29.1 C
Luwuk
Senin, September 27, 2021

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Kalemdiklat Polri secara Resmi Membuka Sekolah Inspektur Polisi Angkatan ke 50 Ta. 2021

Berdaulat.id, Sukabumi 18/03/2021, Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Dr. H. Rycho Amelza Dahniel, M.Si bertindak selaku Inspektur...

Bulog Diminta Pastikan Harga Tetap Stabil

Berdaulat.id - Ditengah penyebaran wabah COVID-19, Bulog diminta untuk memastikan harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil. Demiikian diungkapkan Anggota Komisi...

Mahfud MD Tegaskan Tidak Ada Data COVID-19 yang Disembunyikan Pemerintah

Berdaulat.id - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah sudah proaktif dalam menyampaikan informasi...

Komjak Diminta Kejagung Tak Periksa Jaksa Pinangki, Begini Kata DPR

Berdaulat.id - Komisi Kejaksaan (Komjak) mengaku mendapat surat dari Kejaksaan Agung yang meminta tidak perlu meminta Jaksa Pinangki Sirna Malasari untuk diperiksa...

Berdaulat.id – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran UU ITE terkait penyebaran ujaran kebencian dan berita hoaks yang menyebabkan demo penolakan UU Cipta Kerja berakhir ricuh, sudah dinyatakan P21 atau lengkap.

“Iya, dua orang sudah P21,” kata Awi Setiyono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (27/11/20).

Dua orang tersangka itu adalah Syahganda Nainggolan (SN) dan Jumhur Hidayat (MJH).

Selanjutnya rencananya kedua tersangka dan barang bukti akan diserahkan ke Kejaksaan Agung atau penyerahan tahap II pada awal Desember 2020 untuk selanjutnya menunggu jadwal persidangan.

Untuk tersangka Kingkin Anida (KA) beserta barang bukti telah lebih dulu diserahkan tahap II ke Kejaksaan Agung pada 24 November 2020 .

Sementara berkas perkara enam tersangka lainnya yaitu Khairi Amri (KA), Juliana (J), Novita Zahara (NZ), Wahyu Rasari Putri (WRP), Anton Permana (AP) dan DW dinyatakan P19 dan berkas perkara dikembalikan ke penyidik Bareskrim untuk dilengkapi. “Sisanya P19,” ucap Awi.

Sementara tersangka VE masih dalam proses penyidikan.

Selain itu tersangka kasus dugaan penghasutan demo penolakan UU Cipta Kerja yang ditangani Polda Kalbar yaitu tersangka YAB alias Yazid yang masih di bawah umur, kasus-nya dilakukan diversi. Sementara tersangka EB sudah dinyatakan P21 (berkas perkara lengkap).

“Tersangka EB, rencananya tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan) pada awal Desember 2020,” tutur Awi.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE, Pasal 14 ayat 1 dan 2, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman enam tahun hingga 10 tahun penjara.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap delapan orang petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jakarta dan Medan, Sumut dalam rentang waktu 9 – 13 Oktober 2020.[]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Mengisi Tabligh Akbar Menuju Muktamar IV, Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah Ajak Warga Sultra Berkarya Mewujudkan Bakti dan Setia Untuk indonesia

Berdaulat.id, Kendari - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses menggelar Tabligh Akbar secara...

Hadiri Silaturahim MPUII, Puluhan Ulama dan Tokoh Siap Bersinergi

Berdaulat.id, Jakarta - Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia (MPUII) menggelar acara Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat di...

Wahdah Islamiyah, Bakal Gelar Webinar Nasional Bertema Ketahanan Keluarga Dalam Berbangsa

Berdaulat.id, MAKASSAR -- Wahdah Islamiyah pada bulan Desember mendatang bakal menghelat Muktamar ke-IV. Menyemarakkan Muktamar tersebut panitia...

Jangan Bernyanyi Di Panggung Yang Salah

Tony RosyidPengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Berdaulat.id, Selain senang menulis di jurnal ilmiah dan...

Perdamaian Yang Egoistik

Imam Shamsi Ali* Berdaulat.id, Tanggal 21 September adalah hari pertama Sidang Majelis Umum PBB...