29.1 C
Luwuk
Minggu, November 29, 2020

Berantas Miras, Polsek Bunta Sita Cap Tikus di Rumah Warga

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Anggota Komisi VI Sebut UU Ciptaker Beri Kemudahan

Berdaulat.id - Anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin menyebutkan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja merupakan terobosan penting bagi Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan dan memperlancar...

Tolak UU Ciptaker, Massa Bentrok Dengan Aparat Didepan Gedung DPRD Kab Banggai

Berdaulat.id - Tak hanya di Ibukota, Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) atau Omnibus Law pun terjadi di berbagai daerah...

Megawati Resmikan 20 Kantor Partai Secara Daring Hari Ini

Berdaulat.id - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri akan meresmikan 20 kantor partai yang berada di sejumlah daerah melalui telekonferensi, Rabu...

Puluhan Kelompok Aktivis Kecam Genosida Minoritas Uighur di China

Berdaulat.id - Puluhan kelompok aktivis mengatakan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida sedang terjadi pada minoritas Uighur di wilayah Xinjiang yang terpencil...

Berdaulat.id – Sejumlah rumah di wilayah Kelurahan Bunta I, Kecamatan Bunta, kembali dirazia polisi, Senin malam (28/9). Razia itu dilakukan lantaran disinyalir menjual miras jenis cap tikus.

Dalam kegiatan itu, polisi berhasil menyita sejumlah miras cap tikus dan diamankan di Mapolsek Bunta.

“Ada tiga rumah yang kita geledah serta berhasil menyita lima kantong cap tikus serta sebuah jeriken ukuran 20 liter berisikan sekitar 2 liter cap tikus,” ungkap Kapolsek Bunta Iptu Nanang Afriko SH, MH.

Iptu Nanang Afriko pun mengingatkan, para warga tersebut untuk tidak lagi menyimpan ataupun menjual minuman haram dalam jenis apapun tanpa izin penjualan.

“Para pelaku ini kita berikan teguran keras. Jika ditemukan lagi akan diproses lanjut,” tegas Iptu Nanang.

Perwira berpangkat dua balak ini menambahkan, razia terhadap minuman terlarang masif dilakukan sebab salah satu faktor pemicu terjadinya tindakan kriminalitas berawal dari mengonsumsi miras.

“Ini rutin dilakukan hingga benar-benar peredarannya bisa ditekan seminimal mungkin. Demi terciptanya kamtibmas yang kondusif,” tandas Iptu Nanang.*

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...