29.1 C
Luwuk
Kamis, Februari 25, 2021

Jimly Asshiddiqie: Fenomena HRS Ini Langka

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Desember ini Jerman Mulai Suntikan Vaksin Covid-19

Berdaulat.id - Jerman kemungkinan mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 paling cepat pada Desember, seperti dikutip Menteri Kesehatan Jens Spahn. "Ada...

Ini Alasan Febri Soal Kemundurannya dari Jubir KPK

Berdaulat.id - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengungkapkan salah satu alasan pengunduran dirinya adalah kondisi KPK yang...

Jazilul Fawaid : Pemerintah Hasus Hadir Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Berdaulat.id- Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menegaskan, pemerintah wajib melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di...

Meneg BUMN Raker Dengan Komisi VI DPR RI

Berdaulat.id - Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima (kanan) berbincang serius dengan Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) sesaat akan memimpin rapat...

Berdaulat.id – Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia hari ini Selasa (10/11/20), yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, disambut lautan massa yang datang berbondong-bondong dari luar daerah ke Bandara Soekarno-Hatta sejak kemarin.

Jalan menuju arah Bandara macet total berkilo-kilo meter karena banyaknya massa yang datang hendak menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu. Massa yang tak terbendung itu pun akhirnya berjalan kaki menuju bandara.

Terkait hal itu, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie menyebut fenomena Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai fenomena langka. Jimly pun menyalahkan sikap penguasa dalam kasus Habib Rizieq ini.

“Fenomena HRS ini langka. Masalahnya berlarut karena perlakuan kekuasaan yang salah, dihadapi dengan ideologi & teologi permusuhn & kebencian, bukan merukunkan & mendamaikan,” kata Jimly di akun twitternya, Selasa (10/11/20).

“Kata dibungkam kata, lovers dibabat haters, permusuhan meluas, tanpa solusi. Padahal “action” slalu lebih efektif dari retorika,” katanya.

Pernyataan Jimly tersebut direspons oleh sejumlah netizen. Akun @paijodirajo mengatakan bahwa dirinya sepakat dengan apa yang dicuit oleh Jimly.

“Sependapat, Prof,” kata @paijodirajo.

Sementara, akun @tanjaya1958 membalas “Perlakuan penguasa yg tdk adil atas warganya”.

“Saatnya rekonsiliasi … saling bicara, saling memaafkan. Berbicara dengan hati,” cuit @UbaySudrajat. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Pemantapan Komunikasi Publik, Konferensi Pers Polda Sulteng Hadirkan Interpreter

Berdaulat.id, Palu Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Konferensi Pers yang diselenggarakan Polda Sulawesi Tengah pagi ini, Kamis...

OJK Diminta Segera Setujui Pencairan Kelebihan Dana Cadangan Bumiputera

Berdaulat.id, Jakarta – Kasus gagal bayar nasabah atau pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera tak kunjung tuntas...

Dukung Pemulihan Pasca Gempa, Wahdah Islamiyah Serahkan Ambulance ke Sulawesi Barat

Berdaulat.id, Mamuju - Pengurus pusat Wahdah Islamiyah melakukan serah terima satu unit mobil ambulance kepada pengurus wilayah...

Mentan SYL : Untuk Ekspor Komoditas Pertanian Terobos Dulu, Kami Siap Backup

Berdaulat.id, Jakarta – Untuk pertama kalinya komoditas produk olahan unggas dan sapi asal Indonesia berhasil menembus pasar...

Wujudkan Transparansi, Kapolri Launcing Aplikasi Dumas Presisi

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi...