29.1 C
Luwuk
Kamis, November 26, 2020

Ketua DPRD Kab Bogor Singgung Soal BTT

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Nggak Mau Dibilang Ngomong Doang, Pemerintah Bakal Salurkan Bansos Besar-besaran

Berdaulat.id - Seolah nggak mau dianggap ngomong saja atau berbohong, Pemerintah era Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan bantuan Sosial (Bansos) Secara besar-besaran...

KPK Pertimbangkan Buat Kebijakan Tunda Proses Hukum Cakada

Berdaulat.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mempertimbangkan untuk membuat kebijakan mengenai penundaan proses hukum terhadap calon kepala daerah (cakada) yang mengikuti...

Murahnya Nyawa Di Negeri Ini

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Tahun lalu, 700 lebih petugas pemilu mati. Belum sempat hilang dai...

Menaker Ida Minta Perbankan Bantu Permodalan Bagi Inkubasi Bisnis

Berdaulat.id -Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, tiga tenant inkubasi bisnis yang ada di Tasikmlaya pada Minggu (4/10/2020) secara virtual. Tiga tenan tersebut,...

Berdaulat.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menyinggung masalah dana penanganan pandemi COVID-19 dalam biaya tak terduga (BTT) di daerah setempat yang baru terserap sekitar 50 persen.

“Tiap komisi di DPRD akan melihat serapan per bulannya, kendalanya di mana. Belum menyebutkan kendalanya, karena hari ini belum fokus direalisasi,” ungkapnya usai rapat antara DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Gedung DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong, Kamis (17/9).

Berdasarkan laporan yang ia terima dari Pemkab Bogor, anggaran BTT senilai Rp454 juta baru terserap 45,35 persen atau Rp206 juta pada semester pertama.

Menurut Rudy, masih banyak anggaran BTT yang belum dibelanjakan oleh Pemkab Bogor, seperti untuk pembayaran bantuan sosial (bansos) berupa beras tahap dua dan tiga, hingga belanja kebutuhan alat rumah sakit umum daerah (RSUD).

“Sekarang sudah masuk bansos tahap kedua, ada terkait itu yang belum dibayar. Terus terkait dengan pembelian beberapa kebutuhan-kebutuhan rumah sakit,” katanya.

Bupati Bogor Ade Yasin mengakui Pemerintah Kabupaten Bogor baru menyerap sekitar 50 persen anggaran penanganan pandemi COVID-19 dari anggaran belanja daerah yang nilainya Rp384 miliar.

“Evaluasi serapan anggaran COVID sudah hampir 50 persen, karena ada yang dibayar bansos tahap dua tinggal pencairan, dan bansos tahap tiga dengan jumlah yang sama,” kata dia.

Pasalnya, biaya tak terduga (BTT) dalam APBD 2020 Kabupaten Bogor yang senilai Rp477 miliar dibagi menjadi dua peruntukkan, yakni Rp384 miliar untuk penanganan pandemi COVID-19 dan sisanya Rp93 miliar untuk penanganan pascabencana di beberapa kecamatan wilayah barat Kabupaten Bogor.

Anggaran penanganan COVID-19 dibagi menjadi tiga komponen prioritas, untuk penanganan kesehatan senilai Rp191 miliar, penanganan dampak ekonomi senilai Rp4 miliar, dan anggaran penyediaan bansos senilai Rp188 miliar.[far]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Stop Kekerasan Perempuan

Berdaulat.id - Sejumlah aktivis perempuan yang tergabung dalam The Body Shop Indonesia melakukan aksi diam didepan pintu gerbang gedung DPR RI Senayan...

Menkes Raker Bahas Perbaikan Sistem Jaminan Kesehatan

Berdaulat.id - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti Rapat Kerja dengan Komosi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (24/11). Rapat...

Siapkan Naskah Khutbah Jumat, Kemenag Libatkan Ulama dan Akademisi

Berdaulat.id - Kementerian Agama akan menyiapkan naskah khutbah Jumat sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakannya. Materi khutbah Jumat akan disesuai dengan...

Jelang Munas, MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Berdaulat.id - Majelis Ulama Indonesia kembali mempertahankan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari World Quality Assurance (WQA). MUI sendiri mulai menjalankan...

Guru Antusias Menghapal Alquran Metode Kauny

Berdaulat.id - Sekitar 40 guru mendapat pelatihan menghafal alquran semudah tersenyum dari tim Askar Kauny yang digelar di SMPIT Gema Insani Cendekia...