29.1 C
Luwuk
Senin, Maret 8, 2021

Hanya Karna Minta Suara Musik Dikecilkan Saat Adzan, Muadzin Masjid Ini Ditangkap Polisi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Legislatif ini Prihatin adanya Potensi 31 Wilayah Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong

Berdaulat.id - Anggota Komisi II DPR Fraksi PAN Guspardi Gaus mengaku prihatin dengan adanya prediksi sejumlah calon tunggal di 31 daerah berpotensi...

Azis Syamsuddin Apresiasi Langkah KSAD Andika Perkasa Tindak Tegas Prajuritnya

Berdaulat.id - Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam Azis Syamsuddin mengapresiasi langkah tegas Kepala Staf Angkatan Darat Jendral Andika Perkasa yang telah...

Berita Duka, Sekda DKI Saefullah Meninggal Dunia Karena Covid-19

Berdaulat.id - Sekretaris Daerah atau Sekda DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia. Dikabarkan, almarhum meninggal akibat terinfeksi virus Corona atau Covid-19.

Kemendikbud Luncurkan Tiga Kebijakan Dukung Mahasiswa dan Sekolah Terdampak Covid-19

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan tiga kebijakan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan yang terdampak pandemi Coronavirus Disease (COVID-19)....

Berdaulat.id, Seorang muadzin ditangkap aparat keamanan. Penyebabnya, ia meminta suara musik dikecilkan saat memasuki adzan Dzuhur, Senin (18/1/2021).

Muadzin ini bernama Eka Ramadhana dari Masjid Muhsinin Labuhan Baru Sumatera Utara.

Ia meminta panitia perayaan HUT dikabupaten Labuhan Baru mengecilkan suara musik saat memasuki waktu adzan Dzuhur.

Namun, seperti dilansir Medansatu.com, panitia tetap melangsungkan kegiatan yang telah masuk persembahan tarian berbagai etnis.

Padahal suara adzan dari Masjid Muhsinin yang hanya berjarak sekitar 20 meter berkumandang.

Karena musik yang berasal dari acara HUT Kabupaten itu sangat keras, Ramadhana mendatangi protokol di atas pentas dan meminta agar acara dihentikan sementara.

Namun protokol menyarankannya agar menemui panitia di bagian podium.

Karena sarannya tidak didengarkan pihak panitia, Ramadhana kembali ke Masjid untuk menunaikan Sholat Dhuhur.

Saat melangkah menuju arah masjid Muhsinin, Ramadhana malah dikejar puluhan panitia, sejumlah petugas dari Satpol PP serta aparat dari Mapolres Labuhanbatu.

Petugas membawanya dengan cara mengapit lehernya.

Aksi pengamanan Ramadhana akhirnya menghebohkan masyarakat. Puluhan warga akhirnya mendatangi Mapolres Labuhanbatu, meminta agar Ramadhana dilepaskan.

Saat ditemui wartawan di rumahnya, Ramadhana mengaku, awalnya ia meminta kepada panitia di pentas agar suara musik dikecilkan, karena adzan sedang berkumandang.

Namun dia disarankan menemui panitia di tribun utama, tempat di mana undangan duduk.

Setelah ditemuinya dan kembali menyarankan agar suara sound system dikecilkan, oknum petugas Satpol PP malah memarahinya.

Di sanalah terjadi argumen, hingga akhirnya dia dikejar puluhan panitia maupun aparat polisi.

“Saya hanya minta suara loudspekernya dikecilkan, karena pas adzan, tapi malah dimarahi.

Tidak ada saya memaki, cuma pas mau shalat saya dikejar, ya larilah saya dan ditangkap ramai-ramai,” ujar Ramadhana seperti dikutip Islamedia.

Sejumlah warga pun menyesalkan sikap panitia. Mereka beranggapan panitia yang dipercayakan menggelar acara tidak mempertimbangkan waktu adzan shalat Dzuhur.

“Bikin malu saja panitianya, apa pun ceritanya itu kesalahan panitia. Seharusnya panitia tahu itu jam shalat.

Masak tak dipikirkan suara adzan dari dua masjid tadi, saya saja mendengarnya, jelas kalipun. Selaku PNS sayapun malu,” kata seorang PNS.

(Sumber :Medansatu.com)

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Selamat, Penerima Beasiswa WIZ Ini Juarai Lomba Hafiz Al Quran Tingkat Kabupaten

Berdaulat.id, Alwan (17 tahun) Siswa kelas tiga SMA Yayasan Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Putra, ini berhasil menjuarai...

Perkuat Profesional Muslim, Forum Duta Amaliah Astra Gagas Syiar Kreatif

Berdaulat.id, JAKARTA--Yayasan Amaliah Astra (YAA) menggelar silaturahmi daring bertajuk Forum Duta Amaliah Astra, (06/03).Pertemuan nasional ini, menghadirkan...

MUI Kaji Strategi Kecerdasan Buatan untuk Dakwah Islam

Berdaulat.id, JAKARTA – Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar diskusi kelompok terarah (FGD)...

YBM PLN Hadirkan Rumah Bersalin di Pedalaman Banten

Berdaulat.id, Jalan bebatuan dan tanah harus dilalui oleh Bidan Fiqoh untuk menuju Puskesmas Kecamatan Sumur di Banten...

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksinasi Prajurit TNI-Polri di Polda Kepri

Berdaulat.id, Kepri, Sebanyak 1.000 Prajurit TNI – Polri di wilayah Provinsi Kepri menjalani Vaksin Covid – 19,...