29.1 C
Luwuk
Selasa, Maret 5, 2024

Ini Komentar SBY Soal Pemerintah Tangani Virus Corona

Baca juga

Berdaulat.id,- Wabah virus corona yang dikenal juga dengan sebutan COVID-19 saat ini sangat meresahkan di beberapa negara bahkan di Indonesia. Hal itu lantaran virus tersebut sangat mematikan dan sangat cepat dampak penularannya.

Menyikapi wabah tersebut negara-negara yang terkena dampak langsung melakukan penanganan serius. Namun, pemerintah Indonesia yang semulanya menganggap remeh virus tersebut, kini mulai melakukan langkah cepat.

Sikap pemerintah yang semula menganggap remeh ini pun langsung ditanggapi oleh mantan presiden RI, Susilo Bambang Yodhoyono (SBY). Menurut suami dari Alm Ani Yudhoyono, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah sangat baik.

Akan tetapi, langkah itu seharusnya dilakukan sebebelum menyebar di Indonesia “Secara jujur harus saya katakan bahwa pemerintah harus melakukan koreksi dan perbaikan atas langkah-langkah awal yang dilakukan. Mungkin awalnya terlalu percaya diri (over-confident), menganggap ringan (under-estimate), sementara pernyataan sejumlah pejabat saya nilai tidak tepat (misleading). Tapi itu sudah lewat. Yang positif, tindakan pemerintah kini makin nyata,” kata SBY dalam tulisannya yang diunggah di akun facebooknya, Kamis (19/3/20).

Dijelaskan SBY, penyebaran virus corona di seluruh dunia saat ini semakin meluas. Dengan jumlah pasien terinfeksi mencapai 180.000 orang lebih dan yang meninggal 7.000 orang lebih. Angka itu jauh melampaui korban Avian Flu, SARS dan MERS.

“Mudah-mudahan tak sebesar korban Russian Flu tahun 1889, dengan korban jiwa 1 juta orang. Juga semoga jauh di bawah korban Spanish Flu tahun 1918-1920, yang memakan korban 50 juta orang meninggal,” harapnya.

SBY menganggap, kalau dunia ingin nasibnya tidak seburuk ketika terjadi Flu Rusia atau Flu Spanyol di masa lampau, maka bangsa-bangsa sedunia harus sungguh bersatu dan bekerja sama untuk mengatasi pandemi COVID-19.

“Untuk Indonesia, walaupun jumlah penduduk yang terinfeksi jumlahnya belum tergolong besar, tapi yang mencemaskan adalah jumlahnya yang makin bertambah. Kita tidak ingin pada saat negara-negara lain sudah susut jumlahnya, justru kita yang meningkat. Jangan sampai Indonesia menjadi “epicenter baru” setelah saat ini bergeser dari Tiongkok ke Eropa,”ungkap SBY.

Saat ini, negara-negara di seluruh dunia makin serius dan makin efektif dalam menangani virus corona. Yang dilakukan juga makin terarah, tegas dan nyata. Sejumlah kota di berbagai negara, bahkan di seluruh negara, melakukan “lockdown”. Artinya, penduduk dilarang meninggalkan rumah masing-masing atau sangat dibatasi kegiatannya.

Tempat-tempat yang mengundang atau membuat manusia berkumpul, termasuk rumah makan, toko-toko dan tempat-tempat hiburan misalnya, ditutup. Kota dan negara yang di “lockdown” juga dinyatakan tertutup dari kedatangan penduduk negara lain. Tujuannya satu, menyelamatkan masyarakat dan manusia. Walaupun menimbulkan kerugian dari sisi ekonomi dan ketidaknyamanan, tapi kebijakan harus diambil demi keselamatan dan kelangsungan hidup manusia.

“Rakyat akan merasa tenang dan tak akan panik, seperti yang selalu diinginkan oleh pemerintah, apabila rakyat yakin pemerintahnya melakukan langkah-langkah yang benar, tepat dan kredibel. Sebagaimana yang dilakukan oleh negara lain, yang dinilai berhasil. Rakyat juga tenang, jika mereka terus diberikan informasi yang diperlukan, disertai apa yang pemerintah harapkan untuk dilakukan oleh masyarakat dan warga. Apa yang boleh dan harus dilakukan, dan apa yang tak boleh,” katanya lebih lanjut.

Namun, semua harus sesuai dengan protokol corona yang berlaku secara internasional. Masyarakat juga mengharapkan “guidance” atau petunjuk yang diterima dari pemerintah klop satu sama lain. Tidak ada perbedaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.[ark]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru