29.1 C
Luwuk
Rabu, November 25, 2020

Komite I DPD RI Desak Pilkada Serentak Ditunda

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ditengah Merebaknya COVID-19 Politisi PKS Nilai Kartu Prakerja Tidak Tepat

Berdaulat.id - Program pelatihan yang berupa kursus online dari Kartu Prakerja dinilai sangat tidak tepat untuk dilakukan. Hal itu lantaran saat ini kondisi...

Senyum Penarik Becak Motor kota Makassar di Tengah Pandemi COVID-19

Berdaulat.id - Pandemi Virus Corona yang tak kunjung reda bakal berdampak signifikan bagi perekonomian. Pukulan ini bisa saja berujung kepada kenaikan angka...

Wasekjen Demokrat: Resesi Akibat Salah Kebijakan Jokowi Tangani Pandemi

Berdaulat.id - Wasekjen Partai Demokrat Irwan mengatakan, Indonesia resmi memasuki resesi. Karena itu perlu solusi kongkrit yang harus dilakukan pemerintah, bukan hanya...

Pertamina RU VII Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu Distrik Seget

Berdaulat.id - Pertamina Refinery Unit (RU) VII Kasim di Provinsi Papua Barat berupaya meningkatkan kapasitas kader posyandu di Distrik Seget, Kabupaten Sorong dengan...

Berdaulat.id – Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi mendesak agar pelaksanaan Pilkada 2020 ditunda. Pasalnya, hingga hari ini, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

“Komite I saat ini, kita punya sikap politik adalah menolak pelaksanaan Pilkada yang berlangsung pada tahun 2020 bulan Desember mendatang,” kata Fachrul dalam diskusi Empat Pilar bertema ‘Pilkada Serentak: Hidupkan Semangat Kebangsaan di Masa Pandemi’, di Media Center Parlemen, Jakarta, Senin (24/8/20).

“Hari ini secara data statistik menunjukkan bahwa peningkatan Covid-19 sangat luar biasa menyerang daerah-daerah yang selama ini kita katakan aman,” tambahnya.

Menurutnya, jika pilkada dipaksakan dilaksanakan pada Desember 2020 mendatang, maka yang paling siap hanya calon petahana, karena memegang anggaran. Bahkan menurutnya, petahana lah yang ingin agar pilkada dilaksanakan sesegera mungkin.

“Yang diinginkan oleh para pertahana adalah (pilkada) dipercepat, karena mereka dengan anggaran yang luar biasa refocusing itu, menyalurkan bantuan secara masif kepada mereka-mereka yang menjadi target suara di Desember 2020 nantinya. Kalau begini, kita sudah tidak bicara lagi demokrasi di situ,” ungkapnya.

Oleh karenanya, dia mengusulkan agar Pilkada Serentak ditunda hingga tahun 2021. Dia menjelaskan, dalam Undang-Undang nomor 2 tahun 2020, diberikan ruang kepada negara, apabila dalam persiapan yang tidak matang itu bisa ditunda di tahun 2021.

“Kami merekomendasikan di tahun 2021. Karena apa, lebih fleksibel, anggaran lebih terukur, kemudian dibuat kondisi lebih fair, demokrasi lokal itu lebih hidup,” terangnya.

“Kesehatan rakyat itu jauh lebih penting daripada kekuasaan politik, itu kuncinya,” tandas Fachrul. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Menkes Raker Bahas Perbaikan Sistem Jaminan Kesehatan

Berdaulat.id - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti Rapat Kerja dengan Komosi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (24/11). Rapat...

Siapkan Naskah Khutbah Jumat, Kemenag Libatkan Ulama dan Akademisi

Berdaulat.id - Kementerian Agama akan menyiapkan naskah khutbah Jumat sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakannya. Materi khutbah Jumat akan disesuai dengan...

Jelang Munas, MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Berdaulat.id - Majelis Ulama Indonesia kembali mempertahankan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari World Quality Assurance (WQA). MUI sendiri mulai menjalankan...

Guru Antusias Menghapal Alquran Metode Kauny

Berdaulat.id - Sekitar 40 guru mendapat pelatihan menghafal alquran semudah tersenyum dari tim Askar Kauny yang digelar di SMPIT Gema Insani Cendekia...

Kejaksaan Tangkap Kades Buronan korupsi

Berdaulat.id - Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Intelijen Kejati Jambi dan Tim Intelijen Kejati Sumatra Utara berhasil mengamankan kepala desa...