29.1 C
Luwuk
Sabtu, Februari 27, 2021

Legislator PKS: Kondisi Daya Beli Semakin Memburuk

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Politisi PKS ini Pertanyakan Tingginya Angka Kecelakaan kepada Dirjen Perkeretaapian

Berdaulat.id - Tingginya angka kecelakaan kereta api pada lintasan sebidang mendapat sorotan dari Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu.

Novel Bamukmin: Habib Bahar Teguh Memegang Prinsip Perjuangan Membela Agama

Berdaulat.id - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Novel Chaidir Hasan Bamukmin (Novel Bamukmin) mengaku sangat memahami karakter sahabatnya, Habib...

Bantuan Pengobatan Mata Rezky Di Sebatik

Luwuk Today, Sebatik – Berawal dari informasi yang menyebar di dunia maya, Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) mengunjungi kediaman Rezky (9 tahun)...

Menaker Ida Fauziyah : Tenaga Medis Hingga Relawan Covid-19 Berhak Atas Jaminan Kecelakaan Kerja

Berdaulat.id - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/8/HK.04/V/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh Dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja...

Berdaulat.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 kemungkinan akan minus pada 2,9 persen hingga 1,1 persen, bahkan proyeksi pertumbuhan minus ini diprediksi berlanjut ke kuartal IV/2020 sehingga Indonesia masuk kategori resesi dikarenakan pada dua kuartal mengalami pertumbuhan negatif.
p
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly mengatakan, Indonesia masuk resesi didasarkan beberpa kondisi ekonomi yang semakin memburuk.

“Kondisi yang semakin memburuk, dapat dilihat dari penurunan daya beli, dimana Pada triwulan II-2020, konsumsi rumah tangga tumbuh negatif hingga 5,5 persen,” kata Junaidi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/10/20)

Data BPS pada Agustus 2020 mencatat pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan II/2020 mengalami pertumbuhan negatif 5,5 persenadahal pada kuartal I/2020 masih berada di titik 2,83 persen. Lesunya konsumsi rumah tangga terlihat pada sektor makan, minuman yang minus 0,71 persen. Selain itu ada sektor pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya yang mengalami minus 5,13 persen, transportasi dan komunikasi minus 15,33 persen, restoran dan hotel minus 16,53 persen.

Junaidi menambahkan, penurunan daya beli sejalan dengan lonjakan tingkat pengangguran sepanjang Covid-19. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah tenaga kerja yang terimbas corona hingga 3,5 juta. Situasi seperti ini semakin sulit karena covid yang menyebabkan sektor formal dan informal terpengaruh.

Lebih lanjut, legislator PKS asal Lampung ini menegaskan, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seharusnya menjadi harapan sebagai penahan daya beli saat covid menyerang ekonomi nasional. Namun yang terjadi realisasi PEN sangat lambat dan terhambat birokrasi. Ini memperlihatkan pemerintah tidak memiliki sense of crisis.

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

JAKARTA—Direktur Baitul Wakaf Rama Wijaya mengungkapkan wakaf bisa dilakukan berbagai kalangan. Tua dan muda, laki-laki dan perempuan,...

KA SPN Polda Sulteng Gelar Supervisi PJJ di Mapolres Banggai

Kepala Sekolah Polisi Negara (KA SPN)Polda Sulteng Kombea Pol Hery Nooryanto SIK, menggelar supervisi Pembelajaran Jarak Jauh...

Laznas PPPA Daarul Qur’an Jadi Pelopor Sustainability Report Pada Gerakan Filantropi Islam

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) PPPA Daarul Qur'an menjadi pelopor sustainability report atau laporan keberlanjutan di dunia...

Tolak Zuhairi Misrawi

by M Rizal Fadillah Pengajuan Zuhairi Misrawi sebagai Duta Besar Saudi Arabia terus menuai...

Pemantapan Komunikasi Publik, Konferensi Pers Polda Sulteng Hadirkan Interpreter

Berdaulat.id, Palu Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Konferensi Pers yang diselenggarakan Polda Sulawesi Tengah pagi ini, Kamis...