29.1 C
Luwuk
Jumat, November 20, 2020

KPUD Sultra Bacalon Dapat Diganti Saat Perbaikan

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Roemkono Siap Jadi Dubes Bosnia

Berdaulat.id - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Roemkono memberikan pernyataannya saat sebelum mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan sebagai Calon Dubes LBBP...

DKPP Nilai Perlu Pemahaman Etika dalam Pilkada

Berdaulat.id - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Prof Dr Muhammad mengatakan mengelola pilkada tidak hanya cukup pada pemahaman terkait regulasi...

Soal Peraturan New Normal, DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Lengah

Berdaulat.id - Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen mengatakan, penerbitan peraturan new normal merupakan kebijakan untuk merespons perkembangan penanganan Covid-19."Pemerintah...

Telkomsel Umumkan Harga Streming Disney

Berdaulat.id - Perusahaan telekomunikasi digital, Telkomsel, berkolaborasi dengan Disney+ Hotstar mengumumkan harga berlangganan layanan streaming tersebut jelang peluncurannya pada 5 September mendatang.

Berdaulat.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara  La Ode Abdul Natsir Muthalib menyebutkan bakal pasangan calon bupati/wakil bupati dapat diganti pada masa perbaikan jika tidak lolos tes kesehatan.

“Kalaupun ada yang tidak sehat secara jasmani atau tidak lolos syarat kesehatan, itu masih ada waktu untuk dilakukan pergantian calon dan diberikan kesempatan selama masa pergantian,” kata Natsir di Kendari, Minggu.

Natsir menjelaskan tiga rangkaian tes kesehatan yang harus dapat dilalui oleh para bakal pasangan calon bupati/wakil bupati di tujuh daerah di Sulawesi Tenggara, yaitu pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, dan narkotika.

“Kalau jasmani itu mampu tidak mampu, artinya mampu atau tidak mampu menjalankan tugas sebagai bupati atau wakil bupati, demikian juga rohani. Akan tetapi, narkoba itu dia positif atau negatif,” kata Natsir menjelaskan.

Ia juga mengatakan bahwa bakal pasangan calon terkonfirmasi positif COVID-19 tidak langsung gugur dari pencalonannya.

“Ada salah satu calon yang telah diterima pendaftaran pencalonannya tetapi hasil labnya positif COVID-19 maka yang bersangkutan itu diberi kesempatan, atau tidak langsung digugurkan,” kata pria yang akrab disapa Ojo ini.

Ia meminta tim pemeriksa kesehatan memeriksa bapaslon tersebut ketika hasil uji usap yang bersangkutan negatif.

Bakal pasangan calon bupati/wakil bupati hasil uji usap mandirinya negatif dan hasil pemeriksaan kesehatannya memenuhi syarat, KPU akan menetapkan sebagai pasangan calon pada tanggal 23 September 2020, kemudian undian nomor urut peserta pilkada pada tanggal 24 September 2020.

Akan tetapi, bila calon peserta positif COVDI-19, menunggu hasil pemeriksaan kesehatannya.

“Kalau dia memenuhi syarat sebagai calon, KPU akan menetapkan sebagai  peserta pilkada. Namun, nomor undiannya dia tinggal melengkapi nomor urut,” ujarnya.

Sebelumnya, dokumen hasil pemeriksaan kesehatan 17 dari 18 bakal pasangan calon bupati/wakil bupati telah diserahkan ke tujuh KPU daerah sebagai penyelenggara pilkada di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penyerahan tersebut oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Bahteramas Kendari dr. Hasmudin ke KPU Muna, Wakatobi, Buton Utara (Butur), Konawe Kepulauan (Konkep), Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Timur (Koltim), dan Konawe Utara (Konut) di Kantor KPU Provinsi Sultra, Sabtu (12/9) malam.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Berencana Dirikan BLK, Gubernur Gorontalo Kunjungi BLK Lembang Dan Bandung

Berdaulat.id -Balai Latihan Kerja (BLK) Cikole Lembang, Bandung, mendapat kunjungan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibibe, Jumat (20/11/2020). Dirjen Binalattas Kementerian Ketenagakerjaan, Budi Hartawan,...

Ini Permintaan Gubernur Sulteng pada Presiden

Berdaulat.id - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola memohon kepada Presiden Joko Widodo agar memperpanjang masa rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana gempa...

Wakil Ketua DPR Harap UU Ciptaker Dipahami Secara Utuh

Berdaulat.id - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Aziz Syamsuddin meminta masyarakat untuk memahami Omnibus Law UU Cipta Kerja secara utuh...

Israel dan Bahrain Sepakat Soal Ini

Berdaulat.id - Israel dan Bahrain akan segera saling membuka kedutaan besar, kata menteri luar negeri mereka, Rabu (18/11). Kedua...

Target KPU 77,5 Persen Suara pada pilkada 2020 Dinilai Tinggi

Berdaulat.id - Pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang memberikan target partisipasi...