29.1 C
Luwuk
Jumat, Januari 22, 2021

DPR Institusi Terkorup Hasil Jajak Pendapat, Pengamat: Tamparan Buat Ketua Parpol

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Puan Minta Pemerintah Dengar Aspirasi Masyarakat Sebelum Terapkan New Normal Untuk Sekolah

Berdaulat.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan pemerintah perlu mendengar masukan-masukan dari para pemangku kepentingan seperti para pendidik, orang tua dan...

Kasus Harian Capai Rekor Tertinggi, WHO: Pandemi Belum Berakhir

Berdaulat.id - Kasus-kasus COVID-19 baru mengalami peningkatan harian terbesarnya ketika pandemi corona memburuk secara global dan belum mencapai puncaknya di Amerika tengah....

Muhaimin: Pemerintah Perlu Konsolidasikan Data UMKM Saat Pandemi

Berdaulat.id - Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar menyatakan penting bagi pemerintah agar dapat mengonsolidasikan data dari berbagai UMKM yang terdapat di...

Menaker Ida Fauziyah Instruksikan Bantuan Padat Karya Dan BLK Jadi Sentra Pencegahan Virus Covid 19.

Berdaulat.id - Guna mencegah peningkatan pandemi Virus Corona (Covid-19), Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengoptimalkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sentra pencegahan...

Berdaulat.id – Dewan perwakilan Rakyat (DPR) menempati posisi puncak sebagai lembaga yang paling korup di Indonesia. Pemeringkatan ini berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan lembaga Transparency International Indonesia.

Menurut peneliti kebijakan publik dari Political and Public Policy Studies Jerry Massie, hasil survei tersebut menjadi peringatan dan tamparan keras bagi para ketua partai politik. Mereka dinilai gagal total merekrut kader.

“Khususnya masalah mental dan akhlak,” katanya, Jumat (4/12/20).

Menurutnya, seharusnya anggota legislatif berkaca dari kejadian yang terjadi. Sebab DPR dalam sepuluh tahun terakhir masuk dalam lembaga terkorup.

Ia berharap agar para anggota dewan perlu mengedepankan integritas dan kredibilitas. Kalau ada figur yang terlibat dalam kasus korupsi setidaknya perlu dinonaktifkan atau dicabut keanggotaannya

“Bukan dininabobokan,” katanya.

Kalau parpol lemah memberikan punishment terhadap kadernya, maka praktik korupsi masih akan terus berlanjut di Senayan. Dan jangan mimpi Indonesia akan jadi negara maju.

Bahkan menurut laporan KPK, sampai Juni 2020 ada 184 anggota DPRD dari 22 daerah yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

Bukan itu saja, rilis yang dipublish ICW sampai Oktober 2020, sebanyak 586 anggota DPR dan DPRD menjadi tersangka kasus korupsi.

“Padahal soal salary and allowance cukup besar. Tapi saya heran mereka tak pernah merasa puas dan bersyukur,” kata Jerry.

Ia pun menyarankan agar para anggota DPR belajar dari anggota DPR di Belanda. Sebab anggota dewan di sana tak mendapat fasilitas tempat tinggal sama seperti anggota DPR RI.

“Bahkan saat rapat dengar pendapat, para anggota parlemen Belanda dibayar sesuai mile atau jarak dari residence tempat tinggal mereka,” ujarnya. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

BNPB : Sebanyak 185 Bencana Terjadi Hingga Minggu Keempat Januari 2021

Berdaulat.id, JAKARTA – BNPB mencatat sebanyak 185 bencana terjadi sepanjang 1 hingga 21 Januari 2021. Data per...

Siang dan Malam Relawan Rumah Zakat Banggai Distribusi Sembako di Posko Pengungsian

Berdaulat.id, Hari kedua setelah sampai di Mamuju, Relawan Rumah Zakat langsung mendistribusikan sembako bantuan kemanusiaan dari pemerintah...

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Berdaulat.id, MAKASSAR—Pada masa pandemi Covid-19 ini, banyak usaha atau bisnis yang tidak mampu bertahan, mengurangi produksi dan...

Gempa Mamuju dan Majene, Laznas WIZ Salurkan Bantuan Makanan Siap Saji dan Bahan Pokok

Berdaulat.id, Relawan Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bergerak cepat menyalurkan bantuan awal tanggap darurat bagi para korban...

WIZ Distribusikan Bantuan Sembako di Area Pesisir Kota Mamuju

Berdaulat.id, Direktur Program dan Pemberdayaan Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Ridwan Umar mengatakan pihaknya sudah melakukan identifikasi...