29.1 C
Luwuk
Senin, April 19, 2021

Kemenkop Siapkan Model Bisnis Koperasi Mirip Korporasi

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Komisi VIII DPR Rapat Virtual Dengan Wamenag

Berdaulat.id - Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto memimpin rapat kerja (raker) dengan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Senin (11/5/2020). Rapat...

Belarus Bakal Tutup Perbatasan Dengan Polandia dan Lithuania

Berdaulat.id - Presiden Belarus Alexander Lukashenko pada Kamis (17/9) mengatakan pihaknya harus menutup perbatasan dengan Polandia dan Lithuania, serta meningkatkan penjagaan di...

PDIP Sendirian Hadapi Demo Umat Islam

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) JAGA Pancasila, bukan hanya tugas Umat Islam. Tapi tugas semua anak...

Bawaslu RI: Pilkada di Tengah Pandemi Bukan Tugas yang Mudah

Berdaulat.id - Ketua Badan Pengawas Pemilu RI, Abhan mengatakan, Pilkada 2020 di tengah pandemi virus corona tidak mudah, karena kegiatan politik harus...

Berdaulat.id – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyatakan telah menyiapkan model bisnis bagi koperasi pangan untuk masuk dalam skala bisnis layaknya korporasi agar koperasi semakin berdaya saing sekaligus guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Model bisnis ini diharapkan bisa diadopsi dan direplikasikan oleh koperasi-koperasi pangan di Indonesia,” kata Teten Masduki di Jakarta, Kamis.

Untuk tahap pertama, model bisnis itu diterapkan di Koperasi Perjuangan Usaha Tani, di Jombang, Jawa Timur, yang merupakan transformasi dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sugihwaras, Jombang, Jatim.

Teten menuturkan, Presiden Jokowi kerap mengingatkan agar kelembagaan koperasi diperkuat, salah satunya untuk koperasi pangan.

Oleh karena itu, Teten mengapresiasi transformasi Gapoktan menjadi koperasi meskipun hal ini dinilainya belum selesai, karena koperasi harus terus berkembang agar mampu menyejahterakan anggotanya.

“Koperasi ini sekarang mengelola 200 hektare lahan dengan 100 anggota, ini sudah cukup luas, walaupun bisa dikembangkan hingga 1000 hektare. Karena untuk membangun kelembagaan usaha koperasi ini agar semakin kuat, idealnya mencapai 1000 hektare,” kata Teten.

Teten mengungkapkan, pihaknya menyediakan dana bergulir melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM sebagai sumber pembiayaan bagi model bisnis tersebut agar terdukung dalam pengembangan usaha, modernisasi, dan perluasan usahanya.

“Konsep kami ini korporatisasi, nanti petani menjual produk ke koperasi, koperasi ini kemudian mengolah jadi beras. Lalu urusan ke pasar biarkan koperasi yang menangani, karena umumnya market itu bayarnya mundur sehingga petani tidak mungkin bisa karena keterbatasan modal,” ucapnya.

Dengan model bisnis tersebut, koperasi juga akan melindungi petani dari permainan harga yang tidak wajar. Karena itu, koperasi harus diperkuat pembiayaannya untuk dapat menyerap produksi petani dan membantu pemberian modal petani, serta memperkuat investasi untuk pengembangan RMU (Rice Milling Unit) atau mesin penggilingan padi modern.

Di Belanda, Selandia Baru, dan Australia, kata Teten mencontohkan, koperasi menjadi wadah dalam usaha yang bersifat korporasi.

Kelebihannya, keuntungan semua usaha tani dinikmati oleh seluruh anggotanya. Selanjutnya sambung Teten, koperasi juga harus mengembangkan digitalisasi agar saat masuk dalam skala bisnis ekonomi, tidak kalah dengan korporasi.

“Yang paling bagus itu jika koperasi juga memiliki offtaker dan kredit koperasi dijamin Jamkrida. Dengan begitu, koperasi akan sehat, efisien dan ada offtaker, pasti lembaga pembiayaan berebut menyalurkan biaya,” ucapnya.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi...

Partai Gelora Sambut Baik Keputusan AS Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan setelah 20 Tahun

Berdaulat.id, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik 9.600...

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar. Dengan...

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Berdaulat.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan...

Didera Kasus Hukum, Habib Rizieq Shihab Malah Sukses Raih Gelar Doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia

Berdaulat.id, JAKARTA – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lulus dari ujian program doktoral...