29.1 C
Luwuk
Sabtu, November 28, 2020

Hakim Wajibkan Jiwasraya Bayar Rp10,728 Triliun

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Deklarasi KAMI terus bergaung di sejumlah daerah. Tanpa henti. Dari satu...

DPD Tuntas Kawal Mediasi Bupati-DPRD Jember

Berdaulat.id - Perjalanan DPD RI untuk membantu fasilitasi pengaduan dan aspirasi dari DPRD dan sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Jember, atas kebuntuan komunikasi...

Ini Alasan Andi Taufan Mundur dari Jabatan Staff Khusus Presiden

Berdaulat.id - Usai Adamas Belva Syah Devara Mengundurkan diri sebagai Staff Khusus Presiden, kini Andi Taufan Garuda Putra juga resmi mengundurkan diri....

Otoritas Kesehatan China Mulai Selidiki Pemecatan 40 Staf Medis COVID-19

Berdaulat.id - Otoritas kesehatan di Provinsi Shaanxi, China, mulai melakukan penyelidikan atas laporan pemecatan lebih dari 40 staf medis yang sedang merawat...

Berdaulat.id – Majelis hakim mewajibkan pemilik Maxima Grup Heru Hidayat membayar uang pengganti sebesar Rp10,728 triliun karena terbukti melakukan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merugikan keuangan negara senilai Rp16,807 triliun serta tindak pidana pencucian uang.

“Menghukum terdakwa dengan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp10.728.783.375.000 dengan ketentuan jika dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap dan terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut, maka harta bendanya disita dan dilelang jaksa untuk menutupi uang pengganti,” kata ketua majelis hakim Rosmina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Hakim juga menjatuhkan hukuman pidana seumur hidup terhadap Heru Hidayat.

Dalam uraian tuntutan dakwaan pertama, hakim menilai Heru Hidayat terbukti menerima keuntungan Rp10.728.783.375.000.

“Terdakwa Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro mengelola ‘underlying’ 21 reksadana pada 13 manajer investasi diperkaya sebesar Rp12,157 triliun sehingga masing-masing mendapat Rp6,078 triliun,” katanya.

Heru Hidayat juga mendapatkan keuntungan tambahan Rp4.650.283.375.000 sehingga keuntungan yang Heru dapatkan totalnya adalah Rp10.728.783.375.000.

Perbuatan tersebut memperkaya Heru Hidayat atau orang lain yaitu Benny Tjokrosaputro, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo, dan Syahmirwan atau suatu korporasi, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp16.807.283.375.000 sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif BPK RI.

Heru Hidayat adalah pemilik dari perusahaan-perusahaan yang masuk dalam Maxima Gorup antara lain PT Mazima Integra Investama, PT Maxima Agro Industri, PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT Graha Resources, PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT Pam Asia Corpora, PT Maxima Financindo, PT HD Capital (sekarang PT Himalaya Energy Perkasa), PT Tandikek Asri Lestari, PT Treasure Fund Investama (TFI), PT Topaz Investmen, PT Topas Internasional, PT Trisurya Lintas Investama, PT Aneka Minera Indonesia, PT Kalimantan Pancar Sejati.

Dalam dakwaan kedua, Heru Hidayat selama 2008-2010 terbukti menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan sebagai hasil tindak pidana korupsi dengan cara:

Pertama, Heru Hidayat menggunakan nama pihak lain melakukan pembelian berupa 6 unit kendaraan bermotor yang diatasnamakan PT Inti Kapuas International, Bambang Setiawan dan Susanti Hidayat.

Kedua, Heru Hidayat menggunakan nama pihak lain melakukan pembayaran berupa tanah dan bangunan yaitu membeli aset berupa tanah tambak ikan atas nama PT Inti Kapuas Internasional pada sekitar Agustus 2008 untuk membeli 5 bidang tanah

Dalam dakwaan ketiga, Heru Hidayat terbukti menyamarkan asal usul harta kekayaan selama 2010-2018 dengan cara:

Pertama, Heru Hidayat membeli tanah dan bangunan yang diatasnamakan Heru Hidayat sebanyak 3 unit, pembelian tanah dan bangunan yang diatasnamakan Utomo Puspo Suharto sebanyak 3 unit, membelanjakan kendaraan bermotor atas nama Heru Hidayat sebanyak 1 unit dan atas nama Ratnawati Wiharjo, PT Halimas Mandiri dan PT INti Kapusa International sebanyak 4 unit.

Kedua, menukarkan ke dalam valuta asing (valas) di PT Berkat Omega Sukses Sejahtera yang dananya berasal dari rekening atas nama Utomo Puspo Suharto; atas nama Tommy Iskandar Widjaja; dan atas nama PT Permai Alam Sentosa dalam bentuk dolar Singapura dan dolar AS senilai total Rp382.481.488.700,00

Ketiga, Heru Hidaya mengakuisisi (mengambil alih kepemilikan) sejumlah perseroan yaitu akusisi PT SMR Utama Tbk (SMRU), akusisi dan membeli asset-aset perusahaan atas nama PT. Gunung Bara Utama (PT. GBU) termasuk pembelian aset sebesar Rp1,77 triliun dan kendaraan bermotor dan alat berat; akuisisi PT. Batutua Way Kanan Minerals (PT. BWKM) yaitu perusahaan tambang mineral dengan luas lahan 5.911,7 hektare di Kabupaten Way Kanan, Lampung

Keempat memberikan sejumlah uang kepada Joanne Hidayat yang merupakan anak terdakwa Heru Hidayat untuk membeli 1 unit Apartemen Casa de Parco type studio yang dibeli pada 2014 dan 1 unit apartemen Senopati Suite 2 unit lantai 6 type 3 Bedroom perolehan tahun 2019

Kelima, menempatkan uang pada rekening Freddy Gunawan yang kemudian digunakan untuk pembayaran kasino di Resort World Sentosa, Marina membuat kapal pinisi Bira Sulawesi Selatan, membayar kasino Marina Bay Sands, membayar utang kasino di Macau, membayar kasino Sky City di Selandia Baru.

Keenam, Heru Hidayat membeli apartemen di Casa de Parco, Senopati Sweet, Pakubuwono Signature, apartemen di Singapura, membeli mobil Toyota Alphard, mobil Ford Escape Hayne, mobil Ferrari, mobil Porsche, kapal Phinisi, membeli restoran di mall Senayan City, mentransfer uang ke Caymand Island, Mauritius dan Singapura.

Ketujuh, Heru Hidayat menempatkan ke dalam rekening perbankan atas nama Heru Hidayat di Bank CIMB Niaga, BCA, Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank National Nobu, Bank China Construction Bank Indonesia dan orang dan perusahaan lain.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...