29.1 C
Luwuk
Minggu, April 18, 2021

Kemenkop Mulai Program Pengembangan Pasar Rakyat

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Kata Kadikes: Gorontalo Utara nol kasus COVID-19

Berdaulat.id - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo Rizal Yusuf Kune mengatakan kabupaten tersebut berhasil kembali berstatus zona hijau karena...

Pembebasan 30.000 Narapidana Oleh Menkumham Berbuntut Panjang

Berdaulat.id - Kebijakan Menteri Hukum dan Hak asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly membebaskan 30.000 narapidana dengan cara asimilasi berbuntut panjang.

Ketua DPR Puan Maharani : DPR Akan Gelar Rapat Paripurna Senin.

Berdaulat.id - DPR memutuskan tidak memperpanjang kembali masa reses persidangan II dan akan menggelar Sidang Paripurna dimulainya masa persidangan III,...

Hindari Kecurangan dalam Pilkada 2020, Bawaslu Mutakhirkan IKP

Berdaulat.id - Demi mencegah adanya kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan peluncuran data pemutakhiran indeks...

Berdaulat.id – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) memulai program “Pengembangan Pasar Rakyat” yang berfokus pada proses digitalisasi pasar dengan mendorong koperasi dan pedagang di pasar tradisional untuk merambah pangsa pasar online.

Program tersebut dimulai di dua pasar di Yogyakarta, yakni Pasar Ngoto dan Pasar Piyungan, yang akan berlangsung mulai tanggal 9 November hingga 31 Desember 2020.

“Ke depan diharapkan digitalisasi koperasi dan pasar rakyat juga akan dilakukan di pasar-pasar yang telah kami revitalisasi sejak tahun 2003 sampai dengan 2019 di seluruh Indonesia,” kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop-UKM, Victoria Simanungkalit, dalam pernyataan resmi, dikutip Selasa.

Harapannya, kata Victoria, pelaku usaha di dalamnya dapat menuai manfaat yang lebih baik dari perkembangan pasar internet dan meningkatkan kesejahteraan pada pedagang dan anggota koperasi.

Program ini didukung oleh Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, terlebih salah satu pasar rakyat yang pada tahun 2006 mendapatkan revitalisasi ini dikelola oleh koperasi.

 Peningkatan terus dilakukan, tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana pasar dalam bentuk bangunan, tapi juga kapasitas pelaku yang terlibat di pasar rakyat itu sendiri.

Dukungan Asosiasi Pengelola Pasar Seluruh Indonesia juga tak kalah dominan dalam penguatan program koperasi pasar dan transformasi digital yang mulai dan akan terus digalakkan.

Program “Pengembangan Pasar Rakyat” merupakan respons atas fenomena banyak pasar tradisional di Indonesia yang tutup. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyebutkan bahwa jumlah pasar tradisional turun drastis dari 13.540 menjadi 9.950 pasar dalam kurun waktu 2007 hingga 2011.

Tidak dipungkiri, kehadiran lokapasar online turut menggeser kebiasaan masyarakat yang sebelumnya berbelanja langsung di pasar. Oleh karena itu, Kemenkop-UKM berusaha mempertahankan eksistensi pasar tradisional dengan memberikan ruang digital bagi pedagang pasar tradisional melalui program ini.

Dalam proses digitalisasi pasar ini, Kemenkop-UKM dibantu oleh perusahaan rintisan lokal Titipku. Melalui Titipku, Kemenkop-UKM nantinya akan memandu pedagang di kedua pasar di Yogyakarta tersebut untuk memulai berjualan secara online.

Aplikasi Titipku memungkinkan pedagang kecil di pasar tradisional untuk menjajakan produknya melalui kanal online, sehingga dapat menjamah pangsa pasar yang lebih luas. Konsep aplikasinya juga memungkinkan pengguna membantu pedagang memasukkan daftar produknya ke dalam aplikasi. Fitur ini penting karena tidak semua pelaku UMKM memiliki pemahaman digital atau internet yang baik.

Kemenkop-UKM berharap adanya program ini akan membangun sebuah ekosistem digital di mana masyarakat di sekitar pasar juga dapat saling mendukung perekonomian hingga pada akhirnya dapat menguatkan koperasi pasar.

Peran koperasi pasar sendiri juga diharapkan akan makin optimal dengan proses digitalisasi ini, sehingga koperasi pasar dapat menjadi lokomotif atau tulang punggung kesiapan pasar rakyat menuju era baru dalam perdagangan.

CEO Titipku, Henri Suhardja, mengatakan bahwa UMKM adalah masa depan Indonesia. “Kita mempercepat perkembangan usaha dengan go digital. Adanya kolaborasi antara KemenkopUKM, Dinas Koperasi, pengurus koperasi pasar, dan semua pedagang adalah solusi untuk kemajuan bersama.”

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi...

Partai Gelora Sambut Baik Keputusan AS Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan setelah 20 Tahun

Berdaulat.id, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik 9.600...

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar. Dengan...

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Berdaulat.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan...

Didera Kasus Hukum, Habib Rizieq Shihab Malah Sukses Raih Gelar Doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia

Berdaulat.id, JAKARTA – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lulus dari ujian program doktoral...