29.1 C
Luwuk
Kamis, April 22, 2021

Komnas HAM Sebut OPM Pelaku Kekerasan di Papua Melanggar HAM

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Tindakan Satpol PP Kabupaten Bogor Pada Pelanggar PSBB Cerminkan Frustasi Pemerintah

Berdaulat.id - Anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya alias AW menyoroti tindakan Satpol PP Kabupaten Bogor yang menghukum pelanggar pembatasan sosial berskala besar...

Bamsoet di Bali: Genjot Pariwisata, Pengelola Hotel dan Pemda Harus Tetap Ketat Terapkan Protokol Kesehatan

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah para pengusaha hotel di Bali yang tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 tanpa...

Pemkab Sigi Siapkan 18 Ruangan Isolasi Pasien COVID-19

Berdaulat.id - Pemerintah Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan 18 ruangan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo guna menampPemkab Sigi siapkan 18 ruangan...

Wow….Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Sudah Segini

Berdaulat.id - Jumlah total kasus positif pandemi COVID-19 di Jakarta hingga saat ini sebesar 141.270 kasus, setelah terjadi pertambahan sebanyak 1.032 kasus, Jumat.

Berdaulat.id, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM mengakui bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Papua terkadang merupakan perbuatan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik bahkan menilai, tindakan kekerasan yang dilakukan OPM sangat brutal.

“Kadang-kadang sangat brutal, seperti peristiwa Wamena dan kota lain demomstrasi setelah isu rasisme di Surabaya, kami catat ada aksi kekerasan separatisme OPM,” ucap Taufan dalam paparan di Rapat Pimpinan TNI-Polri pada Senin, 15 Februari 2021.

Taufan meminta pemerintah untuk memberikan kelonggaran pada Komnas HAM melakukan pendekatan dialog dengan pihak tertentu atau tokoh setempat. Langkah itu untuk mencegah insiden kekerasan supaya tidak terus terjadi.

“Kami usulkan kelonggaran, sedikit keleluasaan dari Komnas HAM inisiatif pendekatan dialog dengan pihak tertentu untuk sama-sama Komnas HAM inisiasi dialog,” ucap Taufan.

Selama tiga hari, 15-17 Februari 2021, TNI-Polri menggelar Rapim 2021. Di hari pertama ini, kedua instansi itu membahas sejumlah isu antara lain pertumbuhan ekonomi, penanganan Covid-19, dan strategi penanganan HAM dalam pelaksanaan tugas. Komnas HAM diundang untuk memberikan masukan.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kamus Sejarah Indonesia Jilid I & II Beredar di Olshop

Fikri Faqih: “Bila tidak dilarang, berarti benar adanya” Berdaulat.id, Wakil Ketua Komisi X DPR...

Muslimah Wahdah Siap Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Berdaulat.id, Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk merefleksikan diri untuk hijrah ke arah yang lebih baik. Tidak...

Artikel Ramadhan 9 : Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf

I’tikaf (Bagian 1) Berdaulat.id, Definisi, Dalil, dan Hukum I’tikaf Definisi

Rakor Lintas Sektoral Jelang Idul Fitri, Kapolri: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Berdaulat.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal asas Salus Populi Suprema Lex Esto atau...

Pre Order Mud

Berdaulat.id, MUD adalah alat ukur yang dikenal dalam syariat Islam untuk beberapa pengukuran. Anas...