29.1 C
Luwuk
Minggu, November 22, 2020

KKP Kembangkan Lab Bertaraf Internasional

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Juve Amankan Gelar Juara Liga Italia 9 Kali Secara Beruntun

Berdaulat.id - Juventus baru saja mengamankan gelar Liga Italia untuk kesembilannya secara beruntun, setelah mereka menang 2-0 atas Sampdoria pada rangkaian pertandingan...

DPR Desak Polri dan Kemdag Selidiki Stok APD Corona

Berdaulat.id - Anggota Komisi III DPR RI yang juga Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani menegaskan, di tengah merebaknya pandemi virus Corona...

Kata Din Ada Tiga Syarat Pemakzulan Kepala Negara

Berdaulat.id - Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengungkapkan pemakzulan seorang kepala negara harus memenuhi setidaknya tiga syarat dalam Islam.Hal itu dikatakan...

Ketua MPR RI : Hadapi Krisis Global, Saatnya Kembali Ke Ekonomi Pancasila

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan, akibat pandemi Covid 19 dunia seperti menuju kebangkrutan massal. Sistem ekonomi dunia terkoreksi. Virus...

Berdaulat.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan laboratorium bertaraf internasional dalam rangka mencegah penyakit udang sekaligus memastikan mutu produk komoditas udang nasional yang dihasilkan dari berbagai daerah.

“Salah satu dukungan pemerintah adalah dengan mencegah masuk dan tersebarnya penyakit yang menjadi ancaman bagi keberlanjutan industri udang di Indonesia,” kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina di Jakarta, Selasa.

Rina mengingatkan bahwa Indonesia dikenal sebagai salah satu eksportir udang terbesar di dunia. Bahkan, lanjutnya, komoditas ini telah diekspor pula ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa, negara-negara ASEAN, dan China.

Potensi itu, ujar dia, juga masih bisa ditingkatkan mengingat kebutuhan pangan dunia cenderung mengalami kenaikan dalam hal konsumsi.

Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) telah merilis daftar penyakit ikan dan udang yang harus diperhatikan oleh negara-negara anggota karena memiliki efek yang bersifat global antara lain penyakit White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Infectious Hypodermal Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV) pada udang.

Merespons hal tersebut, BKIPM telah menandatangani kerja sama dengan The Yellow Sea Fisheries Research Institute (YSFRI) China yang memiliki laboratorium yang telah diakui dan ditunjuk oleh OIE sebagai acuan di wilayah Asia untuk penyakit WSSV dan IHHNV.

Rina memaparkan kerja sama tersebut diimplementasikan dalam Twinning Laboratory Program antara BKIPM dengan YSFRI yang berlaku selama tiga tahun.

“Salah satu target utama kerja sama ini adalah BKIPM memiliki laboratorium berstandar internasional dan diakui oleh OIE untuk menjadi acuan bagi pengujian WSSV dan IHHNV di wilayah Asia Tenggara,” jelasnya.

Dikatakan Rina, penyakit ikan termasuk udang telah menjadi tantangan global seiring dengan peningkatan produksi dan perdagangan produk perikanan antar negara.

Bahkan, lanjutnya, banyak negara mengalami kerugian besar karena merebaknya penyakit ikan tertentu, baik yang berasal dari dalam negeri maupun penyakit ikan introduksi, yang timbul sebagai akibat peningkatan perdagangan yang masif.

“Masuk dan tersebarnya penyakit–penyakit tersebut ke dalam suatu wilayah atau negara bukan hanya berbahaya bagi industri budidaya namun juga bagi kelestarian sumber daya hayati ikan, terutama plasma nutfah asli,” urainya.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Minim Sarana Dan Prokes, Dokter Di Sulteng Tolak Tangani Pasien Corona, LaNyalla: Segera Perbaiki

Berdaulat.id -Sebanyak 25 dokter di RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan aksi protes menolak menangani pasien Corona karena protokol kesehatan...

Belajar Tatap Muka Siap Dibuka, Ketua DPD Imbau Ada Satgas Covid Sekolah

Berdaulat.id -Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah bisa dimulai pada Januari 2021. Meski masih berada zona risiko sedang...

Bank BTN Terus Perbaiki NPL

Berdaulat.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus berupaya untuk menekan NPL perseroan salah satunya dengan menggelar Asset Sales Festival di...

Banyak Temuan Di Daerah, Ketua DPD Rapat Dengan DKPP

Berdaulat.id -Hasil lawatan ke sejumlah provinsi di Sulawesi, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menemukan beberapa hal yang penting untuk diketahui...

Soal Instruksi Mendagri, Pakar: Ga Usah Didengar

Berdaulat.id - Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan, instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menyebut bahwa pemerintah bisa memberhentikan...