29.1 C
Luwuk
Selasa, Maret 2, 2021

IMM Kecam Aksi Represif Kepolisian

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ketua MPR : Sosialisasikan Protokol New Normal, Perlu dipertimbangkan Pelonggaran Rumah-rumah Ibadah

Berdaulat.id - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengimbau para kepala daerah dari empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang akan menerapkan new normal agar...

Agun Gunanjar Sudarasa : Salam Lima Jari, Dari Rumah Cuklik Kita Lawan Covid 19.

Berdaulat. Id - Politisi senior Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, sudah saatnya seluruh anak bangsa bersatu dalam menyikapi situasi yang...

Tim SAR Detasemen Gegana Brimob Polda Bantu Korban Banjir Bandang di Jeneponto

Berdaulat.id - Tim SAR Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel berkumpul untuk melakukan giat kemanusiaan membantu korban pasca banjir bandang di wilayah...

Jazilul Fawaid : Pemerintah Hasus Hadir Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Berdaulat.id- Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menegaskan, pemerintah wajib melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di...

Berdaulat.id – Sikap abai yang di lakukan pihak DPRD Kab. Banggai atas aspirasi rakyat yang di gaungkan oleh IMM dan Aliansi Mahasiswa Buru Tani pada aksi demontrasi Menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja menuai kericuhan antara massa aksi dan pihak kepolisian yang menjaga ketat Rumah Rakyat Lalong.

Dewan seolah menutup diri dan sengaja mengulur ulur waktu sehingga membuat massa aksi tidak bisa menahan diri. Aliansi Mahasiswa yang awalnya datang dengan anggun, tapi tidak di terima dengan baik. Massa aksi yang hadir dengan membawa legitimasi rakyat dilarang masuk dalam rumahnya sendiri.

Kericuhan mulai terjadi ketika polisi memulainya dengan menembakan water canon, gas air mata dan mengejar massa aksi dengan pentungan. Kami sangat menyayangkan dan mengecam keras atas aksi represifitas yang di lakukan pihak kepolisian terhadap massa aksi sehingga adanya korban luka – luka. Padahal beberapa waktu lalu pada saat IMM melakukan aksi memperingati satu tahun penembakan immawan randi, pihak kepolisian dan IMM sudah membuat kesepakatan dengan kepolisian bahwa tidak akan ada lagi aksi represifitas oleh kepolisian, namun yang sangat di sayangkan kesepakatan itu di ingkari. Dengan ini kami nyatakan Mosi tidak percaya kepada pihak DPR, Pemerintah dan Kepolisian !

Kabid Hikmah IMM Banggai : Ismail Hi. Galib

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Indroyanto Seno Adji: Kerumunan Di Maumere Tidak Ada Peristiwa Pidana

Jakarta-- Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut kerumunan warga di Maumere yang...

Pemuda Papua di Jawa Tengah Dukung Penuh Otsus demi Kemajuan Papua

SEMARANG – Mahasiswa dan pelajar papua yang berada di Kota Semarang, sangat mendukung adanya otonomi khusus di...

ARM HA-IPB dan Warga Palada, Mamuju Bangun Pipa Air Bersih da Mck Komunal

Berdaulat.id, MAMUJU, SULBAR (27 Februari 2021) -- Senyum kembali tersungging di wajah warga Dusun Palada, Desa Takandeang,...

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...