29.1 C
Luwuk
Selasa, November 24, 2020

KPU Ajukan Revisi PKPU Nomor 6 Tahun 2020

Data Real Time COVID-19

Baca juga

KPK Pastikan Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Segera Disidang

Berdaulat.id - Dua tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian anggota DPR RI terpilih 2019-2024 yaitu eks komisioner KPU Wahyu Setiawan dan Agustiani...

Raja Salman Tinggalkan RS King Faisal

Berdaulat.id -Penguasa Arab Saudi Raja Salman bin Abdul Aziz meninggalkan Rumah Sakit King Faisal di ibu kota Riyadh usai dinyatakan pulih, seperti...

Netty Tagih Janji Presiden Kebut Tes Covid-19 di Indonesia

Berdaulat.id - Presiden Jokowi menargetkan 10 ribu tes Covid-19 setiap hari. Hal ini disampaikan dalam rapat terbatas (ratas) Laporan Gugus Tugas COVID-19...

Menpora Belum Pastikan Piala Dunia U-20 Tanpa Penonton

Berdaulat.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada...

Berdaulat.id – Komisi pemilihan Umum mengajukan revisi terhadap Peraturan KPU Nomor 6 tahun 2020 untuk mengakomodasi tes usap atau swab test COVID-19 untuk calon kepala daerah yang ikut Pemilihan kepala daerah serentak 2020.

“Dalam perjalanannya KPU melakukan pembahasan dengan stakeholder termasuk IDI (ikatan dokter Indonesia), kemudian dapat masukan perlunya dan pentingnya melakukan swab test kepada bakal pasangan calon,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Senin.

Proses pemeriksaan tes usap COVID-19 tersebut tentunya agar dapat memastikan calon kepala daerah tidak terjangkit wabah tersebut, dan tidak terjadi penularan dalam perhelatan pilkada.

“Maka hari ini kita minta izin ke pemerintah dan DPR agar bisa juga diberi kesempatan melakukan pembahasan rapat konsultasi revisi PKPU Nomor 6 Tahun 2020 terkait protokol kesehatan dalam pelaksanaan tahapan pilkada,” kata Arief Budiman.

Selain itu, KPU kata dia juga sudah untuk melakukan pembahasan dalam rapat konsultasi bersama pemerintah dan DPR terkait Peraturan KPU tentang kampanye dana kampanye dan pencalonan.

Kemudian terhitung 24 Agustus 2020, Arief Budiman mengatakan komposisi komisioner KPU Komisioner kembali utuh menjadi 7 orang setelah Evi Novida Ginting resmi bertugas lagi, Evi kembali pada jabatannya yang lama sebagai koordinator bagian teknis.

“Jadi baik berdasarkan kewilayahan maupun divisi, kita putuskan masih sama. Jadi Bu Evi akan bertugas kembali sebagai koordinator divisi teknis,” kata dia.

Evi Novida pun menyatakan kesiapannya dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 meski sempat berhenti bertugas berapa bulan akibat dirinya diberhentikan sebagai komisioner KPU.

“Insya Allah akan saya jalankan dengan penuh integritas dan profesionalitas bersama dengan teman-teman komisioner yang lainnya,” ujar Evi Novida.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Kejaksaan Tangkap Kades Buronan korupsi

Berdaulat.id - Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Intelijen Kejati Jambi dan Tim Intelijen Kejati Sumatra Utara berhasil mengamankan kepala desa...

Militer Ethiopia Kepung Ibukota Tigray

Berdaulat.id - Pasukan federal Ethiopia, Senin, mengepung ibu kota Negara Bagian Tigray, Mek'ele, pada jarak sekitar 50 kilometer, kata seorang juru bicara...

Samsung Hadirkan Galaxy A21s Warna Baru

Samsung Electronics Indonesia menghadirkan varian terbaru dari Galaxy A21s yang telah meluncur pada Juni lalu, dengan membawa warna silver baru dan memori yang lebih...

Polisi Masih Selidiki Kasus Pelanggaran Acara Habib Rizieq

Berdaulat.id - Penyidik Polri masih terus menyelidiki kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan massa yang dihadiri Rizieq Shihab.

Soal Pencopotan Kapolres Bgor Ini Kata Bupati Ade Yasin

Berdaulat.id - Bupati Bogor, Jawa Barat Ade Yasin angkat bicara mengenai pencopotan AKBP Roland Ronaldy dari jabatan Kapolres Bogor akibat kerumunan Front...