29.1 C
Luwuk
Sabtu, November 21, 2020

Ketua DPR RI LaNyalla Dukung Regulasi Perkecil Biaya Politik Pilkada

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Musim 2021 Danilo Petrucci Bakal Tunggangi KTM

Berdaulat.id - Pembalap moto GP tim pabrikan Ducati asal Italia Danilo Petrucci, akhirnya resmi pindah tim ke KTM. Raider...

Forum Legislasi DPR

Berdaulat.id - Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI menyelenggarakan diskusi Forum Legislasi bertajuk "RUU Perlindungan Data Pribadi, Dapatkah...

Sisa 7 Pertandingan, Liverpool Juara Liga Primer Inggris

Berdaulat.id - Setelah Manchester City takluk dari Chelsea dalam lanjutan liga Primer Inggris dengan skor 2-1, Klub Liverpool akhirnya memastikan gelar juara...

Ustadz Eka Jaya: Pejabat Harus Jadi Perekat dan Bermanfaat untuk Umat

JAKARTA – Ormas Pengacara dan Jawara Bela Umat (Pejabat) bertekad untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia...

Berdaulat.id– Banyaknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah turut disorot Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Saat menjadi Keynote Speaker dalam FGD bersama KPK di Kabupaten Way Kanan, Lampung, Kamis (12/11/2020), LaNyalla menyatakan dukungan untuk menghadirkan regulasi memperkecil biaya politik pilkada.

LaNyalla hadir di Lampung didampingi sejumlah Senator, di antaranya Ketua Komite I DPD RI Fahrul Razi, Ketua Kelompok DPD RI di MPR RI Ahmad Bastian, Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin, Senator asal Lampung Jihan Nurlela, dan Senator asal Sumatera Selatan Jialyka Maharani.

Dalam kesempatan itu, LaNyalla menilai tingginya biaya politik saat kampanye menjadi salah satu faktor penyebab banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Karena sejak reformasi dan pemberlakuan otonomi daerah, konsekuensinya pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah secara langsung.

“Persoalan kemudian muncul terkait biaya politik yang tinggi dalam kontestasi pemilihan kepala daerah. Tidak sedikit calon kepala daerah yang harus meminjam dan meminta dana dari sponsor. Dimana konsekuensinya, setelah menang, harus mengembalikan pinjaman tersebut. Atau dikompensasi dengan proyek-proyek di daerah,” sebut LaNyalla.

Hal itu dianggap sebagai persoalan laten yang sudah sering kali didengar. LaNyalla menilai, sudah menjadi tugas bersama para pemangku kepentingan untuk memikirkan dan mencari jalan keluar agar biaya politik dalam sistem demokrasi menjadi lebih rendah.

“Regulasi dan perundangan harus kita tinjau ulang dan kita perbaiki dengan semangat agar biaya politik kontestasi pilkada bisa terkontrol dengan maksimal. Sehingga bukan hanya berhenti di formalitas laporan keuangan tim kampanye,” ucap senator Jawa Timur ini.

Ditambahkan LaNyalla, Dewan Perwakilan Daerah sebagai wakil daerah, memiliki kewajiban sesuai fungsi pengawasan untuk mendorong setiap pemerintahan daerah menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan.

Dalam diskusi bertajuk ‘Penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang Bersih dan Bebas dari Tindak Pidana Korupsi ini’, LaNyalla juga menyinggung peran KPK untuk mengantisipasi tindak pidana korupsi penyelanggara negara.

“Sejak KPK dibentuk, kita semua menjadi lebih tahu seluk beluk persoalan yang melingkupi perkara tindak pidana korupsi. Karena selain melakukan fungsi penindakan, KPK juga melakukan fungsi pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Dan fungsi-fungsi serta tugas KPK tersebut, Alhamdulillah sampai hari ini masih berjalan dengan baik,” ucapnya.

LaNyalla percaya, KPK akan sukses mengemban misi dan tugasnya di era kepemimpinan Firli Bahuri bersama para komisioner lainnya. Terutama dalam melakukan edukasi kepada masyarakat dan para pemangku kebijakan untuk menuju Indonesia yang lebih baik ke depan.

Hadir sebagai narasumber diskusi tersebut, Kepala Divisi Pencegahan dan Penindakan KPK RI Koordinator Wilayah IV Nana Mulyana dan Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi. Tampak hadir pula Pj Bupati Way Kanan Ir Mulyadi Irsan, pimpinan DPRD Kabupaten Way Kanan serta Forkompinda Provinsi Lampung dan Way Kanan. (Prasetyo/Rls).

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Berencana Dirikan BLK, Gubernur Gorontalo Kunjungi BLK Lembang Dan Bandung

Berdaulat.id -Balai Latihan Kerja (BLK) Cikole Lembang, Bandung, mendapat kunjungan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibibe, Jumat (20/11/2020). Dirjen Binalattas Kementerian Ketenagakerjaan, Budi Hartawan,...

Ini Permintaan Gubernur Sulteng pada Presiden

Berdaulat.id - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola memohon kepada Presiden Joko Widodo agar memperpanjang masa rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana gempa...

Wakil Ketua DPR Harap UU Ciptaker Dipahami Secara Utuh

Berdaulat.id - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Aziz Syamsuddin meminta masyarakat untuk memahami Omnibus Law UU Cipta Kerja secara utuh...

Israel dan Bahrain Sepakat Soal Ini

Berdaulat.id - Israel dan Bahrain akan segera saling membuka kedutaan besar, kata menteri luar negeri mereka, Rabu (18/11). Kedua...

Target KPU 77,5 Persen Suara pada pilkada 2020 Dinilai Tinggi

Berdaulat.id - Pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang memberikan target partisipasi...