29.1 C
Luwuk
Rabu, November 18, 2020

Jimly Asshiddiqie: Fenomena HRS Ini Langka

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Pemerintah Sampaikan Tanggapan Atas Pengesahan UU Anggaran TA 2021

Berdaulat.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) menyerahkan tanggapan pemerintah atas pengesahan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 kepada...

Komite II DPD RI Jembatani Persoalan PT Inhutani V Dengan PT PML

Berdaulat.id - Komite II DPD RI menindaklanjuti aspirasi masyarakat Lampung terkait perjanjian kerja antara PT Inhutani V dengan PT Paramitra Mulia Langgeng...

Menaker Ida Fauziyah Berdayakan Korban PHK Melalui Program Padat Karya

Berdaulat.id - Untuk membantu pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan membuat terobosan baru dalam program padat karya. Salah...

Perangi COVID-19, Kebijakan Kemenkeu Dapat Dukungan

Berdaulat.id - Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Hafisz Tohir mendukung kebijakan keuangan yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam rangka...

Berdaulat.id – Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia hari ini Selasa (10/11/20), yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, disambut lautan massa yang datang berbondong-bondong dari luar daerah ke Bandara Soekarno-Hatta sejak kemarin.

Jalan menuju arah Bandara macet total berkilo-kilo meter karena banyaknya massa yang datang hendak menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu. Massa yang tak terbendung itu pun akhirnya berjalan kaki menuju bandara.

Terkait hal itu, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie menyebut fenomena Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai fenomena langka. Jimly pun menyalahkan sikap penguasa dalam kasus Habib Rizieq ini.

“Fenomena HRS ini langka. Masalahnya berlarut karena perlakuan kekuasaan yang salah, dihadapi dengan ideologi & teologi permusuhn & kebencian, bukan merukunkan & mendamaikan,” kata Jimly di akun twitternya, Selasa (10/11/20).

“Kata dibungkam kata, lovers dibabat haters, permusuhan meluas, tanpa solusi. Padahal “action” slalu lebih efektif dari retorika,” katanya.

Pernyataan Jimly tersebut direspons oleh sejumlah netizen. Akun @paijodirajo mengatakan bahwa dirinya sepakat dengan apa yang dicuit oleh Jimly.

“Sependapat, Prof,” kata @paijodirajo.

Sementara, akun @tanjaya1958 membalas “Perlakuan penguasa yg tdk adil atas warganya”.

“Saatnya rekonsiliasi … saling bicara, saling memaafkan. Berbicara dengan hati,” cuit @UbaySudrajat. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Jelang Pilkada 2020, DPR Minta KPU-Bawaslu Terus Koordinasi dengan Satgas COVID-19

Berdaulat.id - Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan, pihaknya meminta KPU dan Bawaslu terus berkoordinasi secara intensif dengan Satuan...

UU Ciptaker Dinilai Mungkinkan UMKM Sebagai Pelaku Usaha KEK

Berdaulat.id - Peneliti ekonomi dari The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho menilai UU Nomor 11 Tahun...

Menlu Iran Sebut Biden Dapat Cabut Sanksi Dengan Cara Ini

Berdaulat.id - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan Iran akan sepenuhnya menerapkan kesepakatan nuklir 2015 jika Presiden terpilih AS Joe...

Mahyudin Ingatkan Pelaksanaan Pilkada Perhatikan Protokol Kesehatan

Berdaulat.id - Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengingatkan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat agar memperhatikan...

Kemampuan Intagram Bakal Ditingkatkan

Kemampuan pengguna Instagram untuk menelusuri konten akan semakin ditingkatkan, di mana perusahaan media sosial itu mengumumkan bahwa pengguna berbahasa Inggris di enam...