29.1 C
Luwuk
Kamis, Februari 25, 2021

Dugaan Pembakaran Kejagung Bisa Turunkan Kepercayaan Publik

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Mantan Bek Timnas Inggris Meninggal Dunia

Berdaulat.id - Mantan pemain timnas Inggris sekaligus bek legendaris Leeds United Jack Charlton meninggal dunia pada usia 85, berdasarkan laporan Sky Sport...

Komisi II DPR Setujui Anggaran KPU Tahun 2021

Berdaulat.id - Komisi II DPR RI menyetujui pagu anggaran Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) sebesar Rp 2.048.554.993,- (dua trilyun empat...

KPK Terima Laporan Gratifikasi Pejabat Hingga Belasan Miliar

Berdaulat.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan penerimaan gratifikasi dengan nominal total mencapai Rp11,9 Miliar pada periode 1 Januari – 21...

Data Coklit di Makassar Hampir Rampung

Berdaulat.id - Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terus melaksanakan proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk pelaksanaan Pilkada...

Berdaulat.id – Praktisi hukum, Junimart Girsang, menilai informasi dari polisi mengenai dugaan ada unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran Gedung Kejaksaan Agung dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi itu.

“Informasi adanya kesengajaan dalam kebakaran gedung Kejagung akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini bakal semakin menurun,” ujar dia, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (21/9/20).

Oleh karena itu, kata Junimart, Kejaksaan Agung dituntut untuk segera mengungkap kejadian di balik kebakaran itu guna mengembalikan kepercayaan publik.

Ia mengingatkan saat ini publik menunggu langkah kongkret dari jaksa agung dan jajarannya untuk membuktikan berbagai spekulasi negatif terhadap kasus kebakaran ini.

“Saatnya petinggi Kejaksaan dan jajarannya sedikit bicara dan banyak kerja. Publik perlu diyakinkan bahwa Kejagung memang ada untuk melindungi kepentingan negara sesuai tupoksi yang berkepastian. Ataukah moralitas dan mentalitas para penegak hukum ini sebaiknya dievaluasi kembali?” tanya anggota Komisi II DPR itu.

Ia mengatakan, peristiwa kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, di Jakarta, Sabtu (22/8/20) lalu itu sangat mengagetkan sekaligus memilukan.

Terlebih, kata dia, peristiwa itu terjadi disaat kasus yang melibatkan konglomerat Djoko Tjandra sedang menyeret oknum pejabat yang bertugas di gedung hamba hukum itu.

Selain Kejaksaan, advokat senior itu juga mengingatkan polisi untuk segera mengungkap oknum pelaku dan motif dibalik pembakaran Gedung Korps Adhyaksa itu.

Menurut dia, masyarakat saat ini sedang menunggu hasil penyidikan dari Kepolisian, sebab, lokasi terjadinya kebakaran merupakan ruang intelijen yang sarat berisi informasi dan data-data strategis yang sangat mungkin merupakan dokumen penting terkait penegakan hukum di negeri ini.

“Ini adalah situasi yang genting dan perlu mendapat atensi khusus dari Presiden beserta jajaran penegak hukum,” ucap dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Listyo Prabowo, mengatakan, penanganan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung naik dari penyelidikan ke penyidikan karena ada dugaan pidana dalam peristiwa itu.

Tim gabungan telah menggelar gelar perkara yang dipimpin Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Ferdy Sambo.

Dari hasil penyelidikan, mereka menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena nyala api terbuka.

Api berasal dari lantai 6 Ruang Rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung, kemudian api dengan cepat menjalar ke ruangan dan lantai lain karena diduga terdapat cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gipsum, lantai parket, panel HPL dan bahan mudah terbakar lainnya.

Nantinya pelaku penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung yang terjadi pada Sabtu malam (22/8/20) itu bakal dijerat pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Pembangunan Pesantren Tahfizhpreneur Jambi Capai 30 Persen

Berdaulat.id, JAMBI - Rangkaian kegiatan "Jambi Kuat Bersama Alquran" yang dimulai Yayasan Askar Kauny (YAK) sejak awal...

Krisis Air Karena Banjir, WIZ dan DPD Karawang Salurkan Air Bersih

Berdaulat.id, Karawang - Hari ini (23/2), telah didistribusikan 16.000 liter air bersih ke Perumahan Gempol Permai, Kel....

Lansia Menjadi Prioritas Untuk Mencegah Tingkat Keparahan Saat Terinfeksi

Berdaulat.id, JAKARTA - Pemerintah telah memulai tahap 1 vaksinasi Covid-19 yang ditujukan pada tenaga kesehatan. Dilanjutkan tahap...

Polda Papua: Situasi Intan Jaya Kondusif, Warga Kembali ke Rumahnya

Berdaulat.id, JAKARTA - Situasi di (KKB) terhadap warga sipil dan TNI-Polri. Kabar adanya pengungsian di wilayah Intan Jaya tidak...

Upaya Skrining Untuk Memastikan Pelaku Perjalanan Internasional Dalam Keadaan Sehat

Berdaulat.id, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 mengklarifikasi terkait adanya pelaku perjalanan internasional yang membawa hasil negatif swab...