29.1 C
Luwuk
Minggu, Agustus 1, 2021

Bawaslu Bubarkan Lima Kampanye Pilkada Langgar Prokes

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Fraksi PKS DPR: HUT RI Jadi Momentum Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

Berdaulat.id - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini atas nama pimpinan dan anggota Fraksi PKS dari tingkat pusat hingga daerah mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan...

Jelang Grand Slam AS, Andy Murray Siapkan Mental

Berdaulat.id - Petenis Andy Murray masih merasa resah dengan perjalanan ke New York untuk mengikuti US Open di tengah pandemi COVID-19, oleh...

Kisruh Haji

Tony RosyidPengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Berdaulat.id, Haji batal lagi! Begitu gerutu banyak pihak....

Lemahnya Rupiah Bisa Menguat Lagi Karena Ini

Berdaulat.id - Meski mengalami penurunan, Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar masih bisa mengalami kenaikan. Hal itu, seiring mulai stabilnya harga minyak...

Berdaulat.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau mengatakan telah membubarkan lima kegiatan pasangan calon (paslon) yang melanggar protokol kesehatan (prokes) selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di beberapa daerah.

“Jika kita persentasekan pelanggaran prokes dengan jumlah selama masa kampanye pilkada sembilan kabupaten/kota yang berlangsung, itu sebetulnya kecil,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan di Pekanbaru, Jumat.

Namun demikian, dikatakan Rusidi, hal sekecil apapun itu Bawaslu tegas dalam mengawasi pelanggaran protokol kesehatan hingga ke pelosok desa di masa pandemi COVID-19 ini.

“Tujuannya menghindari munculnya klaster baru penularan di kalangan pemilih,” katanya.

Bahkan, Rusidi mengatakan, selain membubarkan lima kampanye, Bawaslu juga telah memberikan 10 surat peringatan kepada paslon agar disiplin menerapkan 4 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan dalam tiap kegiatannya.

“Aturannya juga ditegaskan dalam Peraturan KPU (PKPU) nomor 6 disebutkan, dalam menangani protokol kesehatan, langsung diberikan peringatan di tempat saat dilakukan pelanggaran. Kalau satu jam belum juga berubah, maka kita dibantu kepolisian membubarkan kampanye tersebut,” katanya.

Dia mengklaim keberhasilan tim Bawaslu selama masa kampanye terbilang bagus karena tidak ada kasus kemunculan klaster pilkada di Riau.

Dia berharap hal ini akan terus bertahan dan terjaga hingga pelaksanaan pilkada dan penghitungan suara di sembilan kabupaten/kota selesai.

“Ini adalah keberhasilan kita semua, masyarakat, paslon, Parpol dan elemen di dalamnya yang memiliki komitmen tinggi, termasuk aparat Kepolisian dan Kejati untuk disiplin pada prokes,” kata Rusidi.

Lebih lanjut, Rusidi juga mengimbau kepada semua paslon Pilkada Serentak 2020 di Riau agar menegakkan prokes ketat saat berkampanye, dengan menerapkan 4 M dengan kesadaran bersama.

“Kita tidak mau ada klaster pilkada di Riau,” tukasnya.[]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Dukung Kelancaran Distribusi Oksigen, Kemnaker Kerahkan Pengawas Ketenagakerjaan Supervisi ISO Tank

Berdaulat.id - Untuk memastikan pendistribusian oksigen ke berbagai tempat berjalan aman dan lancar, Kementerian Ketenagakerjaan menginstruksikan Pengawas Ketenagakerjaan, baik yang ada di...

Pasutri ditangkap karena berhasil kelabui korban di dalam ATM

Berdaulat.id, Palu - Pasangan suami istri (pasutri) dicokok tim scorpion Ditreskrimum Polda Sulteng setelah menjadi buron sejak...

AR Learning Center Adakan Certified Financial Report Secara Virtual

Berdaulat.id, Gorontalo - Dalam rangka menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di setiap lembaga atau instansi...

Bahaya “Jurnalisme Omongan” Pejabat

Oleh: Yons Achmad(Pengamat Komunikasi. Pendiri Komunikasyik.com) Apa itu “Jurnalisme Omongan” pejabat? Praktik jurnalisme yang...

Indonesia Juara Angka Kematian Akibat Covid, Netty: Pantau Pasien Isoman!

Berdaulat.id, Jakarta -  Kasus kematian harian karena Covid-19 pada Rabu (28/7)  tercatat 2.069 orang. Indonesia menjadi negara...