29.1 C
Luwuk
Rabu, November 18, 2020

Lieus: Nikita Mirzani Bukan Pahlawan, Dia tak Punya Adab

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Ketua MPR RI : Kaum Muda Perempuan Harus Siap Raih Tongkat Pimpinan Bangsa

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan, dari berbagai negara dunia yang dinilai berhasil menangani pandemi Covid-19 versi majalah Forbes,...

PKS Minta Publik Ikut Awasi Anggaran Penanganan COVID-19

Berdaulat.id - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mendorong publik agar mengawasi anggaran Rp110 triliun yang dialokasikan pemerintah dalam menghadapi...

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) MINGGU kemarin, 2 Agustus 2020, ada deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan...

Sabhara Polres Banggai Cek Kesiapan Sarpras Jelang Pilkada 2020

Berdaulat.id - Dalam rangka menjelang pengamanan Pilkada serentak tahun 2020, Kasat Sabhara Polres Banggai Iptu Jimyarto Anansim SH, melakukan pemeriksaan dan pengecekan...

Berdaulat.id – Pernyataan artis sensasional Nikita Mirzani atas kepulangan Habib Muhammad Rizieq Shihab ke Indonesia ternyata mengundang banyak reaksi. Selain ada yang pro, tak sedikit pula orang yang menyesalkan dan marah atas ucapan Nikita.

Salah seorang yang bereaksi keras atas nyinyiran Nikita itu adalah Lieus Sungkharisma. Tokoh Tionghoa yang juga koordinator Forum Rakyat ini bahkan menganjurkan Nikita meminta maaf dan segera bertobat.

“Apalagi dia mengaku beragama Islam,” kata Lieus kepada wartawan, Selasa (17/11/20).

Seperti diketahui, melalui siaran langsung dalam akun Instagram milik pribadinya, @nikitamirzanimawardi_17, Nikita Mirzani mengatakan jika penjemputan Habib Rizieq Shihab dilakukan secara gila-gilaan.

“Gara-gara Habib Rizieq pulang ke Jakarta, penjemputannya gila-gilaan. Nama habib itu adalah tukang obat,” ujarnya.

Nyinyiran Nikita itu kontan saja memicu banyak reaksi. Tak hanya melalui media sosial, tapi akhirnya juga melibatkan aparat kepolisian. Sejumlah pihak pun mengadukan Nikita ke Polisi dan ada pula yang mengancam akan menggeruduk rumahnya.

Yang disayangkan, kata Lieus, Nikita Mirzani tak sedikit pun merasa menyesal atas pernyataannya itu.

“Sungguh dia itu tak punya adab. Seakan-akan dia memang sengaja membuat pernyataan seperti itu agar suasana negeri ini terus gaduh,” ujar Lieus.

Lieus juga menyesalkan sejumlah orang yang mengaku intelektual, malah terjebak dalam perang cuitan antara Nikita dan pendukung Habib Rizieq.

“Bahkan ada intelektual yang menghadap-hadapkan perang cuitan itu sebagai perang gender dan menempatkan Nikita sebagai pahlawan. Ini sangat memalukan,” ujar Lieus lagi.

Padahal, tambah Lieus, FPI sendiri, melalui kuasa hukumnya, Aziz Yanuar menyebut pernyataan Nikita itu sampah, tidak penting dan tak perlu ditanggapi.

Namun demikian, kata Lieus, orang seperti Nikita itu memang harus diberi nasehat. Diingatkan agar tidak terus tersesat.

“Kasihan generasi penerus negeri ini jika orang-orang seperti itu malah dijadikan role model dan dianggap pahlawan karena berani melawan Habib Rizieq yang notabene adalah ulama,” katanya.

Sebab, tambah Lieus, apapun yang mendasari kebencian Nikita Mirzani pada Habib Rizieq, sangatlah tidak pantas dia mengatakan hal seperti itu.

“Sangat tidak beradab orang yang jatidirinya sendiri tidak jelas, malah mempertanyakan asal usul dan nasab orang lain,” kata Lieus.

Jadi, tambah Lieus, mumpung masih ada waktu, Nikita baiknya segeralah bertobat.

“Tentu saja agar virus kerusakan adab ini tidak menyebar kemana-mana,” tegasnya.

Maka, tambah Lieus, adalah tugas pemerintah untuk menasehati dan mengingatkan orang-orang dengan sikap permusuhan dan penebar kebencian seperti Nikita ini.

“Jadi pemerintah harus bersikap adillah. Janganlah karena yang diserang bukan pejabat pemerintah, maka orang-orang seperti Nikita ini dibiarkan bebas mengatakan apa saja dengan alasan demokrasi dan kebebasan berpendapat. Sebaliknya, kalau ada orang yang mengkritisi pejabat pemerintah, langsung ditangkap. Ini kan tidak adil,” kata Lieus. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Puan: Selamat HUT ke-108 Muhammadiyah, Terus Konsisten Perjuangkan Islam Berkemajuan

Berdaulat.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa bangganya pada seluruh pimpinan dan kader Muhammadiyah. Puan menilai, Muhammadiyah yang genap berusia...

Jelang Pilkada 2020, DPR Minta KPU-Bawaslu Terus Koordinasi dengan Satgas COVID-19

Berdaulat.id - Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan, pihaknya meminta KPU dan Bawaslu terus berkoordinasi secara intensif dengan Satuan...

UU Ciptaker Dinilai Mungkinkan UMKM Sebagai Pelaku Usaha KEK

Berdaulat.id - Peneliti ekonomi dari The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho menilai UU Nomor 11 Tahun...

Menlu Iran Sebut Biden Dapat Cabut Sanksi Dengan Cara Ini

Berdaulat.id - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan Iran akan sepenuhnya menerapkan kesepakatan nuklir 2015 jika Presiden terpilih AS Joe...

Mahyudin Ingatkan Pelaksanaan Pilkada Perhatikan Protokol Kesehatan

Berdaulat.id - Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengingatkan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat agar memperhatikan...