29.1 C
Luwuk
Minggu, Februari 28, 2021

Kemendag Ungkap 23 Perusahaan Miliki Sertifikat Sarang Burung Walet

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Korupsi Saat Bencana Corona, Ketua KPK: Ancamannya Hukuman Mati

Berdaulat.id - Pelaku korupsi saat bencana bisa diancam hukuman mati. Karenanya semua pihak jangan sampai melakukan tindakan korupsi di tengah-tengah wabah virus...

Dokter Ingatkan Pasien Covid-19 Waspadai Gejala Happy Hypoxia

Berdaulat.id - Dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan, Dr dr Erlina Burhan SpP(K), meminta pasien Covid-19 mewaspadai gejala happy hypoxia, yaitu penurunan...

Legislator PKS Ini Minta Presiden Stop Pencitraan Bantuan

Berdaulat.id - Anggota DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat menyebut bahwa presiden bersama jajarannya di pemerintahan terbukti tidak siap dalam menghadapi...

Ilmuwan Temukan Obat Baru untuk COVID-19

Berdaulat.id - Para ilmuwan di Universitas Emory Atlanta telah menemukan obat baru yang dapat mengubah cara dokter dalam mengobati pasien positif terinfeksi...

Berdaulat.id – Kementerian Perdagangan mengungkapkan, masih 23 perusahaan yang punya sertifikat ekspor sarang burung walet ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang merupakan pembeli terbesar komoditas itu

“Dari 49 perusahaan yang telah terdaftar sebagai pemegang ET-SBW (Eksportir Terdaftar Sarang Burung Walet) hanya 23 yang mendapatkan sertifikasi ekspor sarang burung walet ke RRT,” ujar Wakil Menteri Perdagangan, (Wamendag), Jerry Sambuaga di Medan, Minggu.

Wamendag berada di Sumut sejak Sabtu, untuk melepas ekspor sarang burung walet dan produk olahan singkong dan berdialog dengan eksportir kopi.

Kemendag berharap semua perusahaan ekspor sarang burung walet memiliki sertifikat ekspor ke RRT agar volume ekspor semakin banyak.

Apalagi, ujar Jerry, Indonesia telah lama memiliki perjanjian bersama dalam penetapan standar higienitas produk.

Khusus dalam ekspor sarang burung walet, sejak 2012, Indonesia dan RRT telah menandatangani Protokol Persyaratan Higienitas, Karantina dan Pemeriksaan untuk importasi produk sarang burung walet dari Indonesia ke RRT.

Jerry Sambuaga mengingatkan bahwa tren persyaratan kesehatan dan higienitas akan meningkat di masa depan sejalan dengan kesadaran publik terhadap soal itu.

Standar-standar kesehatan dan higienitas itu sering menjadi non tariff barrier dalam perdagangan.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan bersama kementerian terkait sudah mengantisipasi dengan berbagai perjanjian perdagangan baik secara bilateral maupun multilateral.

Dalam perjanjian-perjanjian itu juga ada mekanisme peningkatan kapasitas pelaku usaha agar bisa memenuhi standard kesehatan produk di negara pembeli.

“Peningkatan ekspor tidak terhenti karena pandemi COVID-19 dan itu bisa dibuktikan dari ekspor sarang burung walet yang terus berlangsung. Bahkan perdagangan luar negeri Indonesia secara menyeluruh sudah surplus,” katanya.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Launching Kampung tangguh nusantara di Palu dan Donggala

Berdaulat.id, Palu - Dua petinggi TNI Polri di Sulawesi Tengah hari ini melakukan launching kampung tangguh nusantara...

Waketum MUI Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras

Berdaulat.id, Pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak 2021. Sebelumnya, industri tersebut...

Regenerasi Kepemimpinan, FORJIM Akan Gelar Munas II

Berdaulat.id, Jakarta – Masa khidmat Pengurus Pusat Forum Jurnalis Muslim (PP Forjim) Periode 2018-2021 secara resmi telah...

Ketua PKK Provinsi Sulteng Lantik Lima Ketua TP PKK

Berdaulat.id, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Zalzulmida A Djanggola melantik Ketua TP PKK lima kabupaten...

Lantik Lima Pasang Kepala Daerah, Ini Harapan Gubernur Sulteng

Berdaulat.id, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola melantik lima pasangan calon kepala Daerah terpilih pada Pilkada 2020...