29.1 C
Luwuk
Jumat, Januari 22, 2021

Ini Permintaan Gubernur Sulteng pada Presiden

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Luhut Minta Kepala Daerah Siapkan Hotel Bintang dua Untuk Hal Ini

Berdaulat.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta gubernur di delapan provinsi penyumbang terbesar kasus COVID-19 untuk menyiapkan hotel...

Mohon Segera Melakukan Pembatasan Kendaraan yang Melintas di Jembatan Sa’bang Luwu Utara

https://youtu.be/YaSebS-qDso Video : Pembatasan Kendaraan yang Melintas di Jembatan Sa'bang Luwu Utara, Video : Relawan FTI UMI. Laporan...

Pimpinan MPR RI Silahturahim Dengan Pimpinan PBNU

Berdaulaut.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua MPR RI Ahmad Bazarah, Arsul Sani, Syarif Hasan dan Zulkifli Hasan melakukan...

Pengamat Dorong Pemerintah Indonesia Desak China Transparan Soal Corona

Berdaulat.id - Akibat tidak transparan terkait virus corona, hubungan Amerika Serikat, Australia dengan China tegang. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para...

Berdaulat.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola memohon kepada Presiden Joko Widodo agar memperpanjang masa rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi tahun 2018.

Masa rehab-rekon bencana yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala tahun 2018 itu akan berakhir 30 Desember 2020 mendatang.

“Kami bermohon kepada bapak Presiden RI untuk memperpanjang Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Sulteng dan Wilayah Terdampak Lainnya,” katanya di Palu, Kamis.

Longki menerangkan sejumlah alasan sehingga masa rehab-rekon pascabencana 2018 di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala mesti diperpanjang.

Pertama alokasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana alam yang bersumber dari Anggara Pendapat dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih on progres dan pencapaian saat ini sekitar 50 persen.

“Dua, keterlambatan rehabilitasi dan rekonstruksi juga disebabkan oleh bencana non alam yaitu pandemi COVID-19 yang sangat mempengaruhi aktivitas pelaksanaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi terutama sulitnya mencari tenaga kerja,” ujarnya.

Ia berharap permohonan tersebut diterima dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo sehingga masa rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga daerah terdampak bencana 2018 tersebut dapat diperpanjang hingga tuntas.

Permohonan itu secara resmi telah disampaikan Longki Djanggola kepada Presiden RI yang tertuang dalam Surat Gubernur Sulteng Nomor 360/624/BPBD Perihal Perpanjangan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Sulteng dan Wilayah Terdampak Lainnya pada hari ini.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

BNPB : Sebanyak 185 Bencana Terjadi Hingga Minggu Keempat Januari 2021

Berdaulat.id, JAKARTA – BNPB mencatat sebanyak 185 bencana terjadi sepanjang 1 hingga 21 Januari 2021. Data per...

Siang dan Malam Relawan Rumah Zakat Banggai Distribusi Sembako di Posko Pengungsian

Berdaulat.id, Hari kedua setelah sampai di Mamuju, Relawan Rumah Zakat langsung mendistribusikan sembako bantuan kemanusiaan dari pemerintah...

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Berdaulat.id, MAKASSAR—Pada masa pandemi Covid-19 ini, banyak usaha atau bisnis yang tidak mampu bertahan, mengurangi produksi dan...

Gempa Mamuju dan Majene, Laznas WIZ Salurkan Bantuan Makanan Siap Saji dan Bahan Pokok

Berdaulat.id, Relawan Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bergerak cepat menyalurkan bantuan awal tanggap darurat bagi para korban...

WIZ Distribusikan Bantuan Sembako di Area Pesisir Kota Mamuju

Berdaulat.id, Direktur Program dan Pemberdayaan Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Ridwan Umar mengatakan pihaknya sudah melakukan identifikasi...