29.1 C
Luwuk
Sabtu, April 17, 2021

Mahfud MD Bantah Pemerintah Mendiskreditkan Umat Islam

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Bamsoet Ingatkan OJK Dan Dorong NU Serta Muhammadiyah Ambil Saham Bank Muamalat

Berdaulat.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong dua organisasi umat Islam terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, bisa mengambil alih...

DPR Desak Pemerintah Investigasi Kasus Perkelahian ABK Asal China dan Indonesia

Berdaulat.id - Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen, mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi terhadap kasus perkelahian yang diduga melibatkan Anak...

Kesehatan dan Puasa Ramadhan di Tengah Pandemi

Oleh: dr Agus Rahmadi, M.Biomed M.A(Direktur Utama Klinik Sehat) RAMADHAN adalah bulan penuh berkah. Keberkahan dan kebaikan yang ada...

China Kerahkan Pesawat Pengebom Terbaru di Laut China Selatan

Berdaulat.id - Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengerahkan sejumlah pesawat tempur terbarunya dalam latihan di perairan Laut China Selatan setelah...

Berdaulat.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membantah adanya pandangan yang menyatakan Pemerintah saat ini selalu mendiskreditkan Islam.

“Siapa bilang Pemerintah mendiskreditkan orang Islam, Presiden orang Islam, pesantren disediakan dan dibuatkan undang-undangnya, mau naik haji dilayani,” kata Mahfud, dalam Dialog Kebangsaan, di Universitas Andalas secara daring, Kamis (17/9/20).

Menurutnya omong kosong kalau ada yang mengatakan saat ini di Indonesia terjadi Islamofobia.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menjelaskan, Islamofobia itu dulu terjadi di zaman Belanda, karena orang Islam itu ditakuti dan disingkirkan dari pergaulan hidup bernegara.

“Coba orang Islam di zaman Belanda jadi pejabat tidak boleh, sekolah tak boleh, tapi setelah Indonesia merdeka orang Islam sudah bisa jadi tentara,” ujarnya.

Mahfud mengatakan setelah merdeka dibuat kebijakan orang Islam mengikuti pendidikan, sehingga sekarang sudah bisa jadi kapolri, hingga panglima TNI.

“Oleh sebab itu kalau ada aparat menangkap orang yang melakukan pengeboman, bukan Islamnya yang dipersoalkan, tapi terorisnya. Dan itu siapa saja, karena yang dilakukan melanggar ajaran agama dan hukum negara,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia mengajak umat Islam berperan bagi negara ini, maka ikuti prosedur kenegaraan yang ada dan menerima perbedaan.

“Jangan saling mendiskriminasi karena yang paling utama adalah prestasi sesuai dengan porsi dan keahlian masing-masing, untuk bersama-sama membangun negara ini agar lebih maju,” tuturnya.

Pemerintah melindungi setiap pemeluk agama, dan silakan jalani ibadah masing-masing dan itulah negara kesatuan berdasarkan Pancasila, kata Mahfud lagi.

Pada sisi lain, Menko Polhukam menyampaikan semua komponen bangsa sudah sepakat Indonesia adalah negara demokrasi dengan Pancasila sebagai ideologi.

“Ikuti aturan main demokrasi, apakah demokrasi itu baik. Tidak, demokrasi jelek, tapi lebih jelek lagi yang bukan demokrasi,” ucapnya.

“Demokrasi memberikan penghargaan kepada rakyat untuk menentukan nasib sendiri,” pungkasnya. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Partai Gelora: Teruslah berkolaborasi, hanya soal waktu

Berdaulat.id, Keyakinan kita dengan narasi baru dalam berpolitik, harus menghujam kuat dalam sikap, tindakan dan Aksi aksi...

Partai Gelora Sambut Baik Keputusan AS Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan setelah 20 Tahun

Berdaulat.id, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik 9.600...

Partai Gelora: Mengokohkan Identitas Sebagai Partai Nasionalis, Religius, dan Millenial

Berdaulat.id, Lahir di tengah krisis, partai baru tentu punya PR yang amat besar. Dengan...

Audiensi dengan Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Berdaulat.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan...

Didera Kasus Hukum, Habib Rizieq Shihab Malah Sukses Raih Gelar Doktor dari Universiti Sains Islam Malaysia

Berdaulat.id, JAKARTA – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lulus dari ujian program doktoral...