29.1 C
Luwuk
Kamis, November 26, 2020

Calon Kepala Daerah Diminta Wajib Laporkan Akun Resmi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Mendagri Resmi Lantik Sejumlah Pejabat Eselon I

Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi melantik sejumlah pejabat Eselon I di Lingkungan...

Ajukan Ambang Batas Parlemen 7 Persen, Ini Alasan Fraksi NasDem

Berdaulat.id - Usulan Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) soal kenaikan ambang batas parlemen sebesar 7 persen belum merupakan final dan masih bisa...

Republik Buzzer

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Dunia medsos meniscayakan tumbuh suburnya influencer atau buzzer. Dua kata yang...

Hindari Penyebaran COVID-19, PKS Minta Pemerintah Perketat Perbatasan

Berdaulat.id,- Demi menghindari penyebaran virus corona yang membuat masyarakat resah, pemerintah Indonesia diharapkan memperketat pintumasuk Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia.

Berdaulat.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan pasangan calon kepala daerah yang ditetapkan pada 23 September mendatang, wajib melaporkan akun resmi media sosial untuk media kampanye daring.

“Dimasa pandemi COVID-19 ini, diupayakan kampanye lewat daring semua. Sebab, kalau misalnya kampanye di lapangan terbuka saja, itu dibatasi hanya 100 orang. Kalau melalui daring jangkauannya akan lebih luas,” kata dia di Kendari, Kamis (17/9).

Pria yang akrab disapa Ojo itu, menjelaskan mekanisme kampanye daring, yakni sebelum masuk masa kampanye, pasangan calon sudah harus melaporkan nama akun medsos dan platform apa yang akan digunakan saat kampanye.

“KPU akan menerima laporan tersebut untuk diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk pengawasan kampanye,” ujar dia.

Ia mengimbau kepada pasangan calon mengurangi pengumpulan massa saat kampanye guna mencegah terjadi klaster baru penyebaran COVID-19.

Ojo pun berharap, para pasangan calon menyampaikan visi misi secara optimal melalui media daring.

“Kita harapkan kampanye ini bukan area untuk politik identitas, tetapi memiliki nilai edukasi, yakni bagaimana mengedukasi publik, dan apa program yang akan dilakukan si calon kalau misalnya dia terpilih nantinya,” katanya

Ia uga menyebutkan bahwa materi kampanye daring nantinya tidak boleh mempersoalkan ideologi negara maupun hal yang mengandung isu SARA dan adu domba yang bisa mengakibatkan perpecahan bangsa.

Masa kampanye akan dimulai pada 26 September 2020 dan berakhir pada 5 Desember 2020. Selama 71 hari itu, pasangan calon diharapkan lebih memaksimalkan kampanye melalui daring, salah satunya media sosial.

Sebanyak tujuh daerah di Sultra yang dijadwalkan mencari pemimpinnya untuk periode berikut, yakni Kabupaten Muna, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Buton Utara, Wakatobi, Konawe Utara dan Konawe Kepulauan.[far]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Stop Kekerasan Perempuan

Berdaulat.id - Sejumlah aktivis perempuan yang tergabung dalam The Body Shop Indonesia melakukan aksi diam didepan pintu gerbang gedung DPR RI Senayan...

Menkes Raker Bahas Perbaikan Sistem Jaminan Kesehatan

Berdaulat.id - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti Rapat Kerja dengan Komosi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (24/11). Rapat...

Siapkan Naskah Khutbah Jumat, Kemenag Libatkan Ulama dan Akademisi

Berdaulat.id - Kementerian Agama akan menyiapkan naskah khutbah Jumat sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakannya. Materi khutbah Jumat akan disesuai dengan...

Jelang Munas, MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Berdaulat.id - Majelis Ulama Indonesia kembali mempertahankan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari World Quality Assurance (WQA). MUI sendiri mulai menjalankan...

Guru Antusias Menghapal Alquran Metode Kauny

Berdaulat.id - Sekitar 40 guru mendapat pelatihan menghafal alquran semudah tersenyum dari tim Askar Kauny yang digelar di SMPIT Gema Insani Cendekia...