29.1 C
Luwuk
Jumat, Januari 22, 2021

Hingga Kini Presiden Meksiko Belum Mau Akui Kemenangan Biden

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Legenda Barcelona Kagum Dengan Gaya Arturo Vidal

Berdaulat.id - Mantan Legenda FC Barcelona, Andre Iniesta merasa kagum dengan penampilan Arturo Vidal meskipun dirinya selalu mendapat kritikan.

PPP Tak Permasalahkan Din Syamsuddin Bentuk KAMI

Berdaulat.id - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bersama beberapa elemen membentuk Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).Menanggapi hal itu, Sekretaris Fraksi...

Turun ke Dapil Politisi Hillary Gelar Penyemprotan Disinfektan

Berdaulat.id,- Anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut melakukan aksi nyata memotong rantai penyebaran virus COBID-19 di Kota Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud pada...

Tangani Covid-19, Pemkab Soppeng Gelar Rapat Koordinasi

Berdaulat.id - Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar rapat koordinasi penanganan lanjutan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Soppeng, bertempat di Makodim 1423/Soppeng, Rabu (25/6/2020).

Berdaulat.id – Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Rabu (25/11) kembali menolak memberi selamat kepada Joe Biden sebagai pemenang pemilihan presiden Amerika Serikat.

Sikap Lopez Obrador itu membuatnya semakin menonjol di antara para pemimpin dunia yang masih belum mau mengakui Biden sebagai presiden AS.

Ketika berbicara tak lama setelah Presiden China Xi Jinping memberi selamat kepada Biden atas kemenangannya, Lopez Obrador menegaskan kembali bahwa memberikan ucapan selamat saat proses pemilu belum resmi selesai adalah tindakan yang salah.

“Kami tidak setuju memberikan ucapan selamat terlebih dahulu,” kata Lopez Obrador kepada wartawan pada konferensi pers berkala oleh pemerintah. “Apa yang paling baik? Menunggu.”

Presiden AS Donald Trump, seorang Republikan, telah meluncurkan langkah-langkah hukum dalam upaya untuk membatalkan hasil pemilihan. Ia menuduh kubu Biden, Partai Demokrat, mencoba mencurangi pemilihan.

Namun, tanpa mengakui kekalahan, Trump kini mengisyaratkan bahwa peralihan kekuasaan ke pemerintahan Biden dapat dilangsungkan.

Lopez Obrador, yang telah selama bertahun-tahun berulang kali menuduh saingan-saingannya dalam pemilu melakukan kecurangan, kembali merujuk pada pemilihan presiden Meksiko 2006 untuk membenarkan pendiriannya.

Lopez Obrador bersikeras bahwa ia dicurangi pada pemilihan 2006. Penggunaan contoh itu dalam mempertahankan pendiriannya soal pengakuan pada Biden telah mengecewakan beberapa pejabat AS, yang menganggap perbandingan tersebut tidak pantas.

Presiden Meksiko mengatakan dia tidak menentang kandidat atau partai politik mana pun dalam proses pemilihan AS.

Secara pribadi, beberapa pejabat Meksiko mengatakan sang presiden hati-hati untuk tidak terkesan menentang Trump, yang selama masa kepresidenannya mengancam akan merugikan Meksiko secara ekonomi jika tidak mengekang imigrasi ilegal.

Sumber: Reuters

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

BNPB : Sebanyak 185 Bencana Terjadi Hingga Minggu Keempat Januari 2021

Berdaulat.id, JAKARTA – BNPB mencatat sebanyak 185 bencana terjadi sepanjang 1 hingga 21 Januari 2021. Data per...

Siang dan Malam Relawan Rumah Zakat Banggai Distribusi Sembako di Posko Pengungsian

Berdaulat.id, Hari kedua setelah sampai di Mamuju, Relawan Rumah Zakat langsung mendistribusikan sembako bantuan kemanusiaan dari pemerintah...

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Berdaulat.id, MAKASSAR—Pada masa pandemi Covid-19 ini, banyak usaha atau bisnis yang tidak mampu bertahan, mengurangi produksi dan...

Gempa Mamuju dan Majene, Laznas WIZ Salurkan Bantuan Makanan Siap Saji dan Bahan Pokok

Berdaulat.id, Relawan Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bergerak cepat menyalurkan bantuan awal tanggap darurat bagi para korban...

WIZ Distribusikan Bantuan Sembako di Area Pesisir Kota Mamuju

Berdaulat.id, Direktur Program dan Pemberdayaan Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Ridwan Umar mengatakan pihaknya sudah melakukan identifikasi...