29.1 C
Luwuk
Senin, November 23, 2020

Gerindra Sebut COVID-19 Jadi Panggung Kepala Daerah Menampilkan Diri

Data Real Time COVID-19

Baca juga

MUI Diobok-Obok, Sekjen Ancam Mundur

Oleh : Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Muballigh akan disertifikasi. Wacana ini berasal dari Menteri Agama. Sangat...

WNA Dilarang Masuk Indonesia Mulai 2 April 2020

Berdaulat.id - Pemerintah menetapkan larangan berkunjung atau transit bagi warga negara asing (WNA) ke Indonesia. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus...

Akademisi Untad: Pilkada Wujud dari Demokrasi

Berdaulat.id - Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, Dr Irwan Waris mengemukakan masyarakat perlu mengetahui substansi dari setiap tahapan pelaksanaan pemilihan...

Karena Ini, Habib Bahar Ditangkap Lagi

Berdaulat.id - Siapa yang tak mengenal Habib Bahar bin Smith, pria yang baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lama ditangkap...

Berdaulat.id – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan, pandemi COVID-19 merupakan panggung bagi kepala daerah untuk menampilkan diri di masyarakat yang dia pimpin. Itulah alasan mengapa pemilihan kepala daerah harus digelar pada Desember 2020.

“Banyak orang yang mempertanyakan mengapa Pilkada dipaksakan bulan Desember, saya katakan karena COVID-19 ini multidimensi masalahnya, pemulihan (recovery)-nya tidak cukup oleh pejabat pelaksana tugas (Plt), tapi harus kepala daerah definitif,” ujar Sodik saat diskusi daring Indikator Politik Indonesia di Jakarta, Kamis (20/8/20).

Sodik mengatakan COVID-19 ini betul-betul menjadi ujian kepemimpinan setiap pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah. Bahkan, ketika bertemu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Sodik menasihatinya agar berhati-hati dengan COVID-19.

“Saya katakan kepada Gubernur saya di Jawa Barat, hati-hati COVID-19 ini, laksanakan lah dengan baik, kerjakan dengan baik,” kata Sodik.

Sodik menilai wajar apabila pandemi yang muncul saat ini menjadi panggung bagi Pemerintah Daerah. Menurut Sodik, pandemi COVID-19 memungkinkan Pemda berhadapan langsung dengan masalah kesehatan dan masalah ekonomi masyarakat yang dipimpinnya.

Sebab, pemerintah pusat terbatas pergerakannya, sehingga yang berhadapan langsung dengan masalah itu adalah pemerintah daerah.

“Jadi wajar kalau ini menjadi panggung bagi pemerintah daerah, tapi bisa jadi panggung positif maupun panggung negatif. Yang baik akan dikesankan baik, dan yang buruk juga akan sebaliknya,” kata Sodik.

Berdasarkan hasil survei Lembaga Indikator Politik Indonesia, sebanyak 51 persen responden menyatakan kemampuan pemerintah pusat buruk dalam mengidentifikasi warganya yang terdampak COVID-19. Bahkan, 8,2 persen responden lainnya menyatakan sangat buruk​​​​​​​.

“Kemampuan pemerintah pusat sangat buruk dalam identifikasi warga yang terdampak COVID-19,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi dalam pemaparannya secara virtual, Kamis (20/8/20).

Sementara itu, hanya 37,2 persen responden saja yang menilai pemerintah pusat sudah baik dalam identifikasi warga terdampak Virus Corona.
​​​​​​​
Sisanya, 2,6 persen responden lain menilai sudah sangat baik identifikasi warganya, dan 1 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.

Demikian pula, jika dikaitkan dengan komunikasi kepada warga, pemerintah daerah dianggap lebih baik dibandingkan pusat. Penilaian yang sama juga berlaku pada aspek sense of crisis dan tanggap darurat lebih didominasi oleh pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah cenderung mendapat penilaian yang lebih positif ketimbang pemerintah pusat. Mereka dipandang lebih peka terhadap kritis, tanggap darurat, mampu berkomunikasi dengan masyarakat, dan mampu berkoordinasi dengan seluruh aparat,” ujar Burhanuddin.

Survei dilakukan sejak awal Juli hingga awal Agustus 2020. Respondennya adalah 304 orang pemuka opini dari 20 kota yang terdiri dari akademikus yang menjadi rujukan media, pengamat kesehatan, sosial, dan politik, redaktur politik dan kesehatan media, pengusaha, tokoh organisasi keagamaan, tokoh organisasi masyarakat, LSM, dan organisasi profesi. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasama dengan Humas dan Pemberitaan MPR RI menggelar Diskusi 4 Pilar, dengan tema "Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19...

Pembangunan Gedung DPRD dan Pengadaan Kambing di Purbalingga Jadi Sorotan

Berdaulat.id - Koordinator Kaki Publik, Wahyudin Jali mengatakan, saat ini di Pemerintah Kabupaten Purbalingga sedang viral. Pertama, adanya kejanggalan proyek  pembangunan Gedung...

Berikut Salah Satu Obat Agar Tetap Waras Selama Pandemi Covid-19

Berdaulat.id - Tak hanya kesehatan fisik, Anda juga perlu menjaga mental tetap sehat selama pandemi COVID-19 dan salah satunya bisa dengan berjalan-jalan...

Kemenperin Konsisten Kembangkan Desainer Muslim

Berdaulat.id - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka terus berupaya mengembangkan potensi desainer fesyen muda Indonesia yang sangat...

Ibrahimovic Alami Cidera, AC Milan Harap Cemas

Berdaulat.id - AC Milan sedang harap-harap cemas karena Zlatan Ibrahimovic terancam absen setelah mengalami masalah otot setelah membantu timnya mengalahkan Napoli 3-1...