29.1 C
Luwuk
Minggu, November 29, 2020

Dewan Kristen Swedia Kecam Pembakaran Kitab Suci Al-Quran

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Sterilisasi Gedung DPR

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar mengatakan,bahwa mulai hari ini Senin (12/10/2020) Gedung Nusantara I dan 2 dilakukan lockdown sampai...

Abdul Kharis Usul RUU Penyiaran Ditarik Dulu dari Prolegnas 2020

Berdaulat.id - Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang hingga saat ini masih menggantung pembahasannya diusulkan supaya ditarik dulu dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas)...

Yahya Zaini Nilai Kartu Pra Kerja Sangat Tepat Bantu Rakyat Hadapi Covid-19

Berdaulat.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, merespon positif dan memberikan apresiasi atas peluncuran Kartu Pra Kerja yang dilakukan pemerintah...

Kemarahan Presiden Berujung Resshuffel Kabinet

Berdaulat.id -  Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (kiri), Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay (tengah) dan Ketua Fraksi PKS DPR...

Berdaulat.id – Dewan Kristen Swedia mengecam pembakaran kitab suci Al-Quran di Swedia baru-baru ini. Sepuluh pendeta Kristen terkemuka dari negara Skandinavia tersebut, termasuk Uskup Agung Gereja Prostestan Antje Jackele, mengeluarkan sebuah pernyataan yang menentang aksi anti-Muslim, Minggu (13/09/20)..

Uskup agung, bersama pemimpin gereja lainnya, secara tegas menjauhkan dirinya dari “pelanggaran yang disengaja atas keyakinan umat.”

Organisasi Kristen tersebut mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh kelompok rasis sayap kanan Denmark adalah aksi “barbar”.

“Serangan semacam itu mempertajam polarisasi antar masyarakat saat negara kami perlu membangun martabat dan hak setiap orang,” ujarnya, dikutip dari anadolu agency, Senin (14/9/20).

Partai Garis Keras Denmark (Stram Kurs) anti-migran pada Kamis lalu membakar salinan kitab suci umat Muslim di Rinkeby, lingkungan yang mayoritas Muslim di Stockholm.

Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah aksi serupa di Kota Malmo, Swedia selatan.Insiden tersebut menyebabkan sejumlah polisi terluka dan sedikitnya 10 orang diamankan.

Pihak Kepolisian melarang masuk ke Swedia pemimpin kelompok Rasmus Paludan selama dua tahun.

Persatuan Ulama Muslim Internasional, yang berbasis di Doha, bahkan mengecam aksi kekerasan tersebut. Turki dan Pakistan juga menyalahkan ekstremis sayap kanan di Swedia atas aksi Islamofobia mereka. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...