29.1 C
Luwuk
Senin, April 19, 2021

Ketua DPRD Kab Bogor Singgung Soal BTT

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Google Uji Coba Layanan Cloud Game Stadia

Berdaulat.id - Google mengumumkan tengah melakukan uji coba pada layanan cloud game Stadia menggunakan koneksi 4G dan 5G. Sejak diluncurkan pada...

MUI Himbau Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Boikot Produk Prancis

Berdaulat.id -Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi meminta masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga kedamaian di Tanah Air dalam...

30 April Buruh Bakal Turun ke Jalan

Berdaulat.id - Beberapa serikat buruh pada 30 April bakal menggelar unjuk rasa di gedung DPR RI dan Kemenko Perekonomian.

Ekosistem Ekonomi Vietnam

Oleh : Rendy Saputra Salah satu sahabat yang sedang di Belanda, nge share postingan Fan Page Simon Wilson. Pegiat...

Berdaulat.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menyinggung masalah dana penanganan pandemi COVID-19 dalam biaya tak terduga (BTT) di daerah setempat yang baru terserap sekitar 50 persen.

“Tiap komisi di DPRD akan melihat serapan per bulannya, kendalanya di mana. Belum menyebutkan kendalanya, karena hari ini belum fokus direalisasi,” ungkapnya usai rapat antara DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Gedung DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong, Kamis (17/9).

Berdasarkan laporan yang ia terima dari Pemkab Bogor, anggaran BTT senilai Rp454 juta baru terserap 45,35 persen atau Rp206 juta pada semester pertama.

Menurut Rudy, masih banyak anggaran BTT yang belum dibelanjakan oleh Pemkab Bogor, seperti untuk pembayaran bantuan sosial (bansos) berupa beras tahap dua dan tiga, hingga belanja kebutuhan alat rumah sakit umum daerah (RSUD).

“Sekarang sudah masuk bansos tahap kedua, ada terkait itu yang belum dibayar. Terus terkait dengan pembelian beberapa kebutuhan-kebutuhan rumah sakit,” katanya.

Bupati Bogor Ade Yasin mengakui Pemerintah Kabupaten Bogor baru menyerap sekitar 50 persen anggaran penanganan pandemi COVID-19 dari anggaran belanja daerah yang nilainya Rp384 miliar.

“Evaluasi serapan anggaran COVID sudah hampir 50 persen, karena ada yang dibayar bansos tahap dua tinggal pencairan, dan bansos tahap tiga dengan jumlah yang sama,” kata dia.

Pasalnya, biaya tak terduga (BTT) dalam APBD 2020 Kabupaten Bogor yang senilai Rp477 miliar dibagi menjadi dua peruntukkan, yakni Rp384 miliar untuk penanganan pandemi COVID-19 dan sisanya Rp93 miliar untuk penanganan pascabencana di beberapa kecamatan wilayah barat Kabupaten Bogor.

Anggaran penanganan COVID-19 dibagi menjadi tiga komponen prioritas, untuk penanganan kesehatan senilai Rp191 miliar, penanganan dampak ekonomi senilai Rp4 miliar, dan anggaran penyediaan bansos senilai Rp188 miliar.[far]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi...

Partai Gelora Sambut Baik Keputusan AS Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan setelah 20 Tahun

Berdaulat.id, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik 9.600...

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar. Dengan...

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Berdaulat.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan...

Didera Kasus Hukum, Habib Rizieq Shihab Malah Sukses Raih Gelar Doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia

Berdaulat.id, JAKARTA – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lulus dari ujian program doktoral...