29.1 C
Luwuk
Kamis, Februari 25, 2021

Banyak Permintaan Ponsel Dengan Harga Murah

Data Real Time COVID-19

Baca juga

PUPR Optimistis Penataan Lima KSPN Tuntas di 2021

Berdaulat.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimistis penataan lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) akan rampung pada...

Ketua MPR RI Minta Masyarakat Bersatu Lawan Penyebaran Virus Corona

Berdaulat.id,-Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan ditengah keprihatinan situasi dan kondisi yang sedang dihadapi dengan merebaknya virus Covid-19, baik di tingkat nasional...

Silaturahmi ke Ketua MUI Sulsel, Kapolri : Dukungan Ulama Sangat Penting Untuk Menjaga Kamtibmas

Berdaulat.id, MAKASSAR- Setelah memberikan arahan kepada para pejabat utama Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kapolri Jenderal Polisi Listyo...

Perihal Keamanan di Kota New York

Oleh: Imam Shamsi Ali (Nusantara Foundation USA)BERHUBUNG karena banyaknya yang bertanya, juga berita yang nampaknya terlalu didramatisir secara berlebihan tentang kota New...

Lembaga riset IDC mengumumkan ponsel kelas low-end, atau ponsel murah, paling banyak dicari di Indonesia pada kuartal kedua 2020, untuk belajar dari rumah.

Dalam laporan kuartal II yang diterima, Jumat, IDC mencatat pengiriman ponsel di Indonesia pasca-kuartal tersebut merupakan rekor terendah sejak 2016.

Secara total, pengiriman ponsel di Indonesia mencapai 7,1 juta unit, turun 26 persen secara year-on-year atau 3 persen secara quarter-on-quarter.

Penurunan tersebut diakibatkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ketat pada separuh kuartal kedua, kemudian membaik setelah karantina melonggar mulai Juni.

IDC mencatat terdapat permintaan tinggi untuk ponsel harga 100 hingga 200 dolar, atau sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta, untuk digunakan sekolah dari rumah.

Permintaan ponsel kelas low-end melebihi 75 persen, meningkat 48 persen dibandingkan tahun lalu.

Ponsel terpopuler

IDC mencatat lima besar merk terpopuler di Indonesia berdasarkan pengiriman adalah, secara berurutan vivo, OPPO, Samsung, Xiaomi dan realme.

Catatan IDC Indonesia, vivo (26,8 persen) memegang pangsa pasar terbesar pada segmen low-end, melalui penjualan di unorganized ritel yang tetap buka ketika kebijakan PSBB.

Sementara OPPO (21,2 persen), merk tersebut kuat pada segmen menengah, kisaran harga 200-400 dolar (Rp3 juta hingga Rp5,8 juta).

Merk Samsung (18,7 persen) kuat dengan seri M, sementara Xiaomi (16,9 persen) unggul di kelas ultra low-end atau di bawah 100 dolar, kurang dari Rp1,5 juta.

IDC mencatat pengiriman realme (14,2 persen) menurun pasokan terbatas selama dua kuartal berturut-turut.

IDC memperkirakan pemulihan pasar ponsel pintar di Indonesia akan lambat karena pemerintah kembali memperketat PSBB.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Pemantapan Komunikasi Publik, Konferensi Pers Polda Sulteng Hadirkan Interpreter

Berdaulat.id, Palu Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Konferensi Pers yang diselenggarakan Polda Sulawesi Tengah pagi ini, Kamis...

OJK Diminta Segera Setujui Pencairan Kelebihan Dana Cadangan Bumiputera

Berdaulat.id, Jakarta – Kasus gagal bayar nasabah atau pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera tak kunjung tuntas...

Dukung Pemulihan Pasca Gempa, Wahdah Islamiyah Serahkan Ambulance ke Sulawesi Barat

Berdaulat.id, Mamuju - Pengurus pusat Wahdah Islamiyah melakukan serah terima satu unit mobil ambulance kepada pengurus wilayah...

Mentan SYL : Untuk Ekspor Komoditas Pertanian Terobos Dulu, Kami Siap Backup

Berdaulat.id, Jakarta – Untuk pertama kalinya komoditas produk olahan unggas dan sapi asal Indonesia berhasil menembus pasar...

Wujudkan Transparansi, Kapolri Launcing Aplikasi Dumas Presisi

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi...