29.1 C
Luwuk
Sabtu, April 17, 2021

Gedung Komisi HAM di Meksiko Dibakar Aktivis Perempuan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Bamsoet Minta Satgas Covid-19 Perketat Arus Balik Ke Jakarta

Berdaulat.id - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, meminta Satgas percepatan penanggulangan Covid-19 dan aparat keamanan untuk mengantisipasi arus balik pemudik ke Jakarta...

Bantuan Pengobatan Mata Rezky Di Sebatik

Luwuk Today, Sebatik – Berawal dari informasi yang menyebar di dunia maya, Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) mengunjungi kediaman Rezky (9 tahun)...

PDIP Diserang, PDIP Melawan

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) KALAU di masa Orda Lama ada Tritura, era Jokowi ada "Tiga...

Kaum Perempuan Bisa Pimpin Gelombang Solidaritas 2020 Lawan Covid-19

Berdaulat.id - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, kaum perempuan memegang peranan penting dalam gelombang solidaritas...

Berdaulat.id – Sejumlah aktivis, dalam protes menuntut keadilan atas kasus kekerasan terhadap perempuan, membakar sebuah gedung milik komisi hak asasi manusia (HAM) pemerintah di Meksiko bagian tengah, Jumat (11/9/20).

Setelah mencoret gedung itu dengan grafiti, sekitar 25 orang perempuan berpenutup wajah mendobrak pintu dan memasuki gedung, lalu mulai menyalakan api dari dalam, demikian menurut seorang saksi mata yang dikutip Reuters.

Saksi mata juga mengatakan bahwa para perempuan tersebut kemudian meninggalkan gedung dan melempar bom molotov ke dinding luar gedung.

Sebanyak 13 perempuan ditangkap polisi, kata otoritas Negara Bagian Meksiko. Mereka lalu dibebaskan setelah muncul protes keras di media sosial mengenai penanganan yang dianggap keras.

Jaksa penuntut pemerintah negara bagian menyebut bahwa protokol telah dijalankan dalam penangkapan ke-13 perempuan tersebut.

Komisi HAM federal meminta otoritas lokal agar tidak melukai para peserta aksi. Sementara Gubernur Negara Bagian Meksiko Alfredo del Mazo, dalam cuitan di Twitter, mengecam sikap kepolisian dan berjanji akan melakukan investigasi terhadap hal itu.

Para aktivis feminis di Meksiko menuntut keadilan untuk kasus-kasus femisida, pembunuhan perempuan atas dasar gender, yang belum diselesaikan atau bahkan belum diselidiki betul-betul.

Sebelumnya, sejumlah aktivis telah menduduki kantor utama komisi HAM federal di Kota Meksiko pada pekan lalu.

Pemberitaan media mengenai protes tersebut turut memunculkan perdebatan mengenai topik itu dan juga memicu protes di kota-kota lain di Meksiko. Demonstrasi juga difokuskan pada sekitar 73.000 orang yang dilaporkan hilang.

Kasus femisida di Meksiko meningkat 5,4% selama Januari hingga Juli 2020, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, menurut data resmi. Untuk bulan Juli saja, 74 perempuan menjadi korban pembunuhan. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi...

Partai Gelora Sambut Baik Keputusan AS Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan setelah 20 Tahun

Berdaulat.id, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik 9.600...

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar. Dengan...

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Berdaulat.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan...

Didera Kasus Hukum, Habib Rizieq Shihab Malah Sukses Raih Gelar Doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia

Berdaulat.id, JAKARTA – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lulus dari ujian program doktoral...