29.1 C
Luwuk
Sabtu, November 28, 2020

Anis : Tidak Elok Mencetak Uang Untuk Souvenir Saat Kondisi Ekonomi Sulit

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Pertamina Marketing Targetkan Sembilan Tirik Lembaga Baru

Berdaulat.id - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi menargetkan sembilan titik lembaga baru di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) untuk...

BKSP DPD RI: Pertahankan Status Global Geopark Kaldera Toba

Berdaulat.id - Sidang Dewan Eksekutif ke 209 UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau Organisasi PBB untuk Bidang Pendidikan, Sains...

Wahdah Islamiyah Salurkan Bantuan APD untuk Tenaga Medis di RSUD Majene

Berdaulat.id - Satgas Wahdah Tanggap Corona (WTC) Majene menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis di RSUD Majene, Sulawesi Barat,...

DKPP Minta Parpol Tertibkan Administrasi Silon dan Sipol

Berdaulat.id - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengimbau seluruh partai politik untuk menertibkan administrasi sistem informasi pencalonan (Silon) dan sistem informasi partai...

Bank Indonesia (BI) pada Senin, 17 Agustus 2020, merilis uang baru pecahan senilai Rp 75.000. Namun, uang khusus edisi Kemerdekaan RI ke-75 ini dikabarkan bukan berfungsi sebagai alat tukar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, uang khusus yang diterbitkan ini bukanlah uang baru yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan ekonomi. “Uang ini khusus untuk peringatan peristiwa, yakni dalam rangka memperingati HUT RI ke-75,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual (17/8).

Menanggapi dirilisnya uang 75.000 baru ini, Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengatakan bahwa di saat sedang pandemik dimana ekonomi masyarakat sedang tidak baik, keluarnya uang baru menjadi kurang elok. ” Karena orang tertarik merogoh kocek 75 ribu hanya untuk satu lembar souvenir. Sementara situasi kita sedang sulit,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, Foto : Net.

Anis menilai, walaupun uang rupiah khusus ini dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi biasanya tidak digunakan sebagai alat tukar. Menurutnya, secara umum orang tidak akan membelanjakan uang tersebut atau hanya akan disimpan sebagai koleksi saja. Karena walaupun dapat menjadi alat pembayaran, uang rupiah edisi Kemerdekaan ke-75 tahun RI ini dicetak “terbatas”, yakni hanya 75 juta lembar. Sehingga orang akan cenderung menyimpannya atau menjadikannya sebagai koleksi. “Di sinilah letak ketidakelokannya,” ujar Anis.

Ketika seharusnya masyarakat umum bisa membelanjakan uang itu untuk hal yang lain, nmereka malah menyimpannya hanya demi koleksi, sementara kondisi ekonomi kita sedang kurang baik. Padahal 75 juta lembar uang yang dicetak itu, akan menjadi nilai yang luar biasa jika semua dibeli oleh masyarakat. “Berpotensi jadi fresh money untuk negara, dan ditarik dari uang rakyat” tegasnya. Jika dicoba untuk di hitung, 75 juta lembar dikalikan dengan 75 ribu rupiah , maka akan terkumpul uang sebesar Rp 7,5 trilyun. “Jumlah yang luar biasa, dan itu murni berasal dari uang rakyat” ungkapnya menekankan.

Kemudian, politisi perempuan PKS ini mengingat kembali bahwa kita sedang dalam kondisi pandemik yang berdampak ke semua sektor ekonomi. Akan sangat tidak pantas jika saat negara ingin meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi masyarakat malah harus menyisihkan Rp 75.000 hanya untuk uang khusus “souvenir”. Sesuatu yang memiliki niat baik, tetapi dilaksanakan di saat yang tidak tepat. “Dikhawatirkan malah akan menimbulkan polemik panjang,” pungkasnya.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...