29.1 C
Luwuk
Minggu, November 29, 2020

Diduga Ilegal Fishing, Nelayan Berhasil Diringkus

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi Naik, Syaikhu: Tunda, Waktunya Tidak Tepat!

Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu meminta pemerintah menunda kenaikan tarif dua ruas jalan tol. Yakni Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi).

DPR: Pancasila Harus Dijadikan Spirit Hadapi Setiap Tantangan

Berdaulat.id - Hari lahir Pancasila diperingati setiap tahun. Harapannya, peringatan tersebut dapat menambah nasionalisme dan kecintaan kepada bangsa dan negara. Pancasila harus...

Google Perketat Pajak Aplikasi Bagi Pengembang

Berdaulat.id - Alphabet Inc, perusahaan induk Google, membantah kritik yang menyebutkan mereka memilih aplikasi tertentu yang dikenakan pajak aplikasi mobile sebesar 30...

Ketua DPR Minta Pemerintah Turunkan Tarif Tes Usap

Berdaulat.id - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menurunkan tarif tes usap (swab test) sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan...

Berdaulat.id – Personel gabungan TNI-Polri kembali meringkus sejumlah nelayan yang diduga melakukan illegal fishing di perairan Desa Moilong, Kecamatan Moilong, Selasa (20/10) sekitar pukul 08.30 Wita.

Penangkapan pelaku dengan cara membom ikan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada aktifitas pemboman ikan.

Menerima informasi itu, Koramil Batui Peltu Junaidi dan Serda Samsul bersama Kasubsektor Moilong Ipda Iksanudin langsung mengejar para pelaku dengan menggunakan perahu nelayan setempat.

“Warta sekitar melaporkan bahwa mendengar ada suara ledakan yang diduga bom ikan di perairan Moilong,” ungkap Kapolsek Toili Iptu Candra SH.

Para pelaku berhasil ditangkap personel gabungan TNI-Polri usai aksi kejar-kejaran di laut. Mereka berinisial RJ alias I (19), RM alias R (34) dan BB alias B (35).

“Mereka bertiga yang diamankan ini adalah warga Moilong,” tutur Iptu Candra.

Dalam penangkapan itu, petugas tidak menemukan barang bukti bom ikan. Namun berdasarkan pengakuan para tersangka, bahwa sebelum tertangkap mereka sudah dua kali melakukan aksinya di perairan tersebut. Itu dibuktikan dengan penemuan satu keranjang berisi berbagai jenis ikan.

“Kami sudah amankan para tersangka ke Mapolsek Toili berserta barang bukti berupa kompresor dan selang serta perahu untuk diproses hukum,” kata Candra.

Sebelumnya, pada 7 Oktober 2020 lalu, sebanyak tiga tersangka pemboman ikan juga ditangkap polisi saat beroperasi di perairan Desa Pandanwangi, Kecamatan Toili Barat.*

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...