29.1 C
Luwuk
Senin, April 19, 2021

Ini Permintaan Gubernur Sulteng pada Presiden

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Laznas PPPA Daarul Qur’an Jadi Pelopor Sustainability Report Pada Gerakan Filantropi Islam

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) PPPA Daarul Qur'an menjadi pelopor sustainability report atau laporan keberlanjutan di dunia...

Unggah Foto Habib Bahar dengan Puluhan Napi Bertato, Fadli Zon: Ini Epik

Berdaulat.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon melalui akun Twitternya mengunggah foto Habib Bahar bin Smith bersama puluhan narapidana di...

Gandeng WHO, FIFA Bakal Perangi COVID-19

Berdaulat.id,- Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) yang kian meresahkan dunia olahraga kususnya Sepak bola membuat Badan sepak bola dunia FIFA mengambil...

Menhan,Panglima TNI Dan KSAD Raker Bahas Anggaran

Berdaulat.id - Menhan Prabowo Subianto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan KSAD Jend TNI Andika Perkasa mengikuti rapat kerja dengan Komisi...

Berdaulat.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola memohon kepada Presiden Joko Widodo agar memperpanjang masa rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi tahun 2018.

Masa rehab-rekon bencana yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala tahun 2018 itu akan berakhir 30 Desember 2020 mendatang.

“Kami bermohon kepada bapak Presiden RI untuk memperpanjang Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Sulteng dan Wilayah Terdampak Lainnya,” katanya di Palu, Kamis.

Longki menerangkan sejumlah alasan sehingga masa rehab-rekon pascabencana 2018 di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala mesti diperpanjang.

Pertama alokasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana alam yang bersumber dari Anggara Pendapat dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih on progres dan pencapaian saat ini sekitar 50 persen.

“Dua, keterlambatan rehabilitasi dan rekonstruksi juga disebabkan oleh bencana non alam yaitu pandemi COVID-19 yang sangat mempengaruhi aktivitas pelaksanaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi terutama sulitnya mencari tenaga kerja,” ujarnya.

Ia berharap permohonan tersebut diterima dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo sehingga masa rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga daerah terdampak bencana 2018 tersebut dapat diperpanjang hingga tuntas.

Permohonan itu secara resmi telah disampaikan Longki Djanggola kepada Presiden RI yang tertuang dalam Surat Gubernur Sulteng Nomor 360/624/BPBD Perihal Perpanjangan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Sulteng dan Wilayah Terdampak Lainnya pada hari ini.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi...

Partai Gelora Sambut Baik Keputusan AS Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan setelah 20 Tahun

Berdaulat.id, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik 9.600...

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar. Dengan...

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Berdaulat.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan...

Didera Kasus Hukum, Habib Rizieq Shihab Malah Sukses Raih Gelar Doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia

Berdaulat.id, JAKARTA – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lulus dari ujian program doktoral...