29.1 C
Luwuk
Senin, November 30, 2020

Bareskrim Diminta Periksa Perantara Pemberi Uang dari Djoko Tjandra ke Pinangki

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Peluang Bisnis Herbal Saat New Normal

JAKARTA - Herbal merupakan salah satu komoditas di antara sekian produk lainnya yang saat ini laris manis...

Demi Kemandirian Bangsa, Dokter di Sumbar Bangun lab COVID-19

Berdaulat.id - Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Sumatera Barat, dr. dr. Andani Eka Putra mengaku membangun...

Soal PSBB, Hasto Minta Kepala Daerah dari PDIP Tak Ambil Keputusan Tergesa-gesa

Berdaulat.id - Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan kepala daerah yang merupakan kader partai untuk tidak mengambil keputusan tergesa-gesa untuk melakukan...

Satu Podium dengan Rossi Ini Kata Quartararo

Berdaulat.id - Pembalap yamaha non pabrikan, Fabio Quartararo merasa senang lantaran ia bisa berada satu podium dengan Valentino Rossi saat menjuarai seri...

Berdaulat.id – Kejaksaan Agung resmi menetapkan jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka. Pinangki diduga menerima hadiah atau janji berkaitan dengan Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra, diduga aliran dana senilai 500 ribu US Dolar .

Anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto berpendapat, jika seorang Pinangki bukanlah aktor utama dalam kasus Djoko Tjandra, melainkan ada beberapa orang didudga kuat mempunyai peranan penting dalam masalah ini, meskipun saat ini baru sebatas jaksa Pinangki diduga menerima aliran dana dari Joker panggilan Djoko Tjandra.

“Kalau saya berpandangan Pinangki bukanlah aktor utama dalam kasus Djoko Tjandra, melainkan ada dua orang dimana mereka punya peran sebagai orang mengatur perkara Djoko Tjandra di Kejagung,” kata Wihadi saat dihubungi wartawan, Senin (24/8/20).

Wihadi pun mengaku mendapat informasi jika aliran dana didapat oleh Jaksa Pinangki itu ada dari orang-orang yang dekat dengan Djoko Tjandra.

“Kalau saya dapat informasinya itu ada dua dan kedua orang ini adalah orang diduga terlibat dan paling tau soal Djoko Tjandra, dengan inisial AI dan R,” terang politikus Gerindra ini.

Lebih lanjut Wihadi menilai, jika seorang pemberi suap kepada dua polisi yang ikut terlibat dalam kasus Djoko Tjandra saja diperiksa, maka tidak menutup kemungkinan juga orang dekat Djoko Tjandra sudah berkomunikasi langsung dengan Jaksa Pinangki, apalagi sudah mengalirkan dana 500 ribu US Dolar untuk memuluskan kasus Djoko Tjandra harus segera diperiksa oleh Bareskrim Polri.

“Kalau seorang sebagai pemberi dana di kasus 2 jenderal polisi aktif ikut dalam kasus Djoko Tjandra diperiksa, maka seharusnya pemberi dana Jaksa Pinangki juga mendapatkan perlakuan yang sama tidak ditutup-tutupi. Karena hingga saat ini pemberi dana ke Jaksa Pinangki tidak diungkap siapa orangnya, karena pasti bukan Djoko Tjandra sendiri langsung memberikan ke Jaksa Pinangki,” ujarnya. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Berdaulat.co.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas Pemberitaan MPR RI menggelar diskusi Empar Pilar Kebangsaan MPR RI dengan tema "Kebangkitan...

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...