29.1 C
Luwuk
Rabu, Maret 3, 2021

Hendak Buka Usaha Sabu, Dua Pemuda Dibekuk Polisi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Angka Covid-19 di Makassar Masih Tinggi, PJ Walkot Makassar Bakal Dicopot

Berdaulat.id - Akibat semakin meningkatnya angka kasus Corona di Kota Makassar, Pj Wali Kota Yusran Jusuf bakal bersiap untuk digantikan.

Menkes Rapat Dengan Satgas Penanganan Covid 19 DPR RI

Berdaulat.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menggelar rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DPR yang dipimpim ini Wakil Ketua DPR Sufmi Dadco Ahmad di...

Pengamat: Gibran Jangan Terlalu Kepedean, Siapapun Bisa Terjungkal

Berdaulat.id - Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka resmi diusung oleh hampir seluruh partai politik minus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilwakot...

Kasus COVID-19 di Dunia Tembus Angka 50 Juta

Berdaulat.id - Kasus virus corona baru (COVID-19) di dunia menembus angka 50 juta pada Minggu (8/11/20), menurut hitungan Universitas Johns Hopkins yang berbasis...

Berdaulat.id – Tim Operasional Subdirektorat 3 Unit 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menangkap dua orang pemuda hendak membuka home industry (industri rumah tangga) sabu-sabu di Kota Kendari.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sultra, Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman, mengungkapkan kedua tersangka inisial RC (35) warga Kota Kendari dan AK (20) seorang mahasiswa asal Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Kedua tersangka ditangkap pada Selasa, 22 September 2020 di Jalan Ahmad Yani Nomor 217 Kelurahan Bonggoya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, pukul 19.15 WITA,” kata Kombes Eka melalui siaran pers Ditresnarkoba Polda Sultra, Rabu.

Kombes Eka menjelaskan, kronologi penangkapan kedua tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya pengedar narkotika jenis sabu dengan modus “home Industry” di Kota Kendari.

“Tim unit 2 Subdit III melakukan Lidik observasi dan survailance. Dimana target operasi yaitu kedua tersangka yang berperan sebagai pengedar sabu yang bekerja sama dengan bosnya di Kota Kendari. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui target berada di alamat sesuai TKP, yang biasa digunakan untuk transaksi peredaran sabu,” jelas Kombes Eka.

Kedua tersangka ditangkap saat akan melakukan transaksi, kemudian dilakukan penggeledahan badan dan tempat yang disaksikan oleh masyarakat, dimana Tim berhasil menemukan 10 paket narkotika jenis sabu di atas meja hias dalam kamar rumah tersangka.

“Dari keterangan tersangka RC saat diinterogasi di TKP bahwa tersangka mengaku memperoleh narkotika jenis sabu yang akan dijual tersebut dari temannya yang bernama Mr. X yang berada di Kota Kendari,” katanya.

Ia menuturkan, modus operandi kedua tersangka mengedarkan narkotika dengan cara sistem tempel, yang sebelumnya diperoleh dari temannya yang merupakan jaringan di Kota Kendari, kemudian melakukan peredaran/penjualan kepada para pemakai di kota itu serta melakukan pembuatan sabu di rumahnya (home industry).

“Untuk dugaan informasi pabrik, tidak benar. Hanya percobaan untuk buka usaha home industry jenis sabu, namun hasilnya gagal total,” ujarnya.

Dari penangkapan kedua tersangka barang bukti yang disita, yakni 10 paket/bungkus narkotika jenis sabu berat brutto 10,49 gram. Kemudian BB non narkotika yakni tiga unit handphone, satu tas selempang, satu jerigen air keras asam HCL, dua jerigen berisi masing-masing lima liter air biasa, satu unit timbangan digital warna silver, satu buah kompor listrik, satu buah alat pres plastik, satu buah kotak wafer beng-beng berisi enam bungkus kosong.

Selanjutnya, sembilan alat suntik spoit, dua pipet sendok, satu sendok makan plastik warna putih, dua sendok dari pipet, satu set alat destilasi atau suling, satu botol Yudium padat, satu botol kosong fosfor merah, satu bungkus magnesium sulvat, setengah bungkus garam makan Yodium, satu bungkus amonium clorida, satu botol berisi 1/4 cairan Foramalin, satu buah buku catatan cara pembuatan sabu.

Kemudian, potongan kertas aluminium voil dalam toples plastik, satu buah pyrex, dua ball sachet plastik bening kosong, satu buah tas pensil warna pink, satu buah tas pensil warna oranye, satu kotak plastik berisi soda api, dan satu sachet obat asma Neo Nafasin.

Saat ini tersangka dan barang bukti berada di Mako Ditresnarkoba Polda Sultra untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya kedua tersangka dijerat Pasal 113 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika bahwa : Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Indroyanto Seno Adji: Kerumunan Di Maumere Tidak Ada Peristiwa Pidana

Jakarta-- Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan warga di Maumere yang...

Pemuda Papua di Jawa Tengah Dukung Penuh Otsus demi Kemajuan Papua

SEMARANG – Mahasiswa dan pelajar papua yang berada di Kota Semarang, sangat mendukung adanya otonomi khusus di...

ARM HA-IPB dan Warga Palada, Mamuju Bangun Pipa Air Bersih da Mck Komunal

Berdaulat.id, MAMUJU, SULBAR (27 Februari 2021) -- Senyum kembali tersungging di wajah warga Dusun Palada, Desa Takandeang,...

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...