29.1 C
Luwuk
Sabtu, April 17, 2021

Diduga Ilegal Fishing, Nelayan Berhasil Diringkus

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Yasonna: Hanya Orang Tumpul Rasa Kemanusiaan yang Tolak Pembebasan Napi

Berdaulat.id - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan, hanya orang yang tumpul rasa kemanusiaannya yang tidak mau...

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1441H Jatuh pada 31 Juli 2020

Berdaulat.id - Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1441 H jatuh pada Jum’at, 31 Juli 2020. Ketetapan ini disampaikan Menteri Agama Fachrul...

Prabowo Puja Puji Jokowi, Pengamat: Konsekuensi Jadi Anak Buah

Berdaulat.id - Pujian Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan hal wajar. Sebab, saat ini Prabowo...

Imam Besar Istiqlal Minta orang Tua Ajarkan Protokol Kesehatan ke Anak

Berdaulat.id - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH. Nasaruddin Umar meminta orang tua untuk mengingatkan dan mengajari anak-anaknya tentang protokol kesehatan saat...

Berdaulat.id – Personel gabungan TNI-Polri kembali meringkus sejumlah nelayan yang diduga melakukan illegal fishing di perairan Desa Moilong, Kecamatan Moilong, Selasa (20/10) sekitar pukul 08.30 Wita.

Penangkapan pelaku dengan cara membom ikan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada aktifitas pemboman ikan.

Menerima informasi itu, Koramil Batui Peltu Junaidi dan Serda Samsul bersama Kasubsektor Moilong Ipda Iksanudin langsung mengejar para pelaku dengan menggunakan perahu nelayan setempat.

“Warta sekitar melaporkan bahwa mendengar ada suara ledakan yang diduga bom ikan di perairan Moilong,” ungkap Kapolsek Toili Iptu Candra SH.

Para pelaku berhasil ditangkap personel gabungan TNI-Polri usai aksi kejar-kejaran di laut. Mereka berinisial RJ alias I (19), RM alias R (34) dan BB alias B (35).

“Mereka bertiga yang diamankan ini adalah warga Moilong,” tutur Iptu Candra.

Dalam penangkapan itu, petugas tidak menemukan barang bukti bom ikan. Namun berdasarkan pengakuan para tersangka, bahwa sebelum tertangkap mereka sudah dua kali melakukan aksinya di perairan tersebut. Itu dibuktikan dengan penemuan satu keranjang berisi berbagai jenis ikan.

“Kami sudah amankan para tersangka ke Mapolsek Toili berserta barang bukti berupa kompresor dan selang serta perahu untuk diproses hukum,” kata Candra.

Sebelumnya, pada 7 Oktober 2020 lalu, sebanyak tiga tersangka pemboman ikan juga ditangkap polisi saat beroperasi di perairan Desa Pandanwangi, Kecamatan Toili Barat.*

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi...

Partai Gelora Sambut Baik Keputusan AS Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan setelah 20 Tahun

Berdaulat.id, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik 9.600...

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar. Dengan...

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Berdaulat.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan...

Didera Kasus Hukum, Habib Rizieq Shihab Malah Sukses Raih Gelar Doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia

Berdaulat.id, JAKARTA – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lulus dari ujian program doktoral...