29.1 C
Luwuk
Rabu, Desember 2, 2020

Jimly: Problem Parpol di Era Reformasi, Oligarki dan Politik Dinasti

Data Real Time COVID-19

Baca juga

KPI Minta Identitas Pasien Corona Diungkap, Ini Tanggapan DPR

Berdaulat.id - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta pemerintah untuk mempertimbangkan untuk membuka identitas pasien yang positif terjangkit virus corona baru atau Covid-19...

Antara Rasisme di Amerika dan Kasus Rasisme di Indonesia

Oleh: Shamsi Ali KETIKA saya menyoroti dan mengeritik tajam pernyataan seorang pandeta di Oakland, banyak yang menyangka saya menutup...

Bekas Dirut BTN Ditetapkan Tersangka

Kejaksaan Agung RI menetapkan mantan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) H Maryono dan Direktur Utama PT Pelangi Putera Mandiri Yunan Anwar...

Oman Sambut Keputusan Bahrain Soal Normalisasi Hubungan dengan Israel

Berdaulat.id - Oman menyambut keputusan Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dan berharap langkah tersebut akan berkontribusi pada perdamaian Palestina-Israel, demikian dilaporkan...

Berdaulat.id – Banyak partai politik yang muncul pada perjalanan reformasi pada akhirnya justru terjebak pada oligarki dan politik dinasti.

Begitu disampaikan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie saat diskusi daring “Bernegara Seri-1 (Refleksi dan Proyeksi 75 Tahun INDONESIA: Berpolitik, Bernegara, Berkonstitusi)”, Minggu (23/8/20) malam.

“Ada problem internal di dalam partai-partai, partai yang lahir di era reformasi,” kata Jimly.

Sebenarnya, Jimly menjelaskan reformasi itu merupakan upaya untuk membalikkan keadaan yang kecenderungannya negatif supaya kembali baik, seperti Orde Lama dikoreksi Orde Baru, kemudian Orde Baru dikoreksi oleh Reformasi setelah 32 tahun berjalan.

Memasuki perjalanan reformasi, kata dia, muncul partai-partai yang mengusung “democracy of law”, tetapi dalam praktiknya justru berbeda.

Menurut dia, kebanyakan partai yang masih saja dipimpin oleh tokoh-tokoh tua sehingga mengalami gerontokrasi.

Dikhawatirkan, kata Jimly, kecenderungannya pergantian kepemimpinan di parpol akan semakin panjang.

Meski banyak tokoh muda yang sekarang ini ditunjuk menjadi menteri, kata dia, namun pada dasarnya parpol yang dipimpin golongan tua yang menentukan karena mereka adalah petugas partai.

“Sementara, partai mengalami gerontokrasi dan di dalam dirinya berubah menjadi dinasti-dinasti politik. Muncul keluarga-keluarga tertentu menjadi oligarki-oligarki politik yang berkolaborasi karena makin mahalnya demokrasi,” jelas Anggota DPD RI itu.

Oleh karena itu, Jimly mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berpikir pragmatis, tetapi berperan memajukan bangsa melalui berbagi ide dan impian untuk Indonesia yang lebih baik.

“Kalau kita biarkan dengan sikap pragmatis, kita biarkan yang terjadi sekarang. Semua orang semangatnya hanya mengambil, rebutan jabatan mana yang bisa diambil, menjadi medioker, generasi pengambil, generasi peminta-minta, generasi penerima. Tidak menjadi pemberi dan penyumbang kemajuan peradaban bangsa,” tandasnya. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Empat Pilar MPR RI

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas Pemberitaan MPR RI menggelar diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema "Mengoptimalkan SDM...

Diskusi “Teror Sigi Bagaimana Nasib Perpres TNI”

Berdaulat.id- Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon ( Virtual), Direktur Harmonisasi Peraturan Perundangan-Undangan I Kemenkumham Bunyamin,...

Berdaulat.co.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas Pemberitaan MPR RI menggelar diskusi Empar Pilar Kebangsaan MPR RI dengan tema "Kebangkitan...

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...