29.1 C
Luwuk
Selasa, November 24, 2020

Jazilul Fawaid: Masyarakat Harus Waspada Ketika Pilkada Ditengah Pandemi COVID-19

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Gandeng WHO, FIFA Bakal Perangi COVID-19

Berdaulat.id,- Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) yang kian meresahkan dunia olahraga kususnya Sepak bola membuat Badan sepak bola dunia FIFA mengambil...

Disetujui Menkes, NasDem Minta DKI Berlakukan PSBB

Berdaulat.id - Setelah mendapat persetujuan dari Menteri Kesehatan, Provinsi DKI Jakarta sudah bisa menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Politisi Partai...

Usai Rapid Test, 3 Warga Bogor Dinyatakan Positif

Berdaulat.id - Dinas Kesehatan Kota Bogor yang melaksanakan "rapid test" terhadap 172 warga Kota Bogor berkategori orang dengan risiko (ODR) dengan tiga peserta positif...

Anggota DPD RI Hasan Basri : PP 25 Tahun 2020 Menambah Beban Masyarakat

Berdaulat.id - Besaran iuran yang dibebankan dalam kebijakan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menjadi sorotan DPD RI. Dalam kondisi sulit,...

Berdaulat.id – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid meminta masyarakat untuk tetap “eling lan waspodo” atau sadar dan waspada khususnya ketika Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak dilaksanakan saat pandemi COVID-19.

“Pilkada 2020 adalah pesta demokrasi yang diselenggarakan dalam keadaan pandemi COVID-19. Jadi ini dalam kondisi anomali,” kata Jazilul dalam acara pers gathering MPR RI di Bandung, Sabtu.

Dia menjelaskan pilkada dalam kondisi anomali karena sejatinya merupakan pesta demokrasi, namun sebuah pesta dilaksanakan orang tidak boleh dekat-dekat, harus pakai masker, makan menggunakan boks, itu semua diatur dalam kondisi anomali.

Menurut dia, saat ini kondisi Indonesia dalam situasi anomali atau zaman yang membingungkan sehingga semua pihak harus selalu introspeksi dan juga waspada.

“Karena itu di Pilkada 2020, saya mengajak semua pihak yang ikut kontestasi, partai politik, dan calon kepala daerah untuk selalu ‘eling lan waspodo’,” ujarnya.

Jazilul mengatakan Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan 30 hari lagi, merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat yang diatur dalam UUD 1945.

Selain itu menurut dia, pilkada sebagai wujud pengejawantahan Sila ke-4 Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

“Kontestasi ini bukan untuk menang-menangan, pencalonan ini untuk mendarmabaktikan. Di forum terhormat ini, saya berharap bahwa pilkada dalam keadaan anomali, mudah-mudahan berjalan tertib dan lancar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Fraksi PAN MPR RI Ali Taher Parasong Pilkada adalah amanat konstitusi dan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi dan demokratisasi.

Menurut dia, bertolak pada konstitusi, pilkada tidak boleh bergeser dari alinea ke II (visi Indonesia) dan alinea ke empat (misi Indonesia) di Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Alinea kedua Pembukaan UUD 1945 adalah “dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur”.

Lalu bunyi alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 “kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

“Itu amanatnya, yang tujuannya adalah membangun kebahagiaan bersama. Di situ lah sebenarnya tugas pemimpin terpilih adalah menggeser air mata kemiskinan jadi air mata kebahagiaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri secara fisik Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Idris Laena, Ketua Fraksi Partai NasDem MPR RI Taufik Basari, Ketua Fraksi PAN MPR RI Ali Taher Parasong, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat MPR RI Anton Sukartono, perwakilan kelompok DPD RI Abdul Kadir, dan Kepala Biro Humas Kesetjenan MPR RI Siti Fauziah.

Selain itu juga hadir secara virtual Wakil ketua MPR RI Lestari Moerdijat, dan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Berdaulat.id - Musyawarah Nasional ke-10 menjadi momentum pergantian kepengurusan dan kepemimpinan di Majelis Ulama Indonesia Pusat. Munas memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan jabatan dan...

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasama dengan Humas dan Pemberitaan MPR RI menggelar Diskusi 4 Pilar, dengan tema "Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19...

Pembangunan Gedung DPRD dan Pengadaan Kambing di Purbalingga Jadi Sorotan

Berdaulat.id - Koordinator Kaki Publik, Wahyudin Jali mengatakan, saat ini di Pemerintah Kabupaten Purbalingga sedang viral. Pertama, adanya kejanggalan proyek  pembangunan Gedung...

Berikut Salah Satu Obat Agar Tetap Waras Selama Pandemi Covid-19

Berdaulat.id - Tak hanya kesehatan fisik, Anda juga perlu menjaga mental tetap sehat selama pandemi COVID-19 dan salah satunya bisa dengan berjalan-jalan...

Kemenperin Konsisten Kembangkan Desainer Muslim

Berdaulat.id - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka terus berupaya mengembangkan potensi desainer fesyen muda Indonesia yang sangat...