29.1 C
Luwuk
Rabu, Maret 3, 2021

Harga Minyak Mentah Naik Dari Terendah 3 bulan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ketua DPR Harap Calon Kepala Daerah Terapkan Protokol Kesehatan

Berdaulat.id - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh calon kepala-wakil kepala daerah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat untuk mencegah penularan...

Ketua MPR : Jelang Penerapan Gaya Hidup Baru, Pastikan Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Berdaulat.id - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong semua pemerintah daerah (Pemda) bersikap lebih tegas dalam mendorong warga mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan...

Klarifikasi Rhoma Irama yang Tampil di Acara Khitanan

Berdaulat.id - Rhoma Irama memberikan klarifikasi soal penampilannya pada acara khitanan di Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Minggu...

Pulihkan Ekonomi Nasional, KKP Bakal Tambah Anggaran 2020

Berdaulat.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan siap dalam menggelontorkan tambahan anggaran tahun 2020 sebesar Rp474,9 miliar guna membantu percepatan pemulihan...

Berdaulat.id – Harga minyak berjangka menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menarik kembali beberapa kerugian sesi sebelumnya, tetapi rebound kasus COVID-19 di beberapa negara merusak harapan untuk pemulihan yang stabil dalam permintaan global.

Harga Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November terangkat 1,01 dolar AS atau 2,5 persen, menjadi menetap di 40,79 dolar AS per barel. Harga Minyak Brent anjlok lebih dari lima persen pada Selasa (8/9/2020) jatuh di bawah level 40 dolar AS untuk pertama kalinya sejak Juni.

Harga Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bangkit 1,29 dolar AS atau 3,5 persen menjadi ditutup di 38,05 dolar AS per barel, setelah terpuruk hampir delapan persen di sesi sebelumnya.

Itu mengangkat acuan utama dari level Selasa (8/9/2020) di dekat posisi terendah tiga bulan. Harga turun minggu ini setelah perusahaan minyak negara Arab Saudi Aramco memangkas harga jual resmi Oktober untuk minyak ringan Arabnya, tanda pelemahan permintaan.

“Ketika produsen Timur Tengah yang kuat bersedia menjual dengan harga yang lebih rendah, wajar jika pasar global panik dan mengikuti,” kata Analis Senior Pasar Minyak Rystad, Energy Paola Rodriguez-Masiu.

Krisis kesehatan global terus berkobar dengan kasus Virus Corona yang meningkat di India, Inggris, Spanyol, dan beberapa bagian Amerika Serikat. Wabah tersebut mengancam memperlambat pemulihan ekonomi global dan mengurangi permintaan bahan bakar mulai dari Aviation Gas (Avgas) hingga minyak diesel.

“Fundamental pasar minyak jangka pendek terlihat lemah, pemulihan permintaan rapuh, persediaan dan kapasitas cadangan tinggi, dan margin penyulingan rendah,” kata Morgan Stanley.

Rekor pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, telah membantu mendukung harga, tetapi dengan angka ekonomi mengecewakan yang dilaporkan hampir setiap hari, prospek permintaan minyak tetap suram.

Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (9/9/2020) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia 2020 sebesar 210.000 barel per hari menjadi 8,32 juta barel per hari.

Harga-harga gerbang pabrik China turun selama tujuh bulan berturut-turut pada Agustus meskipun pada laju tahunan paling lambat sejak Maret, menunjukkan industri di ekonomi terbesar kedua di dunia melanjutkan pemulihan mereka dari penurunan yang disebabkan oleh Virus Corona.

Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah naik tiga juta barel pekan lalu menjadi 504,1 juta barel, data industri dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan Rabu malam (9/9/2020). Analis memperkirakan penarikan 1,3 juta barel.

Data persediaan minyak pemerintah AS akan dirilis pada Kamis waktu setempat, ditunda sehari karena libur Hari Buruh pada Senin (7/9/2020).

Produksi minyak mentah AS diperkirakan turun 870.000 barel per hari menjadi 11,38 juta barel per hari tahun ini, penurunan yang kurang tajam dari perkiraan sebelumnya, kata pemerintah AS dalam prospek bulanan terbaru.

Pemotongan produksi minyak lebih lanjut diharapkan pada 2021, menurut laporan itu

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Indroyanto Seno Adji: Kerumunan Di Maumere Tidak Ada Peristiwa Pidana

Jakarta-- Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan warga di Maumere yang...

Pemuda Papua di Jawa Tengah Dukung Penuh Otsus demi Kemajuan Papua

SEMARANG – Mahasiswa dan pelajar papua yang berada di Kota Semarang, sangat mendukung adanya otonomi khusus di...

ARM HA-IPB dan Warga Palada, Mamuju Bangun Pipa Air Bersih da Mck Komunal

Berdaulat.id, MAMUJU, SULBAR (27 Februari 2021) -- Senyum kembali tersungging di wajah warga Dusun Palada, Desa Takandeang,...

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...