolah tak habis diperbincangkan. Bagaimana, dua klub raksasa, Real Madrid...

PLN (Persero) RDP Dengan Komisi VII DPR , Bahas Kenaikan Listrik

Berdaulat.id - Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini beserta jajarannya mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di ruang...

Di Real Madrid Penampilan Eden Hazard Belum Maksimal

Berdaulat.id - Gelandang serang Real Madrid, Eden Hazard hingga saat ini masih belum memperlihatkan kontribusi permainannya secara maksimal. Selama...

Berdaulat.id – Anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin menyebutkan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja merupakan terobosan penting bagi Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan dan memperlancar investasi di Indonesia.

“UU ini akan memberikan kemudahan dan menghilangkan regulasi atau birokrasi yang sebelumnya dinilai tumpang tindih (debirokratisasi),” kata Mukhtarudin lewat keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Mukhtarudin memaparkan berdasarkan kajian dan pemeringkatan dunia seperti S&P Global Ratings, kemudahan berusaha dan daya saing Indonesia masih relatif tertinggal dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Selain itu, laporan EoDB (2020) dan Laporan IMD World Competitiveness Center (2019) peringkat kemudahan berusaha, Indonesia berada di peringkat 73, di bawah Malaysia peringkat 12 dan Thailand di peringkat 21.

Dari sisi daya saing berdasarkan Global Competitiveness Index pada 2019, Indonesia berada pada peringkat 50, sementara Malaysia di peringkat 27 dan Thailand di peringkat 40.

Sedangkan data investasi dunia terhadap Indonesia, hanya sebesar 1,97 persen rata-rata per tahun, yaitu sebesar 1.417,8 miliar dolar AS (2012-2016), dan capaian target rasio investasi sebesar 32,7 persen (2012-2016) di bawah target RPJMN sebesar 38,9 persen pada 2019.

“Dengan target pertumbuhan ekonomi sekitar lima hingga enam persen, memerlukan investasi baru sebesar Rp4.800 triliun, di mana dari setiap satu persen pertumbuhan ekonomi memerlukan investasi sebesar Rp800 triliun,” ujar Mukhtarudin.

Ia menambahkan regulasi dan birokrasi yang berbelit membuat para investor kesulitan untuk memulai investasi dan membuat mereka tidak tertarik untuk berusaha di Indonesia.

Contohnya, masalah perizinan dan administrasi yang tumpang tindih, hingga masalah pengadaan tanah dan perpajakan yang rumit.

Investasi kadang kala juga terhambat oleh undang-undang sektor lainnya, dengan melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, misalkan antara lain tentang otonomi daerah, ketenagakerjaan dan lingkungan hidup.

Sedangkan untuk mengubah salah satu UU tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan bisa saja malah berbenturan dengan UU yang lainnya, sehingga hasilnya pun tidak tuntas dan memakan waktu yang lama.

“Untuk itulah dibuat satu UU Cipta Kerja, dengan istilah omnibus law untuk menyatukan dan menyederhanakan beberapa regulasi, dalam waktu yang bisa dipercepat dan lebih efisien,”  tegas Mukhtarudin.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

KPUD Sultra Bakal Berlakukan 12 Hal

Berdaulat.id - KPU Sulawesi Tenggara menyampaikan bakal memberlakukan 12 hal baru di tempat pemungutan suara (TPS) guna mencegah potensi terjadinya klaster baru...

Sepanjang Senin Jakarta Diperkirakan Hujan

Berdaulat.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah Jakarta diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin siang...

Munas MUI akan Digelar Akhir November

Berdaulat.id - Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia direncanakan digelar pada 25-28 November 2020 secara daring dan Ketua Umum MUI (nonaktif) KH Ma’ruf...

Lihat Sekolah Dan Balai Kampung Kakuna Usang, TMMD Kodim 1711 Lakukan Pengecatan

Berdaulat.id - ​Kepedulian kembali ditunjukkan oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-109 tahun 2020 Kodim 1711/Boven Digoel yang saat ini masih...

Menaker Ida Ajak Muhammadiyah Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi SDM Indonesia

Berdaulat.id- Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengajak Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk berkolaborasi meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Menurut Menaker Ida, setiap tahun...