29.1 C
Luwuk
Selasa, November 24, 2020

Berkas Perkara Kasus Pemalsuan Surat Djoko Tjandra Sudah P21

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Komisi I DPR Kecam Aneksasi Israel Di Palestina

Berdaulat.id - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid didampingi Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dan sejumlah anggota...

Dapat WTP 14 Kali, DPD RI Cetak Rekor Temuan Paling Sedikit

Berdaulat.id - Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang juga Auditor III Achsanul Qosasi memuji laporan dan pengelolaan uang negara di Dewan...

Semangat Keikhlasan Da’i Dalam Berdakwah, WIZ Salurkan Bantuan

JAKARTA- Serahterima donasi bingkisan da'i sudah terlaksana pada Selasa (16/6) di kantor WIZ Jakarta, Pasar Minggu. Perwakilan...

Pemkot Palu Gelar Razia Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Berdaulat.id - Pemerintah Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah mulai Kamis melaksanakan razia bagi pengguna jalan yang melanggar protokol kesehatan COVID-19 di daerah...

Berdaulat.id – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ferdy Sambo mengatakan berkas perkara kasus pemalsuan surat terkait Djoko Tjandra telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung.

Berkas perkara yang dinyatakan lengkap tersebut untuk tiga tersangka, yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo (BJP PU), Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, dan Djoko Soegiarto Tjandra.

“Dalam kasus surat palsu dengan tersangka BJP PU, Anita Kolopaking, dan Djoko Tjandra sudah dinyatakan lengkap oleh JPU,” ujar Ferdi dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (25/9/20).

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas perkara surat jalan palsu Djoko Tjandra tahap I ke Kejaksaan Agung, Jumat (4/9/20).

Dalam kasus pemalsuan surat jalan ini ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Djoko Tjandra, Anita Kolopaking dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Berkas perkara tersangka Anita tebalnya 2.025 lembar, berkas tersangka Djoko setebal 1.879 lembar dan berkas tersangka Prasetijo setebal 2.080 lembar.

Namun, pada Rabu (9/9/20), Kejaksaan Agung mengembalikan berkas perkara tiga tersangka tersebut ke Bareskrim Polri karena jaksa penuntut umum menilai masih ada yang perlu dilengkapi penyidik pada berkas perkara tersebut.

Selanjutnya pada Kamis (17/9), penyidik Bareskrim menyerahkan kembali tahap I berkas perkara kasus pemalsuan surat terkait Djoko Tjandra ke Kejaksaan Agung.

Usai dinyatakan lengkap, penyidik Bareskrim selanjutnya akan melakukan pelimpahan tahap II, yaitu melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada pihak Kejaksaan Agung.

Ferdy mengatakan, pelimpahan tahap kedua tersebut rencananya akan dilakukan pada Senin mendatang.

“Selanjutnya akan dilaksanakan tahap II pada Hari Senin (28/9/20),” kata Ferdi. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Berdaulat.id - Musyawarah Nasional ke-10 menjadi momentum pergantian kepengurusan dan kepemimpinan di Majelis Ulama Indonesia Pusat. Munas memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan jabatan dan...

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasama dengan Humas dan Pemberitaan MPR RI menggelar Diskusi 4 Pilar, dengan tema "Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19...

Pembangunan Gedung DPRD dan Pengadaan Kambing di Purbalingga Jadi Sorotan

Berdaulat.id - Koordinator Kaki Publik, Wahyudin Jali mengatakan, saat ini di Pemerintah Kabupaten Purbalingga sedang viral. Pertama, adanya kejanggalan proyek  pembangunan Gedung...

Berikut Salah Satu Obat Agar Tetap Waras Selama Pandemi Covid-19

Berdaulat.id - Tak hanya kesehatan fisik, Anda juga perlu menjaga mental tetap sehat selama pandemi COVID-19 dan salah satunya bisa dengan berjalan-jalan...

Kemenperin Konsisten Kembangkan Desainer Muslim

Berdaulat.id - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka terus berupaya mengembangkan potensi desainer fesyen muda Indonesia yang sangat...