29.1 C
Luwuk
Selasa, November 24, 2020

AS Tolak Bayar Utang ke WHO

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ninja ZX-25R Bakal Hadir di Indonesia

Berdaulat.id - Setelah ditunda beberapa bulan, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) akhirnya memboyong Ninja ZX-25R ke Indonesia. Melalui peluncuran virtual, Jumat, PT...

Jelang Berakhirnya PSBB di Jakarta, Pemprov Diminta Siapkan Protokol Kesehatan

Berdaulat.id - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III yang akan berakhir pada 4 Juni di Ibukota Indonesia, membuat pemerintah kota Jakarta...

Kemenag: Ikhlaskan Diri, Beribadah di Rumah Saja Selama Ramadan

Berdaulat.id - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa melaksanakan ibadah Ramadan di rumah saja merupakan pilihan yang harus diambil...

Mendes PDTT Sebut Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Pencegahan COVID-19

Berdaulat.id - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, segala daya upaya dilakukan melawan pandemi COVID-19...

Berdaulat.id – Amerika Serikat pada Rabu (2/9/20) kemarin, mengatakan tidak akan membayar utangnya sekitar 80 juta dolar AS (setara dengan Rp1,16 triliun) kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang bermarkas di Jenewa, Swiss.

Sebaliknya, AS akan mengarahkan kembali uang tersebut untuk membantu negara itu membayar tagihan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Amerika Serikat berencana meninggalkan WHO pada 6 Juli 2021, setelah Presiden Donald Trump menuduh organisasi PBB itu menjadi boneka China selama pandemi virus corona.

WHO membantah tuduhan Trump itu.

Berdasarkan resolusi bersama yang dikeluarkan Kongres AS tahun 1948, Trump harus memberikan pemberitahuan satu tahun sebelumnya tentang penarikan keanggotaan AS dari WHO.

AS juga oleh resolusi itu diharuskan membayar utang Washington untuk tahun fiskal saat ini kepada organisasi tersebut.

Nerissa Cook, wakil asisten menteri luar negeri Biro Urusan Organisasi Internasional Departemen Luar Negeri, mengatakan utang Amerika Serikat saat ini kepada WHO berjumlah sekitar 18 juta dolar untuk tahun fiskal 2019 dan 62 juta dolar untuk tahun fiskal 2020.

“Keduanya sedang bersama-sama diprogram ulang ke PBB untuk membayar biaya reguler PBB,” kata Cook. Ia merujuk pada uang yang harus dibayarkan Washington kepada PBB di New York.

Alma Golden, asisten administrator untuk kesehatan global Badan AS untuk Pembangunan Internasional, mengatakan Washington telah mengidentifikasi mitra-mitra baru untuk melanjutkan bantuan kesehatan global yang telah dilakukan AS dengan WHO.

Namun, ia mengatakan pembayaran satu kali sebesar 68 juta dolar (sekitar Rp993 miliar) akan diberikan kepada WHO untuk bantuan kesehatan di Libya dan Suriah serta upaya untuk memberantas polio di negara-negara prioritas.

Saingan politik Trump, mantan Wakil Presiden Joe Biden, mengatakan bahwa, jika dirinya berhasil mengalahkan Trump pada pilpres November, ia akan membawa AS bergabung kembali dengan WHO. (Reuters)

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Berdaulat.id - Musyawarah Nasional ke-10 menjadi momentum pergantian kepengurusan dan kepemimpinan di Majelis Ulama Indonesia Pusat. Munas memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan jabatan dan...

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasama dengan Humas dan Pemberitaan MPR RI menggelar Diskusi 4 Pilar, dengan tema "Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19...

Pembangunan Gedung DPRD dan Pengadaan Kambing di Purbalingga Jadi Sorotan

Berdaulat.id - Koordinator Kaki Publik, Wahyudin Jali mengatakan, saat ini di Pemerintah Kabupaten Purbalingga sedang viral. Pertama, adanya kejanggalan proyek  pembangunan Gedung...

Berikut Salah Satu Obat Agar Tetap Waras Selama Pandemi Covid-19

Berdaulat.id - Tak hanya kesehatan fisik, Anda juga perlu menjaga mental tetap sehat selama pandemi COVID-19 dan salah satunya bisa dengan berjalan-jalan...

Kemenperin Konsisten Kembangkan Desainer Muslim

Berdaulat.id - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka terus berupaya mengembangkan potensi desainer fesyen muda Indonesia yang sangat...