Selasa, Mei 21, 2024
BerandaReligiKisah Santriwati Nuu Waar, Sepuluh Bulan Hafal 24 Juz dan Bercita-cita Menjadi...

Kisah Santriwati Nuu Waar, Sepuluh Bulan Hafal 24 Juz dan Bercita-cita Menjadi Apoteker

Berdaulat.id, Bekasi–Mumtaz Sulthona (21) santriwati asal Merauke, Papua Selatan baru sepuluh bulan mengikuti program Takhassus Quran di Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Meski belum genap setahun, Mumtaz pada awal Mei 2024 telah sukses menghafal Alquran sebanyak 24 juz. Sebelum belajar di Pesantren Nuu Waar AFKN, Mumtaz mengaku hanya memiliki hafalan surat-surat pendek juz 30.

“Alhamdulillah mau masuk 24 juz hafalan. Saya baru 10 bulan di sini. Dari awal ikut program tahfiz di sini. Pernah punya hafalan sebelumnya tapi hafalan surat surat pendek, juz 30 saja,” ungkap Mumtaz, Ahad (12/5/2024).

Tentu yang diraih Mumtaz adalah prestasi. Mumtaz bertekad dalam waktu dua bulan ke depan atau genap satu tahun mampu merampungkan hafalan 30 juz.

“Niatnya kita itu kencangkan. Tujuannya saya ke sini (Nuu Waar) memang ingin menghafal Quran,” ujar Mumtaz.

Selain mengikuti program Takhassus Quran, Mumtaz juga berstatus santri pengabdian. Selama setahun Mumtaz bertugas menyiapkan keperluan konsumsi harian ratusan santri Nuu Waar.

“Biasanya saya dapat tugas potong sayur, kebersihan dapur dan pembagian makan ke adik-adik santri,” jelas Mumtaz.

Setelah setahun masa mengabdi, Mumtaz berencana melanjutkan kuliah jenjang sarjana. Ia bercita-cita ingin jadi apoteker.

“Insyaallah lanjut kuliah, niat jadi apoteker,” ujar Mumtaz.

Menurut Mumtaz, di kampung halamannya di Merauke amat sulit ditemukan apotek. Sehingga, keberadaan apotek yang nanti ia dirikan sangat membantu masyarakat.

“Kita juga bisa bantu keluarga kita kalau sakit. Sementara di Merauke tempat saya tinggal tidak ada klinik klinik kecil. Apotek-apotek sulit sekali, harus ke kota,” kata Mumtaz.

Mumtaz berharap, statusnya sebagai apoteker bisa menjadi media dakwah di masyarakat.

“Kita sambil tunggu pelanggan bisa murajaah. Juga bisa jadi lahan dakwah juga,” ujar Mumtaz berharap.

Untuk diketahui, Pesantren Nuu Waar AFKN yang didirikan dai pedalaman asal Fakfak, Papua Barat KH MZ Fadzlan R Garamatan memberikan beasiswa penuh kepada para santri dan santriwati dari kawasan timur Indonesia. Pesantren Nuu Waar AFKN fokus pada program Tahfidz Quran yang nantinya para santri selesai lulus kembali ke kampung halaman untuk berdakwah Alquran.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi pada program pendidikan Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN bisa mendonasikan ke Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) dengan nomor rekening: 7733-777-707 (zakat), 7779-111-177 (infak), dan 7700-997-717 (wakaf).

Untuk konfirmasi donasi melalui WhatsApp di 0813-9967-9977.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments