29.1 C
Luwuk
Selasa, November 24, 2020

Demi Cegah Covid-19, Paslon Diminta Taati Protokol Kesehatan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Wow…. Hydroxychloroquine Ditenggak Presiden AS Demi Cegah Covid-19

Berdaulat.id - Secara mengejutkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan hydroxychloroquine sebagai obat pencegah virus covid-19. Seperti dilansir...

DPR Berharap Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Minat Masyarakat Ikut Pilkada

Berdaulat.id - Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus berharap situasi pandemi COVID-19 tak mengurangi partisipasi masyarakat pada ajang pemilihan kepala daerah yang dijadwalkan berlangsung 9 Desember...

Kemenkop Mulai Program Pengembangan Pasar Rakyat

Berdaulat.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) memulai program “Pengembangan Pasar Rakyat” yang berfokus pada proses digitalisasi pasar dengan...

Cegah Corona, Baznas Enrekang Lakukan Penyemprotan dan Bagi-bagi Masker

Berbagai usaha dilakukan untuk mencegah penularan wabah coronavirus disease atau Covid-19. Namun yang umum adalah penyemprotan disinfekan dan pembagian masker. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)...

Berdaulat.id – Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar meminta tanggung jawab pasangan calon kepala daerah untuk menaati protokol kesehatan demi mencegah klaster COVID-19 di pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020.

“Supaya ini tidak hanya menjadi beban penyelenggara dan aparat terkait, maka yang harus kita tebalkan soal tanggung jawab pasangan calon, mematuhi dan bertanggung jawab ketika terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” katanya di Jakarta, Sabtu.

Dia menyebutkan aktor utama yang paling menentukan di pilkada itu adalah paslon, mereka lah yang menentukan dipatuhi atau tidaknya protokol kesehatan karena para pasangan calon kepala daerah yang mengendalikan massa.
Oleh karena itu jika melanggar protokol kesehatan, para calon kepala daerah yang ikut berkompetisi harus menerima sanksi, bahkan harusnya mendapat sanksi terberat.

“Kalau perlu begitu (dibatalkan sebagai calon), sanksi ini kan hukum kesepakatan (bisa dibuat dan direalisasikan),” kata dia.

Bahtiar mengatakan semestinya ada tidak adanya pilkada tidak memberi dampak klaster baru COVID-19 jika seluruh pihak menaati aturan protokol kesehatan.

“Dengan adanya pilkada malah aturannya jadi dobel, protokol kesehatan secara umum dan juga aturan yang dibuat untuk pilkada, sudah ada larangan-larangannya, waktunya dan siapa pelakunya untuk pilkada,” katanya.
Tinggal menurut dia tanggung jawab pasangan calon kepala daerah untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan-kerumunan di tahapan pilkada.

“Paslon juga harus bisa mengatur tim dan simpatisannya, bagaimana dia bisa memimpin (jadi kepala daerah) kalau tidak ada tanda-tanda baik. Jadi jangan dibebani seluruhnya pada penyelenggara, dan kasihan pada penegak hukum juga,” ujarnya.

Beberapa tahapan yang perlu menjadi perhatian menurut dia yakni penetapan pasangan calon, pengundian nomor urut dan kampanye. Tiga tahapan tersebut berpotensi menyebabkan kerumunan massa yang bisa saja menjadi sarana penularan COVID-19.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Siapkan Naskah Khutbah Jumat, Kemenag Libatkan Ulama dan Akademisi

Berdaulat.id - Kementerian Agama akan menyiapkan naskah khutbah Jumat sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakannya. Materi khutbah Jumat akan disesuai dengan...

Jelang Munas, MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Berdaulat.id - Majelis Ulama Indonesia kembali mempertahankan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari World Quality Assurance (WQA). MUI sendiri mulai menjalankan...

Guru Antusias Menghapal Alquran Metode Kauny

Berdaulat.id - Sekitar 40 guru mendapat pelatihan menghafal alquran semudah tersenyum dari tim Askar Kauny yang digelar di SMPIT Gema Insani Cendekia...

Kejaksaan Tangkap Kades Buronan korupsi

Berdaulat.id - Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Intelijen Kejati Jambi dan Tim Intelijen Kejati Sumatra Utara berhasil mengamankan kepala desa...

Militer Ethiopia Kepung Ibukota Tigray

Berdaulat.id - Pasukan federal Ethiopia, Senin, mengepung ibu kota Negara Bagian Tigray, Mek'ele, pada jarak sekitar 50 kilometer, kata seorang juru bicara...