29.1 C
Luwuk
Selasa, Juni 22, 2021

Jalan Terjal 212 Mart di Kabupaten Bogor

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ombudsman Sarankan Pemerintah Lakukan Investigasi Keluhan Tagihan Listrik

Berdaulat.id - Anggota Ombudsman Republik Indonesia La Ode Ida menyarankan pemerintah melakukan investigasi lebih jauh untuk mengetahui apa sesungguhnya yang menyebabkan warganet...

Lagi, Matahari Melintas di atas Ka’bah pada 15 dan 16 Juli, Saatnya Cek Arah Kiblat

Matahari akan kembali melintas di atas Ka’bah. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim menjelaskan, bahwa berdasarkan data...

Sekjen Liga Muslim Dunia: Keberagaman Seharusnya Tak Jadi Penyebab Konflik

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Muhammad bin Abdulkarim Al-Issa mengatakan bahwa keberagaman agama dan budaya yang ada di dunia seharusnya...

Perangi COVID-19, Lazis Catur Bakti KBPII Bagikan Paket Pangan

Berdaulat.id - LAZIS Catur Bakti KB PII meluncurkan program #PaketPanganMelawanCorona#, dengan membagikan bahan makanan seperti beras dan sayuran segar untuk...

Oleh : HG SUTAN ADIL

Berdaulat.id, Tulisan ini adalah pengalaman pribadi penulis dalam turut serta secara sukarela dalam mensosialisakan dan menggalakkan penyebaran ekonomi umat dalam bentuk usaha bersama mengelola minimarket. Diawali dengan pertemuan segenap eksponen peserta “Demontrasi Damai 212” di lapangan monuman nasional dan sekitarnya beserta aktivis ekonomi ummat yang berniat mensuksekan kegiatan ekonomi umat sebagai kelanjutan dari spirit 212.

Pertemuan secara lokal diwilayah Bogor Timur pertama kali dilaksanakan pada hari Ahad, 12 Maret 2017 di sebuah saung milik Bp. Ahmad Chussaini (Alm/Ketua Komunitas Bogor 6) atau dikenal dengan nama Taman Lele yang berada di Perumahan Limus Pratama Regency, Cileungsi , Kabupaten Bogor. Sebagai salah satu satu anggota komunitas dari Koperasi Syariah 212, maka komunitas di Cileungsi ini sepakat dinamakan sebagai ”Komunitas Bogor 6”, dan penulis sendiri diamanahkan sebagai Fasilitator dan Wakil Ketua di komunitas Bogor 6 tersebut.

Komunitas Bogor 6 ini berniat secara sukarela dalam mensosialisakan keberadaan Koperasi Syariah 212 (Kopsyah212) yang telah berdiri dan dideklarasikan sejak tanggal 6 Januari 2017 di Kampus STEI TAZKIA, Sentul City, Kab. Bogor, serta turut serta dalam membangun ekonomi umat yang besar, kuat, professional dan terpercaya sebagai salah satu penopang pilar ibadah, syariah dan dakwah menuju kebahagiaan dunia dan keselamatan di akhirat.

Dalam pelaksanaannya, komunitas bogor 6 ini bergerak di beberapa kecatan di Bogor Timur yang meliputi ; Kecataman Gunung Putri, Kecamatan Cileungsi, Kecamatan Jonggol, Kecamatan Cariu, Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Tanjungsari. Tetapi berhubung masih langkanya Penggerak Ekonomi Umat di Kopsyah 212 ini, makas Komunitas Bogor 6 juga mengedukasi kedaerah lain yang belum ada komunitasnya seperti ; Kabupaten Bekasi, Karawang, Langsa (Aceh),Sukabumi, dan lainnya.

Awalnya produk minimarket yang di sosialisaikan oleh Kopyas212 ini adalah minimarket dengan merek dagang “Kita Mart” yang konsep dan sistemnya di ciptakan oleh Ustadz Valentino Dinsi, MBA. Akan tetapi karna dengan pertimbangan tertentu maka merek dagang selanjutnya yang diusung adalah dengan nama “212 Mart” yang merupakan mereka dagang asli dari Kopsyah212 sendiri, tetapi dengan konsep dan sistem yang hampir sama dengan Kita Mart sebelumnya.

Selama 6 bulan sejak awal berdirinya, komunitas bogor 6 ini telah berhasil membantu terbentuknya 14 unit komunitas baru yang menjadi cikal bakal berdirinya Kita Mart dan 212 mart, yaitu ; Komunitas Vila Nusa Indah di Desa Bojong Kulur/Gn Putri, Komunitas Masjid As Salam di Cibinong, Komunitas Limus Pratama Regency di Cileungsi, Komunitas Kota Wisata di Cileungsi, Komunitas Griya Kenari Mas di Cileungsi, Komunitas Bukit Jaya di Gn Putri, Komunitas Metland di Cileungsi, Komunitas Citra Indah di Jonggol, Komunitas Wanaherang di Gn Putri, Komunitas Cikeas Udik di Gn Putri, Taman Rahayu di Bekasi, Komunitas Griya Alam Sentosa di Cileungsi, Komunitas di Sukabumi, Komunitas di Langsa/Aceh.

