29.1 C
Luwuk
Selasa, Desember 1, 2020

IMM Kecam Aksi Represif Kepolisian

Data Real Time COVID-19

Baca juga

PAN Dukung Jokowi Tunda Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

Berdaulat.id - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda pembahasan klaster Ketenagakerjaan pada omnibus law Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) mendapat...

Anggaran Pilkada Makassar Ditambah

Berdaulat.id - Pemerintah Kota akhirnya setuju menambah anggaran sebesar Rp6,8 miliar setelah KPU Kota Makassar melakukan pencermatan anggaran untuk digunakan dalam pelaksanaan...

DPR Kawal Distribusi APD Agar Tepat Sasaran

Berdaulat.id - DPR-RI mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo yang sudah menekankan bahwa penyaluran Bantuan Sosial perlu tepat sasaran. Ini berarti pelaksanaan...

MUI Diobok-Obok, Sekjen Ancam Mundur

Oleh : Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Muballigh akan disertifikasi. Wacana ini berasal dari Menteri Agama. Sangat...

Berdaulat.id – Sikap abai yang di lakukan pihak DPRD Kab. Banggai atas aspirasi rakyat yang di gaungkan oleh IMM dan Aliansi Mahasiswa Buru Tani pada aksi demontrasi Menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja menuai kericuhan antara massa aksi dan pihak kepolisian yang menjaga ketat Rumah Rakyat Lalong.

Dewan seolah menutup diri dan sengaja mengulur ulur waktu sehingga membuat massa aksi tidak bisa menahan diri. Aliansi Mahasiswa yang awalnya datang dengan anggun, tapi tidak di terima dengan baik. Massa aksi yang hadir dengan membawa legitimasi rakyat dilarang masuk dalam rumahnya sendiri.

Kericuhan mulai terjadi ketika polisi memulainya dengan menembakan water canon, gas air mata dan mengejar massa aksi dengan pentungan. Kami sangat menyayangkan dan mengecam keras atas aksi represifitas yang di lakukan pihak kepolisian terhadap massa aksi sehingga adanya korban luka – luka. Padahal beberapa waktu lalu pada saat IMM melakukan aksi memperingati satu tahun penembakan immawan randi, pihak kepolisian dan IMM sudah membuat kesepakatan dengan kepolisian bahwa tidak akan ada lagi aksi represifitas oleh kepolisian, namun yang sangat di sayangkan kesepakatan itu di ingkari. Dengan ini kami nyatakan Mosi tidak percaya kepada pihak DPR, Pemerintah dan Kepolisian !

Kabid Hikmah IMM Banggai : Ismail Hi. Galib

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diskusi “Teror Sigi Bagaimana Nasib Perpres TNI”

Berdaulat.id- Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon ( Virtual), Direktur Harmonisasi Peraturan Perundangan-Undangan I Kemenkumham Bunyamin,...

Berdaulat.co.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas Pemberitaan MPR RI menggelar diskusi Empar Pilar Kebangsaan MPR RI dengan tema "Kebangkitan...

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...