29.1 C
Luwuk
Kamis, November 26, 2020

Mahfud MD Bantah Pemerintah Mendiskreditkan Umat Islam

Data Real Time COVID-19

Baca juga

Giliran Menag Terkonfirmasi Positif Covid-19

Berdaulat.id - Menteri Agama Fachrul Razi terkonfirmasi positif Covid-19. Namun demikian saat ini kondisi fisiknya dalam keadaan baik. Kabar...

Kondisinya Memburuk Akibat Corona, PM Inggris Dirawat di ICU

Berdaulat.id - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan intensif (ICU) pada Selasa (7/4/20), setelah ditunjang pasokan oksigen saat gejala...

Diperayaan Hari Buruh, Ini Kata Menperin

Berdaulat.id - Diperayaan Hari Buruh, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita meminta para buruh untuk tetap besemangat dalam bekerja ditengah merebaknya pademi...

Dihadapan Bupati, Rumah Zakat salurkan 1,6 ton Beras dan 160 sembako ke Korban Banjir Bantaiyan

Berdaulat.id - Hujan deras yang menguyur Kabupaten Banggai selama kurang lebih 24 jam pada, (23/06/20) Membuat Desa Bantaiyan, kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten...

Berdaulat.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membantah adanya pandangan yang menyatakan Pemerintah saat ini selalu mendiskreditkan Islam.

“Siapa bilang Pemerintah mendiskreditkan orang Islam, Presiden orang Islam, pesantren disediakan dan dibuatkan undang-undangnya, mau naik haji dilayani,” kata Mahfud, dalam Dialog Kebangsaan, di Universitas Andalas secara daring, Kamis (17/9/20).

Menurutnya omong kosong kalau ada yang mengatakan saat ini di Indonesia terjadi Islamofobia.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menjelaskan, Islamofobia itu dulu terjadi di zaman Belanda, karena orang Islam itu ditakuti dan disingkirkan dari pergaulan hidup bernegara.

“Coba orang Islam di zaman Belanda jadi pejabat tidak boleh, sekolah tak boleh, tapi setelah Indonesia merdeka orang Islam sudah bisa jadi tentara,” ujarnya.

Mahfud mengatakan setelah merdeka dibuat kebijakan orang Islam mengikuti pendidikan, sehingga sekarang sudah bisa jadi kapolri, hingga panglima TNI.

“Oleh sebab itu kalau ada aparat menangkap orang yang melakukan pengeboman, bukan Islamnya yang dipersoalkan, tapi terorisnya. Dan itu siapa saja, karena yang dilakukan melanggar ajaran agama dan hukum negara,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia mengajak umat Islam berperan bagi negara ini, maka ikuti prosedur kenegaraan yang ada dan menerima perbedaan.

“Jangan saling mendiskriminasi karena yang paling utama adalah prestasi sesuai dengan porsi dan keahlian masing-masing, untuk bersama-sama membangun negara ini agar lebih maju,” tuturnya.

Pemerintah melindungi setiap pemeluk agama, dan silakan jalani ibadah masing-masing dan itulah negara kesatuan berdasarkan Pancasila, kata Mahfud lagi.

Pada sisi lain, Menko Polhukam menyampaikan semua komponen bangsa sudah sepakat Indonesia adalah negara demokrasi dengan Pancasila sebagai ideologi.

“Ikuti aturan main demokrasi, apakah demokrasi itu baik. Tidak, demokrasi jelek, tapi lebih jelek lagi yang bukan demokrasi,” ucapnya.

“Demokrasi memberikan penghargaan kepada rakyat untuk menentukan nasib sendiri,” pungkasnya. []

Berita lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru

Menkumham Harap Penyusunan RUU Prolegnas 2021 Hasilkan UU Berkualitas

Berdaulat.id - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly berharap proses penyusunan rancangan undang-undang (RUU) program legislasi nasional (prolegnas) prioritas tahun 2021 dapat...

MK: Anggota Legislatif Ikut Pilkada Harus Mundur

Berdaulat.id - Mahkamah Konstitusi memutuskan anggota DPR, DPD maupun DPRD yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah harus mengundurkan diri sesuai norma...

Kementan Salurkan 10 ton Benih Padi Untuk Petani

Berdaulat.id - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menyalurkan bantuan sebanyak 10 ton lebih benih padi untuk petani agar kembali produktif menanam padi...

Kata Satgas Sulut ada 79 Kasus Baru Covid-19

Berdaulat.id - Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut mencatat sebanyak 79 kasus baru yang bertambah di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta...

Lewis Hamilton Ingin Perbanyak Rekor

Berdaulat.id - Lewis Hamilton menuju Grand Prix Bahrain akhir pekan ini sebagai pebalap tersukses dalam sejarah Formula 1, dengan tujuh gelar juara...