29.1 C
Luwuk
Sabtu, November 28, 2020

Kemendikbud Diharap Terbitkan Regulasi Sekolah Tatap Muka

Data Real Time COVID-19

Baca juga

“Pilkada Serentak: Hidupkan Semangat Kebangsaan di Masa Pandemi”

Berdaulat.id - Anggota komite I DPD RI Fachrur Razi, Anggota MPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera, Anggota MPR RI Fraksi PKB...

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Pada Rabu Pagi Rp14.770

Berdaulat.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi (20/5/20) masih menguat tipis seiring masih adanya optimisme...

HUT TNI ke-75, Puan: Teruslah Jadi Kebanggaan Rakyat Indonesia

Berdaulat.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan TNI berperan penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Bahkan peran TNI kini juga diperlukan dalam...

Republik Buzzer

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Dunia medsos meniscayakan tumbuh suburnya influencer atau buzzer. Dua kata yang...

Berdaulat.id – Anggota Komisi X DPR RI, Sukawijaya mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera menerbitkan regulasi yang mengatur berbagai persyaratan mengenai pelaksanaan sekolah secara tatap muka saat pandemi COVID-19.

“Kami mendorong Kemendikbud untuk membuat regulasi tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka. Itu penting karena bisa dijadikan patokan,” katanya di Semarang, Kamis (12/11/20).

Dalam regulasi tersebut, lanjut dia, harus dijelaskan secara rinci, seperti sekolah tersebut terletak di zona merah COVID-9 atau tidak, penerapan protokol kesehatan ketat, termasuk syarat tes usap bagi siswa maupun guru.

Menurut dia, jika memang pihak sekolah tidak bisa memenuhi persyaratan, maka pembelajaran daring tetap menjadi pilihan yang harus dilakukan saat pandemi.

Politikus Partai Demokrat itu mengakui jika pembelajaran daring tidak seefektif pembelajaran tatap muka, tapi menjadi pilihan terbaik dalam kondisi pandemi COVID-19.

Selain dari sisi kesehatan, dari segi anggaran juga lebih murah pelaksanaan pembelajaran secara daring.

“Subsidi untuk pulsa dan kuota internet jauh lebih murah dibanding untuk biaya tes usap atau tes cepat karena keduanya tidak mungkin dibebankan kepada orang tua pelajar,” tukasnya []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Jelang 9 Desember, Masyarakat Diharap tak Pilih Mantan Napi Korupsi

Berdaulat.id - Setelah dugaan pengadaan proyek kambing bernilai Rp 200 juta, selanjutnya dugaan pembangunan proyek gedung DPRD senilai Rp 7,7 miliar viral...

Diskusi Empat Pilar MPR

Berdaulat.id -Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Humas dan Pemberitaan MPR RI menggelar Diskusi Empat Pilar dengan tema "Optimalisasi Pasar Online bagi...

Ini Susunan Pengurus MUI Periode 2020-2025

Berdaulat - KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 dalam Musyawarah Nasional (Munas) X yang digelar...

Gus Jazil: Calon Kapolri Harus Sudah Selesai Dengan Dirinya.

Berdaulat.id -Kapolri Jenderal Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada Januari 2021 mendatang. Karena itu, kini muncul nama-nama yang digadang-gadang untuk menggantikan...

Menkumham Harap Penyusunan RUU Prolegnas 2021 Hasilkan UU Berkualitas

Berdaulat.id - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly berharap proses penyusunan rancangan undang-undang (RUU) program legislasi nasional (prolegnas) prioritas tahun 2021 dapat...