Dari 14 komunitas diatas dan dengan telah membuat badan usaha Koperasi di masing masing komunitas, telah berhasil mendirikan 10 unit toko minimart dengan merek 212 mart dan 1 unit Kita Mart. Sedangkan beberapa komunitas lainnya tidak bisa lagi mendirikan 212 mart karena terganjal adanya Peraturan Bupati (Perbup) yang tiba2 melarang pendirian minimarket di Kabupaten Bogor.

Memang aneh, dengan sedang semangat dan ghiroh nya umat islam dalam melakukan kegiatan ekonomi ummat, akan tetapi dengan tiba tiba Bupati Bogor pengeluarkan Perbup No. 63 Tahun 2017 yang melakukan moratorium pendirian minimarket atau berhenti memberikan izin pendirian minimarket.

Hal ini tentu saja mendapat protes dari banyak komunutas 212 lain yang sudah banyak berdiri dan akan segera mendirikan toko minimarket 212, yang dengan perbub ini menjadi terganjal. Akan tetapi dengan berbagai alasan klasik, Perbup ini tetap saja berlaku sampai sekarang ini dan jelas sekali menghambat dan menghentikan pendirian 212 mart dan Kita Mart selanjutnya.

Padahal konsep minimart 212 dan Kita Mart ini dalam pelaksanaannya banyak sekali memfasilitasi UMKM sekitarnya dalam memasarkan produk mereka di kedua minimarket tersebut dan berbeda sekali dengan minimarket yang sudah ada seperti Alfamart dan Indomart yang sedikit sekali memberikan kesempatan kepada UMKM di wilayahnya masing masing.

Kejadian baru baru ini dengan apa yang terjadi di sebuah komunitas 212 Pontianak adalah hal biasa yang terjadi dalam dunia usaha. Sampai saat ini sudah ratusan 212 mart yang telah berdiri dan tersebar di seluruh indoesia. Di dunia usaha apapun, kerap terjadi oknum, karena kurangnya pengawasan dan memanfaatkan kesempatan. Jika dilihat kronologis kejadiaannya, hal ini memang dikarenakan komunitas dan anggota komunitas 212 yang telah bergabung, tidak melakukan pengawasan yang cukup dan tidak mengikuti ketentuan yang berlaku sesuai dengan perjanjian kerjasama dengan Kopsya212 di pusat.

Berita dari kasus ini menjadi besar tentu saja tidak lepas dari peran pihak yang memang tidak suka dengan keberadaan 212 Mart dan Kita Mart, khususnya dalam persaingan usaha. Dengan bantuan BuzzeRp dan Media mainstream yang tentu saja punya tujuan yang sama, maka berita semacam ini terus saja di goreng dengan tujuan untuk menyudutkan gerakan ekonomi ummat yang sedang berjalan.

Memang dalam Membangun ekonomi umat yang besar, kuat, professional dan terpercaya sebagai salah satu penopang pilar ibadah, syariah dan dakwah menuju kebahagiaan dunia dan keselamatan di akhirat ini tak lepas dari berbagai halangan dan rintangan.

Jadikan kasus di 212 Mart Pontianak ini sebagai koreksi dan evaluasi bagi Koperasi Syariah 212 induk. Tetap semangat dan terus berbenah agar ekonomi ummat tetap Berjaya.
Aamiin……

*) Penulis adalah Ketua DPP FKMI (Forum Komunikasi Muslim Indonesia)

Bogor, 08 Mei 2021

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Majelis Ulama Indonesia Sambangi Dubes Kanda

Berdaulat.id, Kamis (16/6/2021).  Rombongan Majelis Ulama Indonesia, dipimpin oleh Sekretaris Jenderal MUI Buya Dr. Amirsyah Tambunan,  bersama...

Ulama Dunia Mengecam Vonis Mati Pengadilan Mesir

Berdaulat.id, Mata dunia menyorot Mesir dua kali hanya dalam kurun waktu sebulan terakhir. Sebelumnya, negeri seribu menara...

Kinerja Kapolri 100 Hari

Berdaulat.id - Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry (kanan) bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) memberikan keterangan pers usai...

Diskusi Empat Pilar MPR

Berdaulat.id -Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasam dengan Biro Humas dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI menggelar diskusi Empat Pilar MPR RI dengan...

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng dilantik, Polda Sulteng : Tidak eforia dan tetap patuhi protokol kesehatan covid-19

Berdaulat.id, Palu - Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 hari...