29.1 C
Luwuk
Minggu, April 18, 2021

Dewan Kristen Swedia Kecam Pembakaran Kitab Suci Al-Quran

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Polri Bakal Panggil Gubernur Jabar

Berdaulat.id - Polri akan memanggil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memberikan klarifikasi di Kantor Bareskrim Polri pada Jumat (20/11) atas dugaan...

Partai NasDem Serukan Kolaborasi Negara, Swasta dan Masyarakat Sipil Lawan COVID-19

Berdaulat.id,- Penyebaran wabah Korona di Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Di tengah keterbatasan fasilitas layanan kesehatan dibutuhkan kolbaorasi antara negara, pihak swasta dan...

Amin Ak Minta Pidato Presiden Jangan Hanya Sekedar Lips Service

Berdaulat.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato pada sidang tahunan MPR hari Jumat (14/8/20). Dalam pidatonya Presiden Jokowi mengatakan bahwa "Kita...

Pelatih Juventus Pastikan Tak Lanjut Transfer Suarez

Berdaulat.id - Andrea Pirlo memastikan bahwa proses transfer striker Barcelona Luis Suarez ke Juventus tidak mungkin dilanjutkan karena butuh waktu lama bagi...

Berdaulat.id – Dewan Kristen Swedia mengecam pembakaran kitab suci Al-Quran di Swedia baru-baru ini. Sepuluh pendeta Kristen terkemuka dari negara Skandinavia tersebut, termasuk Uskup Agung Gereja Prostestan Antje Jackele, mengeluarkan sebuah pernyataan yang menentang aksi anti-Muslim, Minggu (13/09/20)..

Uskup agung, bersama pemimpin gereja lainnya, secara tegas menjauhkan dirinya dari “pelanggaran yang disengaja atas keyakinan umat.”

Organisasi Kristen tersebut mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh kelompok rasis sayap kanan Denmark adalah aksi “barbar”.

“Serangan semacam itu mempertajam polarisasi antar masyarakat saat negara kami perlu membangun martabat dan hak setiap orang,” ujarnya, dikutip dari anadolu agency, Senin (14/9/20).

Partai Garis Keras Denmark (Stram Kurs) anti-migran pada Kamis lalu membakar salinan kitab suci umat Muslim di Rinkeby, lingkungan yang mayoritas Muslim di Stockholm.

Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah aksi serupa di Kota Malmo, Swedia selatan.Insiden tersebut menyebabkan sejumlah polisi terluka dan sedikitnya 10 orang diamankan.

Pihak Kepolisian melarang masuk ke Swedia pemimpin kelompok Rasmus Paludan selama dua tahun.

Persatuan Ulama Muslim Internasional, yang berbasis di Doha, bahkan mengecam aksi kekerasan tersebut. Turki dan Pakistan juga menyalahkan ekstremis sayap kanan di Swedia atas aksi Islamofobia mereka. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi...

Partai Gelora Sambut Baik Keputusan AS Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan setelah 20 Tahun

Berdaulat.id, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik 9.600...

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar. Dengan...

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Berdaulat.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan...

Didera Kasus Hukum, Habib Rizieq Shihab Malah Sukses Raih Gelar Doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia

Berdaulat.id, JAKARTA – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lulus dari ujian program doktoral...