29.1 C
Luwuk
Minggu, November 29, 2020

Gedung Komisi HAM di Meksiko Dibakar Aktivis Perempuan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ketua MPR RI : Hadapi Krisis Global, Saatnya Kembali Ke Ekonomi Pancasila

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan, akibat pandemi Covid 19 dunia seperti menuju kebangkrutan massal. Sistem ekonomi dunia terkoreksi. Virus...

Akhiri Reses, DPR Gelar Sidang Paripurna, Fokus Penanganan Corona

Berdaulat.id - Ketua DPR RI Puan Maharani akan memimpin Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III tahun Sidang 2019 – 2020, pada...

F-PKS Tagih Janji ‘Jokowi’ Tangguhkan Cicilan Kredit Rakyat Kecil

Berdaulat.id - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) di DPR RI mempertanyakan implementasi janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangguhkan semua cicilan kredit...

Kembangkan Potensi Hutan, OJK Sulteng Komitmen Bantu Masyarakat

Berdaulat.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen membantu masyarakat sekitar hutan, agar mendapat akses permodalan melalui bank, dalam rangka...

Berdaulat.id – Sejumlah aktivis, dalam protes menuntut keadilan atas kasus kekerasan terhadap perempuan, membakar sebuah gedung milik komisi hak asasi manusia (HAM) pemerintah di Meksiko bagian tengah, Jumat (11/9/20).

Setelah mencoret gedung itu dengan grafiti, sekitar 25 orang perempuan berpenutup wajah mendobrak pintu dan memasuki gedung, lalu mulai menyalakan api dari dalam, demikian menurut seorang saksi mata yang dikutip Reuters.

Saksi mata juga mengatakan bahwa para perempuan tersebut kemudian meninggalkan gedung dan melempar bom molotov ke dinding luar gedung.

Sebanyak 13 perempuan ditangkap polisi, kata otoritas Negara Bagian Meksiko. Mereka lalu dibebaskan setelah muncul protes keras di media sosial mengenai penanganan yang dianggap keras.

Jaksa penuntut pemerintah negara bagian menyebut bahwa protokol telah dijalankan dalam penangkapan ke-13 perempuan tersebut.

Komisi HAM federal meminta otoritas lokal agar tidak melukai para peserta aksi. Sementara Gubernur Negara Bagian Meksiko Alfredo del Mazo, dalam cuitan di Twitter, mengecam sikap kepolisian dan berjanji akan melakukan investigasi terhadap hal itu.

Para aktivis feminis di Meksiko menuntut keadilan untuk kasus-kasus femisida, pembunuhan perempuan atas dasar gender, yang belum diselesaikan atau bahkan belum diselidiki betul-betul.

Sebelumnya, sejumlah aktivis telah menduduki kantor utama komisi HAM federal di Kota Meksiko pada pekan lalu.

Pemberitaan media mengenai protes tersebut turut memunculkan perdebatan mengenai topik itu dan juga memicu protes di kota-kota lain di Meksiko. Demonstrasi juga difokuskan pada sekitar 73.000 orang yang dilaporkan hilang.

Kasus femisida di Meksiko meningkat 5,4% selama Januari hingga Juli 2020, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, menurut data resmi. Untuk bulan Juli saja, 74 perempuan menjadi korban pembunuhan. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...