29.1 C
Luwuk
Senin, Maret 1, 2021

Jalan Kaki 15 km, Relawan Wahdah Islamiyah Bantu Warga Terisolir di Perbukitan Kabupaten Majene

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ini Harapan Ivan Gunawan Buat Jakarta di HUT ke-493

Berdaulat.id - Ivan Gunawan berharap Jakarta segera kembali normal agar bisa menjadi tempat mencari uang lagi seperti sedia kala.Sebagai seorang desainer, pengusaha...

Sejumlah Pasien COVID-19 Tewas Akibat Kebakaran RS di Bangladesh

Berdaulat.id - Lima pasien COVID-19 tewas dalam kebakaran di sebuah rumah sakit di ibu kota Bangladesh, Dhaka pada Rabu (27/5/20), menurut petugas...

Nggak Mau Kayak Pasar Raya Padang, Pemda Agam Gencar Sosialisasi PSBB ke Pasar-Pasar

Berdaulat.id - Pemerintah Kabupaten Agam,Sumatera Barat (Sumbar) saat ini terus melakukan sosialisasi penanganan COVID-19 ke pasar-pasar tradisional dan pengurus masjid/mushala se-Kabupaten Agam....

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok lakukan Pengecekan Pospam Operasi Ketupat Jaya 2020

Edisi.co.id – Sehubungan dengan situasi dan kondisi terkait penetapan Covid-19 sebagai Pandemi global dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) yang secara resmi diumumkan...

Berdaulat.id, Majene – Kondisi menuju Dusun Paku, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene terputus. Relawan Wahdah Islaiyah Fendi melaporkan, relawan terpaksa memberhentikan armada di tengah jalan, tepatnya di Dusun Kabiraan.

“Kami sekitar 13 orang. Kamu angkut pake beberapa tas, dan juga kayu di sepanjang jalan yang kami temui,” tukasnya, Senin (18/1/2021).

Fendi bersama tim memulai perjalanan ke atas gunung sejak pukul 14.30 Wita dan sempat beristirahat di tengah perjalanan karena kondisi sudah gelap. Ia menyebutkan, beberapa bantuan yang diangkut seperti sembako hingga bahan bakar.

“Kami istirahat dulu di Dusun Taukong kak,” katanya, dalam rilis yang diinformasikannya via Telegram.

Proses jalan kaki ini pun tidak biasa. “Sebenarnya, jika keadaan normal, perjalanan dengan kendaraan hanya menempuh waktu sebentar, tapi karena kondisi yang tak memungkinkan, jalan putus makanya kami harus mengambil solusi ini. Mau tidak mau harus ditempuh dengan jalan kaki dan memakan waktu,” tuturnya.

Ia melanjutkan, terputusnya akses membuat bantuan bahan makanan tersendat. Selain itu, warga masih banyak mengungsi dan belum dapat bekerja kembali. Warga yang ditemui di sepanjang perjalanan mengaku belum medapatkan logistik sampai berita ini dirilis. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Pemuda Papua di Jawa Tengah Dukung Penuh Otsus demi Kemajuan Papua

SEMARANG – Mahasiswa dan pelajar papua yang berada di Kota Semarang, sangat mendukung adanya otonomi khusus di...

ARM HA-IPB dan Warga Palada, Mamuju Bangun Pipa Air Bersih da Mck Komunal

Berdaulat.id, MAMUJU, SULBAR (27 Februari 2021) -- Senyum kembali tersungging di wajah warga Dusun Palada, Desa Takandeang,...

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...

Regenerasi Kepemimpinan, FORJIM Akan Gelar Munas II

Berdaulat.id, Jakarta – Masa khidmat Pengurus Pusat Forum Jurnalis Muslim (PP Forjim) Periode 2018-2021 secara resmi telah...