29.1 C
Luwuk
Selasa, Oktober 20, 2020

Banyak Permintaan Ponsel Dengan Harga Murah

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ketua MPR RI : Tunda Mudik Jika Sayang Keluarga dan Orang Tua

Berdaulat.id - Tunda mudik, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan masyarakat terhadap resiko besar peningkatan kematian akibat Covid-19 yang menanti jika memaksakan...

Ini Alasan Din Syamsuddin Gugat UU Corona

Berdaulat.id - Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin beserta 61 tokoh dan 9 ormas yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Penegak Kedaulatan (KMPK)...

AHY Umumkan Kepengurusan DPP Partai Demokrat 2020-2025, Ini Susunannya

Berdaulat.id - Ketua Umum Partai Demokrat terpilih, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengumumkan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat masa bakti...

Legislator Asal Sulut Sebut Protokol Rapid Test Covid-19 Ditunggu Masyarakat

Berdaulat.id,- Perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar strategi rapit test COVID-19 dilakukan secara Massal, sangat ditunggu masyarakat.

Lembaga riset IDC mengumumkan ponsel kelas low-end, atau ponsel murah, paling banyak dicari di Indonesia pada kuartal kedua 2020, untuk belajar dari rumah.

Dalam laporan kuartal II yang diterima, Jumat, IDC mencatat pengiriman ponsel di Indonesia pasca-kuartal tersebut merupakan rekor terendah sejak 2016.

Secara total, pengiriman ponsel di Indonesia mencapai 7,1 juta unit, turun 26 persen secara year-on-year atau 3 persen secara quarter-on-quarter.

Penurunan tersebut diakibatkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ketat pada separuh kuartal kedua, kemudian membaik setelah karantina melonggar mulai Juni.

IDC mencatat terdapat permintaan tinggi untuk ponsel harga 100 hingga 200 dolar, atau sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta, untuk digunakan sekolah dari rumah.

Permintaan ponsel kelas low-end melebihi 75 persen, meningkat 48 persen dibandingkan tahun lalu.

Ponsel terpopuler

IDC mencatat lima besar merk terpopuler di Indonesia berdasarkan pengiriman adalah, secara berurutan vivo, OPPO, Samsung, Xiaomi dan realme.

Catatan IDC Indonesia, vivo (26,8 persen) memegang pangsa pasar terbesar pada segmen low-end, melalui penjualan di unorganized ritel yang tetap buka ketika kebijakan PSBB.

Sementara OPPO (21,2 persen), merk tersebut kuat pada segmen menengah, kisaran harga 200-400 dolar (Rp3 juta hingga Rp5,8 juta).

Merk Samsung (18,7 persen) kuat dengan seri M, sementara Xiaomi (16,9 persen) unggul di kelas ultra low-end atau di bawah 100 dolar, kurang dari Rp1,5 juta.

IDC mencatat pengiriman realme (14,2 persen) menurun pasokan terbatas selama dua kuartal berturut-turut.

IDC memperkirakan pemulihan pasar ponsel pintar di Indonesia akan lambat karena pemerintah kembali memperketat PSBB.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Majelis Rakyat Papua Temui Ketua MPR RI

Berdaulat.id -Ketua MPR RI Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua MPR Arsul Sani dan Ketua For Papua Yorrys Raweyai, Sekretaris For Papua Filep...

Hamzah Haz Dirawat di ICU Karena Kondisi Kesadaran Menurun

Berdaulat.id - Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Hamzah Haz mengalami penurunan kesadaran sehingga dirawat di ruang rawat intensif (ICU) RSPAD Gatot Soebroto...

KPUD Sultra Bakal Berlakukan 12 Hal

Berdaulat.id - KPU Sulawesi Tenggara menyampaikan bakal memberlakukan 12 hal baru di tempat pemungutan suara (TPS) guna mencegah potensi terjadinya klaster baru...

Sepanjang Senin Jakarta Diperkirakan Hujan

Berdaulat.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah Jakarta diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin siang...

Munas MUI akan Digelar Akhir November

Berdaulat.id - Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia direncanakan digelar pada 25-28 November 2020 secara daring dan Ketua Umum MUI (nonaktif) KH Ma’ruf...