29.1 C
Luwuk
Kamis, April 22, 2021

Jazilul Fawaid: Masyarakat Harus Waspada Ketika Pilkada Ditengah Pandemi COVID-19

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Hadirkan Pelayanan Tanpa Kehadiran Masyarakat, Kapolri Minta Korlantas Terus Berinovasi

TANGERANG- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka rapat kerja teknis (rakernis) fungsi lalu lintas (lantas) tahun...

Azis Syamsuddin Apresiasi Program Food Estate Pemerintah

Berdaulat.id -Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengapresiasi langkah Pemerintah yang menaruh perhatian penuh terhadap Ketahanan Pangan dengan membuat Food Estate di...

Bakrie Amanah dan PT. CPM Salurkan Santunan Anak Yatim Bapak Anindya Bakrie

Berdaulat.id, Palu- Bakrie Amanah dan PT CPM mengunjungi Panti Asuhan As-Shabur yang merupakan korban terdampak bencana alam...

Polda Metro Buka Lima Gerai Layanan SIM Keliling

Berdaulat.id - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membuka lima gerai layanan SIM Keliling bagi masyarakat yang hendak mengurus perpanjangan masa berlaku...

Berdaulat.id – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid meminta masyarakat untuk tetap “eling lan waspodo” atau sadar dan waspada khususnya ketika Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak dilaksanakan saat pandemi COVID-19.

“Pilkada 2020 adalah pesta demokrasi yang diselenggarakan dalam keadaan pandemi COVID-19. Jadi ini dalam kondisi anomali,” kata Jazilul dalam acara pers gathering MPR RI di Bandung, Sabtu.

Dia menjelaskan pilkada dalam kondisi anomali karena sejatinya merupakan pesta demokrasi, namun sebuah pesta dilaksanakan orang tidak boleh dekat-dekat, harus pakai masker, makan menggunakan boks, itu semua diatur dalam kondisi anomali.

Menurut dia, saat ini kondisi Indonesia dalam situasi anomali atau zaman yang membingungkan sehingga semua pihak harus selalu introspeksi dan juga waspada.

“Karena itu di Pilkada 2020, saya mengajak semua pihak yang ikut kontestasi, partai politik, dan calon kepala daerah untuk selalu ‘eling lan waspodo’,” ujarnya.

Jazilul mengatakan Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan 30 hari lagi, merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat yang diatur dalam UUD 1945.

Selain itu menurut dia, pilkada sebagai wujud pengejawantahan Sila ke-4 Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

“Kontestasi ini bukan untuk menang-menangan, pencalonan ini untuk mendarmabaktikan. Di forum terhormat ini, saya berharap bahwa pilkada dalam keadaan anomali, mudah-mudahan berjalan tertib dan lancar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Fraksi PAN MPR RI Ali Taher Parasong Pilkada adalah amanat konstitusi dan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi dan demokratisasi.

Menurut dia, bertolak pada konstitusi, pilkada tidak boleh bergeser dari alinea ke II (visi Indonesia) dan alinea ke empat (misi Indonesia) di Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Alinea kedua Pembukaan UUD 1945 adalah “dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur”.

Lalu bunyi alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 “kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

“Itu amanatnya, yang tujuannya adalah membangun kebahagiaan bersama. Di situ lah sebenarnya tugas pemimpin terpilih adalah menggeser air mata kemiskinan jadi air mata kebahagiaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri secara fisik Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Idris Laena, Ketua Fraksi Partai NasDem MPR RI Taufik Basari, Ketua Fraksi PAN MPR RI Ali Taher Parasong, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat MPR RI Anton Sukartono, perwakilan kelompok DPD RI Abdul Kadir, dan Kepala Biro Humas Kesetjenan MPR RI Siti Fauziah.

Selain itu juga hadir secara virtual Wakil ketua MPR RI Lestari Moerdijat, dan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kamus Sejarah Indonesia Jilid I & II Beredar di Olshop

Fikri Faqih: “Bila tidak dilarang, berarti benar adanya” Berdaulat.id, Wakil Ketua Komisi X DPR...

Muslimah Wahdah Siap Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Berdaulat.id, Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk merefleksikan diri untuk hijrah ke arah yang lebih baik. Tidak...

Artikel Ramadhan 9 : Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf

I’tikaf (Bagian 1) Berdaulat.id, Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf Definisi

Rakor Lintas Sektoral Jelang Idul Fitri, Kapolri: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Berdaulat.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal asas Salus Populi Suprema Lex Esto atau...

Pre Order Mud

Berdaulat.id, MUD adalah alat ukur yang dikenal dalam syariat Islam untuk beberapa pengukuran. Anas...