29.1 C
Luwuk
Sabtu, November 28, 2020

KPK Panggil 3 Saksi di Kasus Rahmat Yasin

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Pemerintah Ingiris Bakal Awasi Pemilu di Hongkong

Berdaulat.id - Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan kepada diplomat senior China Wang Yi bahwa Inggris akan mengawasi ketat pemilu Dewan...

Korlantas Polri Bagikan 1.000 Sembako di Area Stasiun Cibinong

Berdaulat.id - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan 1.000 paket sembako kepada penyedia jasa ojek pangkalan dan...

Donald Trump Tuduh Virus Corona Berasal dari China

Berdaulat.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku yakin bahwa virus corona mungkin berasal dari sebuah laboratorium virologi China namun menolak menjelaskan...

Sowan ke PBNU, Partai Demokrat Tegaskan Sikap Tolak RUU HIP

Berdaulat.id - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajaran DPP Partai Demokrat bersilaturahmi kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul...

Berdaulat.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi tiga saksi, di antaranya aktor Rudy Wahab, mengenai penandatanganan akta hibah terkait dengan dugaan gratifikasi hibah tanah kepada tersangka mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY).

Tiga saksi, yakni wiraswasta/aktor Rudy Wahab, wiraswasta atau pengelola pesantren H.M.N. Lesmana, dan Muhamad Suhendra dari unsur swasta. KPK pada hari Kamis (12/11) memeriksa mereka dalam penyidikan kasus korupsi terkait pemotongan uang dan gratifikasi.

“Para saksi tersebut dikonfirmasi mengenai penandatanganan akta hibah terkait dengan dugaan gratifikasi hibah tanah kepada tersangka RY,” ucap Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, Jumat.

Usai diperiksa, Rudy mengaku hanya mencocokkan keterangannya dengan dua saksi lainnya yang juga diperiksa tersebut.

“Jadi, mencocokkan semua hasil penyidikan keterangan terakhir saya, Lesmana, dan Hendra itu dicocokkan. ‘Kan ada kejanggalan itu sama-sama ditanyain,” kata Rudy di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/11).

Ia mengaku ada masalah pada penandatanganan akta hibah tanah tersebut.

“Masalah penandatanganan akta-akta di kantor kecamatan atau di kantor Lesmana, saya sampaikan semuanya di kantornya Lesmana,” ujar Rudy.

Sebelumnya, Senin (9/11), KPK juga telah memeriksa Rudy dalam penyidikan kasus tersebut. Penyidik saat itu mengonfirmasi mengenai gratifikasi dalam bentuk hibah tanah kepada tersangka Rachmat.

Selain itu, penyidik juga mengonfirmasi Rudy soal proses pemberian hibah tanah tersebut.

KPK telah menetapkan Rachmat sebagai tersangka pada tanggal 25 Juni 2019, kemudian dilakukan penahanan pada tanggal 13 Agustus 2020.

Tersangka Rachmat diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa SKPD sebesar Rp8,93 miliar.[]

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Diduga Rencanakan Pengeboman, Diplomat Iran Jalani Sidang di Belgia

Berdaulat.id - Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, serta tiga orang warga negara Iran lainnya menjalani sidang di Antwerp, Belgia, pada Jumat atas...

Ke Cengkareng, Kapolda Metro Jaya Bernostalgia

Berdaulat.id - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang belasan tahun lalu pernah menjabat Kapolsek Kecamatan Cengkareng bernostalgia ke wilayah itu pada Jumat.​​​​​​​Fadil sempat mengunjungi...

Menkop Tekankan UMKM Go Digital

Berdaulat.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk,...

Soal Edhy Prabowo, Gerindra Hormati Proses Hukum

Berdaulat.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Bareskrim Tegaskan Berkas Perkara Syahganda dan Jumhur P21

Berdaulat.id - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan berkas perkara dua dari 10 orang tersangka kasus pelanggaran...