29.1 C
Luwuk
Rabu, Desember 2, 2020

DPR: Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Harus Berjalan Sesuai PKPU

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ketua MPR: RUU HIP Tak akan Beri Celah Bagi Komunisme

Berdaulat.id - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menilai RUU tentang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) akan memperkuat Pancasila sebagai ideologi bangsa dan tidak...

Paguyuban Masyarakat Betawi Dukung Fraksi PKS DPR Tolak RUU HIP

Berdaulat.id - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI Jazuli Juwaini didampingi bendahara FPKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi menerima delegasi dari...

Diduga Produksi Miras, Tiga Rumah Digerebek Aparat

Bertaulat. id - Aparat Desa dengan diperbantukan kepolisian dan TNI menggerebek tiga rumah yang diduga memproduksi Minuman Keras (Miras) di komplek perumahan...

Mantan Kepala BP Migas Dituntut 12 Tahun Penjara

Berdaulat.id - Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono dituntut 12 tahun penjara...

Berdaulat.id – Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menilai penerapan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 13 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak dalam Kondisi Bencana Non-alam COVID-19, sudah ada ketegasan aturan dan larangan serta pengenaan sanksi dalam setiap pelaksanaan tahapan pilkada terhadap penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Kita tidak boleh lengah dan kendor di lapangan karena masih ada tahapan-tahapan pilkada berikutnya yang harus diwaspadai agar penegakan disiplin protokoler kesehatan dapat berjalan sesuai aturan PKPU no 13 tahun 2020,” kata Guspardi di Jakarta, Rabu (30/9/20).

Menurut dia, apabila ada indikasi kerumunan dan keramaian, maka penegak hukum dapat mengantisipasi dengan memperingati dan seandainya masih tetap melanggar harus dibubarkan.

Dia menilai apabila ada indikasi pelanggaran pidana maka penegak hukum bisa menggunakan UU yang lain, seperti UU Kesehatan.

Guspardi mengatakan kerjasama lintas sektoral harus di intensifkan, misalnya penyelenggara pemilu diharapkan selalu berkoordinasi dengan pasangan calon, partai politik dan aparat penegak hukum.

“Langkah itu agar pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dalam setiap tahapannya dapat berjalan sesuai dengan standar protokoler kesehatan yang ketat. Tahapan pilkada ini harus dapat dijadikan sebagai momentum untuk memerangi penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Selain itu, Guspardi mengapresiasi tahapan pelaksanaan penetapan nomor pasangan calon dan dimulainya pelaksanaan kampanye secara umum pada Senin (28/9) berjalan tertib, aman dan kondusif.

“Dari pemantauan saya langsung di Provinsi Sumatera Barat, tahapan pelaksanaan penetapan nomor pasangan calon juga berjalan baik dan kondusif dengan mematuhi protokol kesehatan. Tidak ada kerumunan, arak- arakan dan lain sebagainya,” katanya.

Dia menilai pencapaian itu harus tetap terjaga agar pada tahapan berikutnya yaitu masa kampanye sampai pelaksanaan pemungutan suara tanggal 9 Desember, kondisinya bisa terjaga dan kondusif.

Menurut dia, berbagai tahapan tersebut dapat berjalan baik tentunya bersandar kepada PKPU nomor 13 tahun 2020 yang sudah ada ketegasan aturan dan larangan serta pengenaan sanksi dalam setiap pelaksanaan tahapan pilkada dan harus tunduk serta patuh pada protokol kesehatan COVID-19.

Guspardi menjelaskan imbauan dari MUI, NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya tentang pelaksanaan Pilkada 2020 untuk ditunda, tidak diperlukan lagi karena sosialisasi, koordinasi lintas sektoral dan surat edaran dari Mendagri No 273/487/SJ tahun 2020 kepada kepala daerah kabupaten/kota dan provinsi serta surat telegram Kapolri bernomor ST/2607/IX/OPS.2./2020 kepada jajarannya sudah dapat berjalan dengan baik di lapangan.

Karena itu, menurut dia, sinergitas antar lembaga mulai dari KPU, Bawaslu, DKPP, Polri dan dibantu TNI, menghasilkan kinerja yang baik sampai tahapan ini.

“Tidak lupa ketaatan paslon, parpol pengusung paslon, tim sukses dan masyarakat luas mentaati ketentuan protokoler kesehatan dengan ketat membuat situasi dapat terkendali sehingga pengalaman kerumunan yang terjadi saat pendaftaran paslon tanggal 4-6 September lalu nyaris tidak terjadi lagi,” katanya.

Guspardi menegaskan bahwa totalitas dan semangat semua pihak dalam bekerja untuk menyukseskan Pilkada di masa pandemi saat ini patut di pertahankan dan dilanjutkan.

Menurut dia, semua stakeholder telah menunjukkan kebersamaan dan kekompakannya yang tercermin saat proses pengundian nomor urut pasangan calon dan dua hari pelaksanaan kampanye berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diskusi “Teror Sigi Bagaimana Nasib Perpres TNI”

Berdaulat.id- Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon ( Virtual), Direktur Harmonisasi Peraturan Perundangan-Undangan I Kemenkumham Bunyamin,...

Berdaulat.co.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas Pemberitaan MPR RI menggelar diskusi Empar Pilar Kebangsaan MPR RI dengan tema "Kebangkitan...

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...